Langsung ke isi
Lyra
Fisika · Kelas 11–12 · Fase F · 8 menit baca TKA

Aplikasi Bernoulli: Sayap, Venturimeter & Penyemprot

Setelah ini kamu bisa menerapkan asas Bernoulli pada venturimeter, tabung Pitot, sayap pesawat, dan penyemprot untuk menjelaskan gaya angkat, pengukuran laju, dan hisapan fluida.

Pesawat bermuatan ratusan ton bisa terangkat, tabung kecil bisa mengukur laju angin tanpa kipas, dan botol semprot parfum menyedot cairan ke atas tanpa pompa. Tiga hal yang tampak tak berhubungan ini sebenarnya dijalankan oleh satu rumus yang sama: P+12ρv2+ρgh=konstanP + \tfrac{1}{2}\rho v^2 + \rho g h = \text{konstan}. Geser slider di bawah dan lihat bagaimana tekanan turun saat laju naik, lalu manfaatkan selisih tekanan itu untuk mengangkat dan menyedot benda.

Geser slider debit dan luas penampang sempit, lalu amati laju alir naik tajam saat pipa menyempit.

Venturimeter: menyempit = cepat = tekanan rendah

Venturimeter adalah pipa yang mula-mula lebar, lalu menyempit (tenggorokan), lalu melebar lagi. Dua asas bekerja bersama: kontinuitas (A1v1=A2v2A_1 v_1 = A_2 v_2) memaksa laju membesar di tenggorokan sempit, dan asas Bernoulli pada pipa horizontal (h1=h2h_1 = h_2) menggeser tekanan saat laju berganti. Hasilnya, di tenggorokan tekanan lebih rendah daripada di penampang lebar — beda tinggi manometer cairan yang dipasang di kedua titik inilah yang dipakai membaca laju alir.

ΔP=P1−P2=12 ρ (v2 2−v1 2)\Delta P = P_1 - P_2 = \tfrac{1}{2}\,\rho\,(v_2^{\,2} - v_1^{\,2})

Arti tiap simbol: ΔP\Delta P = beda tekanan antara penampang lebar (1) dan sempit (2) (pascal), ρ\rho = massa jenis fluida (kg/m³), v1,v2v_1, v_2 = laju alir di kedua titik (m/s). Makin besar beda laju, makin besar beda tekanan.

Pada grafik di bawah, geser slider massa jenis dan debit; lihat beda tekanan tumbuh kuadrat terhadap laju di tenggorokan.

Tabung Pitot: mengukur laju dari beda tekanan

Tabung Pitot adalah dua bukaan kecil pada pesawat atau kincir angin. Satu bukaan menghadap arah aliran (merasakan tekanan total, fluida berhenti di ujungnya), satu bukaan di samping (merasakan tekanan statis). Selisihnya = tekanan kinetik 12ρv2\tfrac{1}{2}\rho v^2, sehingga laju udara bisa dibaca dari manometer. Inilah pengukur laju udara paling sederhana yang dipakai sejak pesawat purba.

Bayangkan Pitot sebagai alat yang “meminta” udara berhenti sejenak di salah satu pipa. Energi gerak yang hilang saat berhenti diubah menjadi tambahan tekanan. Selisih tekanan antara “yang berhenti” dan “yang lewat bebas” itulah ukuran kecepatan udara.

Pada grafik di bawah, geser slider massa jenis udara dan lihat tekanan total naik kuadrat terhadap laju — sebab itu mengapa pesawat cepat butuh manometer yang membaca rentang tekanan lebar.

Gaya angkat sayap: Bernoulli dan Hukum III bersama

Sayap pesawat dirancang melengkung agar aliran udara di atas sayap lebih cepat daripada di bawah. Karena laju atas lebih besar, tekanan atas lebih rendah (asas Bernoulli horizontal). Selisih tekanan atas-bawah dikalikan luas sayap menghasilkan gaya ke atas — gaya angkat. Tapi Bernoulli bukan satu-satunya penjelas: sayap juga menundukkan aliran ke bawah, dan sesuai Hukum III Newton, reaksi udara mendorong sayap ke atas. Kedua mekanisme ini bekerja bersama, bukan bertentangan.

Hindari jebakan narasi “waktu tempuh sama” — gagasan bahwa udara atas dan bawah harus tiba di trailing edge serentak sehingga yang atas (lintasan melengkung lebih panjang) harus lebih cepat. Itu keliru. Yang benar: bentuk dan sudut sayap membelokkan aliran, kecepatan atas membesar dan defleksi ke bawah terjadi keduanya — keduanya menambah gaya angkat.

Secara kasar gaya angkat sebanding dengan luas sayap dan kuadrat laju: L∝ρAv2L \propto \rho A v^2. Itu sebabnya pesawat perlu lari cepat di landasan sebelum terangkat — dan mengapa pesawat super besar butuh landasan panjang. Geser slider di bawah dan rasakan gaya angkat melonjak saat laju ditingkatkan.

Penyemprot dan hisapan: tekanan rendah yang menyedot

Penyemprot wewangian atau karburator memakai prinsip yang sama: aliran udara cepat yang dilewatkan di ujung pipa kecil membuat tekanan di situ turun di bawah tekanan atmosfer cairan di botol. Selisih tekanan mendorong cairan naik ke atas pipa, lalu terbawa aliran udara sebagai kabut. Inilah efek Venturi dalam miniatur — bernapas cepat di satu titik menciptakan “sedotan” otomatis di titik lain.

AplikasiVariabel yang diubahAkibat tekanan
VenturimeterAA mengecil → vv membesarPP turun di tenggorokan
Tabung Pitotvv dihentikan (ujung menghadap arus)PP naik menjadi tekanan total
Sayap pesawatvv atas > vv bawahPP atas < PP bawah → gaya angkat
Penyemprotvv besar di ujung pipaPP turun → cairan tersedot naik

Topik aplikasi Bernoulli termasuk unit fluida dinamis, cakupan kerangka TKA 045/H/AN/2025 elemen fluida. Tipe soal lazim: (1) hitung laju di venturimeter dari beda tinggi manometer; (2) hitung beda tekanan Pitot dari laju udara; (3) kualitatif gaya angkat sayap. Jebakan paling sering: mengira gaya angkat murni Bernoulli tanpa defleksi aliran (lampiran e#5 katalog fisika — WAJIB sertakan Hukum III Newton sebagai pelengkap).

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah venturimeter membawa air (ρ=1.000\rho = 1.000 kg/m³). Di penampang lebar A1=0,01A_1 = 0{,}01 m² lajunya v1=2v_1 = 2 m/s; di tenggorokan A2=0,004A_2 = 0{,}004 m². (a) Berapa v2v_2? (b) Berapa beda tekanan ΔP=P1−P2\Delta P = P_1 - P_2?

A1v1=A2v2⇒v2=A1v1/A2=(0,01×2)/0,004=0,02/0,004=5A_1 v_1 = A_2 v_2 \Rightarrow v_2 = A_1 v_1 / A_2 = (0{,}01 \times 2) / 0{,}004 = 0{,}02 / 0{,}004 = 5 m/s. Tenggorokan menyempit sepertiga, laju naik dua setengah kali.

Pipa horizontal → suku ρgh\rho g h coret: P1+12ρv12=P2+12ρv22P_1 + \tfrac{1}{2}\rho v_1^2 = P_2 + \tfrac{1}{2}\rho v_2^2. Maka ΔP=P1−P2=12ρ(v22−v12)\Delta P = P_1 - P_2 = \tfrac{1}{2}\rho(v_2^2 - v_1^2).

12ρv12=0,5×1000×22=2.000\tfrac{1}{2}\rho v_1^2 = 0{,}5 \times 1000 \times 2^2 = 2.000 Pa. 12ρv22=0,5×1000×52=12.500\tfrac{1}{2}\rho v_2^2 = 0{,}5 \times 1000 \times 5^2 = 12.500 Pa. Maka ΔP=12.500−2.000=10.500\Delta P = 12.500 - 2.000 = 10.500 Pa. Tekanan di penampang lebar lebih besar 10.500 pascal — beda inilah yang membuat manometer cairan di tenggorokan tampil lebih rendah.

Jebakan: menerima narasi “waktu tempuh sama” untuk gaya angkat sayap (udara atas dan bawah tiba serentak di trailing edge). Yang benar: bentuk dan sudut sayap membelokkan aliran; kecepatan atas membesar dan defleksi ke bawah terjadi bersama-sama — keduanya menyumbang gaya angkat. Bernoulli dan Hukum III Newton bekerja bersama, bukan bertentangan.

Jebakan: mengira tekanan turun secara linier terhadap laju. Yang benar: ΔP=12ρ(v22−v12)\Delta P = \tfrac{1}{2}\rho(v_2^2 - v_1^2) — kuadratik. Laju dua kali membuat beda tekanan empat kali; itulah sebabnya pesawat butuh lari sangat cepat untuk terangkat.

Jebakan: menyamakan tekanan total dan tekanan statis pada tabung Pitot. Yang benar: pipa yang menghadap arus mengukur tekanan total (statis + kinetik); pipa samping mengukur tekanan statis saja. Selisih keduanya = 12ρv2\tfrac{1}{2}\rho v^2 = dasar pengukuran laju udara.

  • Venturimeter: pipa menyempit mempercepat aliran (kontinuitas), tekanan turun (Bernoulli horizontal).
  • Beda tekanan ΔP=12ρ(v22−v12)\Delta P = \tfrac{1}{2}\rho(v_2^2 - v_1^2) — kuadratik terhadap laju.
  • Tabung Pitot: selisih tekanan total (menghadap arus) dan statis (samping) = 12ρv2\tfrac{1}{2}\rho v^2.
  • Gaya angkat sayap: gabungan Bernoulli (tekanan atas rendah) dan Hukum III (reaksi defleksi aliran ke bawah).
  • Hindari miskonsepsi “waktu tempuh sama”; L∝ρAv2L \propto \rho A v^2.