Proses Penciptaan Uang & Multiplier
Setelah ini kamu bisa menjelaskan bagaimana bank umum menciptakan uang giral melalui sistem cadangan fraksional dan multiplier uang.
Kamu menyetor Rp1.000.000 ke bank A. Bank A menyimpan sebagian sebagai cadangan, lalu meminjamkan sisanya ke nasabah lain. Nasabah itu membelanjakan uangnya, yang akhirnya kembali ke bank B โ dan siklus berulang. Dari satu setoran Rp1.000.000, sistem perbankan bisa menciptakan uang giral beberapa kali lipat. Bagaimana uang seolah berlipat dari tipis udara? Coba pilah di bawah.
Sistem cadangan fraksional
Bank umum tidak menyimpan 100% setoran sebagai cadangan โ ia hanya menyimpan sebagian (sesuai GWM) dan meminjamkan sisanya. Inilah sistem cadangan fraksional. Saat bank meminjamkan uang, pinjaman itu dibelanjakan nasabah, lalu menjadi setoran di bank lain, yang juga meminjamkan sisanya โ demikian seterusnya. Setiap putaran, sebagian uang โdiciptakanโ sebagai uang giral (saldo di rekening), sehingga total uang beredar bertambah beberapa kali lipat dari setoran awal.
Uang giral adalah uang dalam bentuk saldo rekening bank (bukan tunai) yang bisa dipakai bertransaksi. Sistem cadangan fraksional berarti bank hanya menyimpan sebagian setoran sebagai cadangan dan meminjamkan sisanya. Multiplier uang = 1/rasio cadangan, menyatakan berapa kali uang diciptakan dari satu setoran.
Pasangkan tahap penciptaan uang dengan banknya.
Jalannya uang lewat banyak bank
Bayangkan Rp1.000.000 disetor ke bank A, rasio cadangan 20%. Bank A sisihkan Rp200.000, pinjamkan Rp800.000. Nasabah membelanjakan Rp800.000 yang akhirnya menjadi setoran di bank B. Bank B sisihkan Rp160.000, pinjamkan Rp640.000 โ dan seterusnya. Total uang giral yang tercipta = 1.000.000 ร (1/0,2) = Rp5.000.000. Multiplier 1/r = 1/0,2 = 5 kali.
Susun jalannya uang lewat banyak bank.
Latih perhitungan uang giral
Hitung uang giral yang tercipta dari setoran awal.
Bayangkan uang seperti air yang dialirkan lewat beberapa bak bertingkat. Setiap bak (bank) menahan sedikit air (cadangan) lalu mengalirkan sisanya. Air yang mengalir mengisi bak berikutnya, yang juga menahan sedikit dan mengalirkan sisanya. Akhirnya, total air yang sudah mengalir melebihi air awal karena berpindah-pindah bak. Itulah penciptaan uang giral.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Seseorang menyetor Rp1.000.000 ke bank, rasio cadangan 10%. Hitung total uang giral maksimal yang dapat diciptakan sistem perbankan.
Multiplier = 1/r = 1/0,10 = 10 kali.
Total uang giral = setoran ร multiplier = 1.000.000 ร 10 = Rp10.000.000.
Jebakan: mengira uang giral dicetak bank sentral. Yang benar: bank sentral mencetak uang kartal (tunai), sedangkan uang giral diciptakan oleh bank umum lewat proses peminjaman dalam sistem cadangan fraksional. Mayoritas uang beredar saat ini berbentuk giral.
Jebakan: mengira setiap bank menciptakan uang sendiri tanpa batas. Yang benar: penciptaan uang terjadi lewat sistem perbankan secara keseluruhan (banyak putaran), dan dibatasi oleh rasio cadangan. Satu bank hanya bisa meminjamkan kelebihan cadangannya, tetapi efek akumulatif sistem menghasilkan multiplier.
- Bank umum menciptakan uang giral lewat sistem cadangan fraksional.
- Sebagian setoran dijadikan cadangan, sisanya dipinjamkan.
- Pinjaman berpindah jadi setoran di bank lain โ siklus berulang.
- Multiplier = 1/rasio cadangan (r).
- Total uang giral = setoran awal ร multiplier.