Langsung ke isi
Lyra
Ekonomi ยท Kelas 10 ยท Fase E ยท 7 menit baca

Hukum Penawaran: Harga Naik, Kuantitas Naik

Setelah ini kamu bisa menjelaskan hukum penawaran, membaca kurva penawaran yang miring positif, dan menghitung kuantitas yang ditawarkan dari persamaan linier.

Saat harga cabai melonjak, petani tiba-tiba berlalu menanam cabai. Bila harga anjlok, banyak yang beralih ke komoditas lain. Inilah hukum penawaran: harga dan kuantitas yang ditawarkan bergerak searah. Coba geser titik di kurva penawaran di bawah dan amati hubungan ini.

Coba geser slider titik (t), lalu perhatikan harga (P) dan kuantitas (Q) berubah searah.

Hukum penawaran

Penawaran adalah jumlah barang yang ingin dan mampu dijual produsen pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu. Hukum penawaran menyatakan hubungan searah antara harga dan kuantitas yang ditawarkan: saat harga naik, kuantitas yang ditawarkan naik; saat harga turun, kuantitas turun, dengan faktor lain dianggap tetap.

Hukum penawaran: bila harga sebuah barang naik, kuantitas yang ditawarkan naik, dan sebaliknya โ€” dengan asumsi faktor lain (biaya produksi, teknologi, jumlah produsen) tidak berubah.

Alasan logisnya jelas: harga yang lebih tinggi memberi insentif lebih besar bagi produsen untuk memperluas produksi, karena setiap unit terjual memberi pendapatan yang lebih besar. Harga yang rendah membuat sebagian produsen keluar dari pasar atau mengurangi output.

Membaca kurva penawaran

Kurva penawaran memvisualkan hukum ini. Sumbu tegak menunjukkan harga (P), sumbu mendatar menunjukkan kuantitas (Q). Kurva miring dari kiri bawah ke kanan atas โ€” kemiringan positif โ€” menandakan hubungan searah.

Anggap kurva penawaran seperti undangan: di harga tinggi, banyak petani tertarik masuk pasar dan menanam; di harga rendah, hanya yang paling efisien yang bertahan. Makin mahal, makin ramai penjual.

Konteks petani: harga cabai naik

Kasus klasik hukum penawaran adalah respons petani terhadap harga komoditas. Saat harga cabai naik, petani melihat keuntungan lebih besar dan menambah lahan cabai atau beralih dari komoditas lain. Total penawaran cabai di pasar pun meningkat.

Latihan: hitung kuantitas penawaran

Sekarang uji hitung cepat. Tiap kali kamu menekan tombol soal baru, angkanya berganti secara acak tetapi bisa direproduksi lewat seed.

Jebakan: menyamakan kurva penawaran dengan kurva permintaan dari sisi kemiringan. Yang benar: kurva penawaran miring positif (naik ke kanan atas); kurva permintaan miring negatif (turun ke kanan bawah) โ€” kemiringan berlawanan karena pelaku pasar berbeda.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Persamaan penawaran tomat: P = 2.000 + 100Q (P dalam rupiah, Q dalam kg). Berapa kuantitas yang ditawarkan pada harga Rp6.000? Apa yang terjadi bila harga naik ke Rp10.000?

Dari P = 2.000 + 100Q, peroleh Q = (P โˆ’ 2.000)/100 = (6.000 โˆ’ 2.000)/100 = 4.000/100 = 40 kg.

Q = (10.000 โˆ’ 2.000)/100 = 8.000/100 = 80 kg. Harga naik dari Rp6.000 ke Rp10.000 membuat kuantitas naik dari 40 ke 80 kg โ€” hubungan searah sesuai hukum penawaran.

Jebakan: menganggap penawaran hanya soal jumlah barang yang ada. Yang benar: penawaran harus disertai kemampuan dan kesediaan menjual pada harga tertentu โ€” stok yang ditahan bukan penawaran.

Jebakan: mengira penawaran reaksi instan terhadap harga. Yang benar: respons penawaran sering butuh waktu (tanam cabai butuh bulan); di jangka pendek penawaran bisa jadi kaku walau harga naik.

  • Hukum penawaran: harga naik, kuantitas naik (hubungan searah).
  • Klausul ceteris paribus (faktor lain tetap) wajib disebut.
  • Kurva penawaran miring positif dari kiri bawah ke kanan atas.
  • Harga tinggi memberi insentif memperluas produksi.
  • Penawaran butuh kemampuan dan kesediaan menjual pada harga tertentu.