Langsung ke isi
Lyra
Ekonomi ยท Kelas 10 ยท Fase E ยท 7 menit baca

Hukum Permintaan: Harga Turun, Kuantitas Naik

Setelah ini kamu bisa menjelaskan hukum permintaan, membaca kurva permintaan yang miring negatif, dan membedakan pergerakan sepanjang kurva dari pergeseran kurva.

Saat harga gorengan naik dari Rp1.000 ke Rp2.000 per biji, kamu mungkin beli lebih sedikit. Sebaliknya saat harga turun, kamu beli lebih banyak. Inilah pola yang berlaku hampir untuk semua barang: harga dan kuantitas yang diminta bergerak berlawanan arah. Coba geser titik di kurva permintaan di bawah dan perhatikan hubungan ini.

Coba geser slider titik (t), lalu perhatikan harga (P) dan kuantitas (Q) berubah berlawanan arah.

Hukum permintaan

Permintaan adalah jumlah barang yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu. Hukum permintaan menyatakan hubungan terbalik antara harga dan kuantitas yang diminta: saat harga turun, kuantitas naik; saat harga naik, kuantitas turun, dengan faktor lain dianggap tetap.

Hukum permintaan: bila harga sebuah barang turun, kuantitas yang diminta naik, dan sebaliknya โ€” dengan asumsi faktor lain (pendapatan, selera, harga barang lain) tidak berubah.

Klausul โ€œfaktor lain tetapโ€ (ceteris paribus) sangat penting. Tanpa ia, kita tidak bisa mengisolasi pengaruh harga. Bila pendapatan konsumen naik bersamaan dengan harga turun, kuantitas bisa melonjak karena dua sebab sekaligus.

Membaca kurva permintaan

Kurva permintaan memvisualkan hukum ini. Sumbu tegak menunjukkan harga (P), sumbu mendatar menunjukkan kuantitas (Q). Kurva miring dari kiri atas ke kanan bawah โ€” kemiringan negatif โ€” menandakan hubungan terbalik.

Bayangkan kurva permintaan seperti tangga: di anak tangga atas (harga mahal) sedikit orang yang sanggup beli; di anak tangga bawah (harga murah) banyak orang tertarik. Makin turun, makin ramai pembeli.

Pergerakan vs pergeseran kurva

Penting membedakan dua hal: pergerakan sepanjang kurva dan pergeseran kurva. Pergerakan sepanjang kurva terjadi karena harga barang itu sendiri berubah. Pergeseran kurva terjadi karena faktor lain (pendapatan, selera, harga barang terkait) berubah โ€” seluruh kurva berpindah ke kiri atau kanan.

Geser slider a2 ke atas untuk memperlihatkan kurva kedua bergeser ke kanan โ€” di harga yang sama, kuantitas yang diminta lebih besar. Inilah inti pergeseran kurva yang akan kamu pelajari penuh di artikel faktor permintaan.

Latihan: hitung kuantitas permintaan

Sekarang uji hitung cepat. Tiap kali kamu menekan tombol soal baru, angkanya berganti secara acak tetapi bisa direproduksi lewat seed.

Jebakan: mengira perubahan harga menggeser kurva permintaan. Yang benar: perubahan harga barang sendiri menyebabkan pergerakan sepanjang kurva; hanya perubahan faktor lain (pendapatan, selera) yang menggeser kurva.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Persamaan permintaan gorengan: P = 3.000 โˆ’ 200Q (P dalam rupiah, Q dalam biji). Berapa kuantitas yang diminta saat harga Rp1.000? Apa yang terjadi bila harga turun ke Rp500?

Dari P = 3.000 โˆ’ 200Q, peroleh Q = (3.000 โˆ’ P)/200 = (3.000 โˆ’ 1.000)/200 = 2.000/200 = 10 biji.

Q = (3.000 โˆ’ 500)/200 = 2.500/200 = 12,5 โ‰ˆ 12 biji. Harga turun membuat kuantitas naik dari 10 ke 12 biji โ€” hubungan terbalik sesuai hukum permintaan.

Jebakan: menyamakan โ€œpermintaanโ€ dengan โ€œkebutuhanโ€. Yang benar: permintaan harus disertai kemampuan membayar; keinginan tanpa daya beli bukan permintaan dalam ilmu ekonomi.

Jebakan: mengira barang mahal selalu permintaannya kecil. Yang benar: ada pengecualian (barang Giffen, barang Veblen) di mana harga naik justru menaikkan kuantitas โ€” tetapi ini kasus khusus, bukan hukum umum.

  • Hukum permintaan: harga turun, kuantitas naik (hubungan terbalik).
  • Klausul ceteris paribus (faktor lain tetap) wajib disebut.
  • Kurva permintaan miring negatif dari kiri atas ke kanan bawah.
  • Perubahan harga = pergerakan sepanjang kurva; bukan pergeseran.
  • Pergeseran kurva disebabkan faktor lain (pendapatan, selera, harga barang terkait).