Kelebihan & Kekurangan di Pasar
Setelah ini kamu bisa membedakan kelebihan (surplus) dan kekurangan (shortage) di pasar, serta menjelaskan bagaimana mekanisme harga mengembalikan ke ekuilibrium.
Bayangkan harga cabai tiba-tiba ditetapkan Rp20.000/kg padahal harga pasar wajar Rp8.000. Di pasar, banyak penjual berdiri dengan tumpukan cabai, tetapi pembeli menolak beli โ barang menumpuk. Sebaliknya bila harga dipaksa Rp3.000, antrean pembeli membeludak sementara cabai cepat habis. Inilah kelebihan dan kekurangan. Coba geser harga di bawah dan amati kedua situasi.
Apa itu kelebihan dan kekurangan
Pada harga keseimbangan, kuantitas yang diminta sama dengan kuantitas yang ditawarkan. Tetapi bila harga pasar menyimpang dari ekuilibrium, muncul ketidakseimbangan. Kelebihan (surplus) terjadi saat harga lebih tinggi dari ekuilibrium: kuantitas yang ditawarkan melebihi kuantitas yang diminta. Kekurangan (shortage) terjadi saat harga lebih rendah dari ekuilibrium: kuantitas yang diminta melebihi kuantitas yang ditawarkan.
Kelebihan (surplus) adalah selisih kuantitas yang ditawarkan dengan kuantitas yang diminta pada harga di atas ekuilibrium. Kekurangan (shortage) adalah selisih kuantitas yang diminta dengan kuantitas yang ditawarkan pada harga di bawah ekuilibrium.
Gejala kelebihan di dunia nyata: barang menumpuk di gudang, penjual memberi diskon, atau iklan makin gencar. Gejala kekurangan: antrean panjang, barang hilang dari rak, atau muncul pasar gelap.
Mekanisme harga
Pasjar cenderung kembali ke ekuilibrium. Saat terjadi kelebihan, penjual terpaksa menurunkan harga agar stok laku; harga turun menuju ekuilibrium. Saat terjadi kekurangan, pembeli berani membayar lebih tinggi (atau penjual menaikkan harga); harga naik menuju ekuilibrium. Inilah mekanisme harga yang dilihat Adam Smith sebagai โtangan tak terlihatโ.
Anggap harga seperti pelampung kolam: ia selalu ingin kembali ke titik tengah (ekuilibrium). Dorong ke atas (harga tinggi), ia tertarik turun oleh berat stok. Dorong ke bawah (harga rendah), ia didorong naik oleh antrean pembeli.
Membaca kelebihan di grafik
Pada harga P di atas ekuilibrium, titik di kurva penawaran (Q ditawarkan) terletak di kanan titik di kurva permintaan (Q diminta). Selisih horizontal kedua titik adalah besar kelebihan. Semakin tinggi harga melampaui ekuilibrium, semakin besar kelebihannya.
Membaca kekurangan di grafik
Memilah situasi nyata
Sekarang uji pemahaman: situasi mana yang menunjukkan kelebihan, dan mana kekurangan?
Latihan: hitung besar kelebihan
Sekarang uji hitung cepat. Tiap kali kamu menekan tombol soal baru, angkanya berganti secara acak tetapi bisa direproduksi lewat seed.
Jebakan: menganggap kelebihan selalu merugikan. Yang benar: kelebihan jangka pendek wajar di banyak pasar musiman (panen raya), tetapi kelebihan kronis menandakan harga distorsi (misal harga patokan pemerintah terlalu tinggi).
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Permintaan cabai P = 16.000 โ 200Q, penawaran P = 4.000 + 100Q. Bila harga ditetapkan Rp13.000, tentukan kelebihan atau kekurangan dan besarnya.
Q* = (16.000 โ 4.000)/(200 + 100) = 12.000/300 = 40 unit. Harga ekuilibrium P* = 16.000 โ 200(40) = Rp8.000.
Harga patokan Rp13.000 lebih tinggi dari P* Rp8.000, jadi terjadi kelebihan. Q diminta = (16.000 โ 13.000)/200 = 15 unit; Q ditawarkan = (13.000 โ 4.000)/100 = 90 unit. Kelebihan = 90 โ 15 = 75 unit.
Jebakan: menyamakan kekurangan dengan permintaan tinggi. Yang benar: kekurangan berarti permintaan melebihi penawaran pada harga tertentu (di bawah ekuilibrium); bukan sekadar permintaan tinggi.
Jebakan: mengira kelebihan berarti penjual untung besar. Yang benar: kelebihan justru memaksa harga turun dan bisa merugikan penjual karena stok tidak laku.
- Kelebihan (surplus): harga di atas ekuilibrium, Q ditawarkan > Q diminta.
- Kekurangan (shortage): harga di bawah ekuilibrium, Q diminta > Q ditawarkan.
- Gejala kelebihan: stok menumpuk, diskon, iklan gencar.
- Gejala kekurangan: antrean, barang hilang, pasar gelap.
- Mekanisme harga mengembalikan pasar menuju ekuilibrium.