Ketimpangan Pendapatan & Koefisien Gini
Setelah ini kamu bisa mengukur ketimpangan pendapatan dengan kurva Lorenz dan koefisien Gini, serta menafsirkan jurang antara kaya dan miskin.
Suatu negara mencatat PDB yang tumbuh pesat, tetapi 40% penduduk terbawah hanya memperoleh 10% pendapatan. Pertumbuhan terjadi, tetapi tidak merata โ jurang kaya-miskin melebar. Untuk menangkap ketimpangan, ekonom memakai kurva Lorenz dan koefisien Gini. Makin melengkung kurva dan makin mendekati 1 angka Gini, makin timpang masyarakat itu. Bagaimana satu kurva membaca jurang? Coba pilah di bawah.
Kurva Lorenz
Kurva Lorenz menggambarkan distribusi pendapatan. Sumbu horizontal: persentase kumulatif penduduk (dari termiskan ke terkaya). Sumbu vertikal: persentase kumulatif pendapatan yang diperoleh. Garis diagonal 45ยฐ adalah garis distribusi merata sempurna โ 10% penduduk mendapat 10% pendapatan, 50% mendapat 50%, dst. Kurva Lorenz selalu di bawah garis diagonal; makin melengkung menjauhi diagonal, makin timpang.
Kurva Lorenz adalah grafik yang menggambarkan distribusi pendapatan kumulatif penduduk. Koefisien Gini adalah angka 0-1 yang mengukur ketimpangan: 0 = merata sempurna, 1 = satu orang memegang semua pendapatan.
Pasangkan nilai Gini dengan maknanya.
Koefisien Gini
Koefisien Gini dihitung dari area antara garis diagonal (merata sempurna) dan kurva Lorenz, dibagi total area di bawah diagonal. Bila tidak ada ketimpangan, kurva berimpit diagonal โ area nol โ Gini 0. Bila satu orang memegang semua, kurva menempel di sumbu horizontal โ area maksimum โ Gini 1. Makin besar Gini, makin timpang. Indonesia Gini sekitar 0,38 โ kategori sedang, tetapi jurang antarkelompok tetap perlu diperhatikan.
Susun langkah membaca kurva Lorenz.
Kurva Lorenz dan jurang Gini
Lihat kurva Lorenz sebagai bangun.
Bayangkan 10 orang berbaris dari termiskin ke terkaya, lalu kamu bagi uang sesuai pendapatan mereka. Garis diagonal adalah pembagian adil: orang ke-1 dapat 10%, orang ke-5 dapat 50%, dst. Kurva Lorenz adalah pembagian nyata โ makin melengkung, makin banyak uang ke orang terakhir (terkaya). Gini mengukur seberapa jauh pembagian nyata dari pembagian adil.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Suatu negara memiliki Gini 0,55; negara lain Gini 0,28. Negara mana lebih timpang, dan apa implikasinya?
Negara dengan Gini 0,55 lebih timpang daripada negara Gini 0,28, karena Gini makin tinggi makin timpang.
Negara dengan Gini 0,55 menghadapi jurang kaya-miskin lebih besar โ perlu kebijakan redistribusi (pajak progresif, bantuan sosial) agar pertumbuhan ekonomi lebih merata dan mengurangi ketegangan sosial.
Jebakan: menyamakan Gini tinggi dengan pertumbuhan tinggi. Yang benar: Gini mengukur ketimpangan, bukan pertumbuhan. Negara bisa tumbuh pesat tetapi Gini tinggi (pertumbuhan tidak merata), atau tumbuh lambat tetapi Gini rendah (merata).
Jebakan: salah membaca kurva Lorenz. Yang benar: kurva yang berimpit diagonal = merata (Gini 0); kurva yang melengkung menjauhi diagonal = timpang (Gini besar). Makin jauh kurva dari diagonal, makin timpang.
- Kurva Lorenz menggambarkan distribusi pendapatan kumulatif.
- Garis diagonal = distribusi merata sempurna.
- Koefisien Gini: 0 = merata, 1 = sangat timpang.
- Gini dihitung dari area antara Lorenz dan diagonal.
- Indonesia Gini sekitar 0,38 (sedang); perlu redistribusi.