Kemiskinan: Garis & Pengukuran
Setelah ini kamu bisa membedakan kemiskinan absolut dan relatif serta menjelaskan indikator multidimensi yang melampaui sekadar pendapatan.
Seseorang dianggap miskin karena pendapatannya di bawah garis kemiskinan. Tetapi apakah pendapatan satu-satunya ukuran? Banyak orang dengan pendapatan sedikit di atas garis tetap kekurangan akses ke sekolah, klinik, dan air bersih. Kemiskinan bukan hanya soal uang โ ia bersifat multidimensi. Karena itu dibuat konsep kemiskinan absolut, relatif, dan multidimensi. Bagaimana mengukur semua itu? Coba pilah di bawah.
Kemiskinan absolut dan relatif
Kemiskinan absolut diukur dari garis kemiskinan standar โ pendapatan minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar (makanan kalori minimum, sandang, papan). Bila pendapatan seseorang di bawah garis itu, ia dikategorikan miskin absolut. Kemiskinan relatif diukur dari rata-rata masyarakat sekitar โ seseorang bisa mampu makan tetapi jauh lebih miskin dibanding kelompok lain, sehingga merasa dan diperlakukan miskin. Absolut memakai standar tetap; relatif memakai perbandingan.
Kemiskinan absolut adalah kondisi pendapatan di bawah garis kemiskinan standar sehingga kebutuhan dasar tidak terpenuhi. Kemiskinan relatif adalah kondisi pendapatan jauh di bawah rata-rata masyarakat sekitar, tergantung konteks. Kemiskinan multidimensi memperhitungkan juga akses pendidikan, kesehatan, dan standar hidup.
Pasangkan dimensi kemiskinan dengan indikatornya.
Kemiskinan multidimensi
Pendapatan saja tidak cukup mengukur kemiskinan. Seseorang bisa pendapatannya sedikit di atas garis tetapi anaknya tidak sekolah atau tidak akses klinik. Kemiskinan multidimensi memperhitungkan tiga dimensi: pendidikan (lama sekolah, enrolmen), kesehatan (gizi, akses klinik), dan standar hidup (air bersih, listrik, sanitasi, bahan bakar). Bila seseorang kekurangan di sejumlah indikator, ia dikategorikan miskin multidimensi walau pendapatannya pas-pasan.
Sorot ciri kemiskinan multidimensi.
Langkah mengukur kemiskinan
Untuk mengukur kemiskinan: tentukan garis kemiskinan standar (berbasis kebutuhan kalori dan non-makanan), hitung pendapatan tiap rumah tangga, bandingkan dengan garis, lalu hitung persentase penduduk di bawah garis (headcount index). Untuk kemiskinan multidimensi, kumpulkan indikator pendidikan-kesehatan-standar hidup dan hitung skor multidimensi.
Susun langkah mengukur kemiskinan.
Bayangkan kemiskinan seperti seorang pelari. Kemiskinan absolut adalah gagal memenuhi standar minimum (tidak lolos garis finish). Kemiskinan relatif adalah jauh tertinggal dari pelari lain walau mungkin lolos finish. Kemiskinan multidimensi melihat pelari secara menyeluruh: apakah ia punya sepatu, makanan, pelatih? Banyak yang lolos finish tetapi kekurangan di hal lain.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Sebuah rumah tangga berpendapatan sedikit di atas garis kemiskinan, tetapi anaknya putus sekolah dan tidak akses klinik. Jenis kemiskinan apa yang dialami?
Pendapatan sedikit di atas garis kemiskinan, sehingga bukan miskin absolut.
Anak putus sekolah dan tidak akses klinik menunjukkan kekurangan di dimensi pendidikan dan kesehatan. Rumah tangga ini termasuk miskin multidimensi walau bukan miskin absolut.
Jebakan: menganggap kemiskinan hanya soal pendapatan. Yang benar: seseorang bisa berpendapatan sedikit di atas garis tetapi miskin multidimensi karena tidak akses pendidikan, kesehatan, atau sanitasi. Kemiskinan harus dilihat menyeluruh.
Jebakan: menyamakan kemiskinan absolut dengan relatif. Yang benar: absolut memakai standar tetap (kebutuhan dasar minimum), sedangkan relatif bergantung konteks masyarakat sekitar. Seseorang bisa relatif miskin di negara kaya walau tidak miskin absolut.
- Kemiskinan absolut: pendapatan di bawah garis standar minimum.
- Kemiskinan relatif: jauh di bawah rata-rata masyarakat sekitar.
- Kemiskinan multidimensi: pendidikan + kesehatan + standar hidup.
- Pendapatan saja tidak cukup mengukur kemiskinan.
- Headcount index = persentase penduduk di bawah garis.