Langsung ke isi
Lyra
Ekonomi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Kebijakan Fiskal Ekspansif & Kontraktif

Setelah ini kamu bisa membedakan kebijakan fiskal ekspansif dan kontraktif serta memilih instrumennya (belanja negara, pajak) sesuai situasi ekonomi.

Saat krisis 2008 melanda, pemerintah banyak negara menambah belanja dan menurunkan pajak untuk merangsang ekonomi yang lesu. Sebaliknya, saat perekonomian terlalu panas dan inflasi meledak, pemerintah memangkas belanja dan menaikkan pajak untuk mendinginkannya. Inilah kebijakan fiskal โ€” alat pemerintah mengatur permintaan agregat lewat anggaran. Bagaimana memilih jenis yang tepat? Coba pilah di bawah.

Baca tiap tindakan pemerintah, lalu pilah ke jenisnya (Ekspansif atau Kontraktif), kemudian tekan Periksa.

Apa itu kebijakan fiskal

Kebijakan fiskal adalah langkah pemerintah mengatur penerimaan (pajak) dan pengeluaran (belanja) negara untuk memengaruhi perekonomian. Berbeda dengan kebijakan moneter yang dijalankan bank sentral, kebijakan fiskal sepenuhnya kewenangan pemerintah lewat APBN. Kebijakan fiskal ekspansif menambah belanja atau menurunkan pajak untuk merangsang permintaan agregat โ€” dipakai saat resesi. Kebijakan fiskal kontraktif memangkas belanja atau menaikkan pajak untuk mendinginkan ekonomi โ€” dipakai saat overheating/inflasi tinggi.

Kebijakan fiskal adalah pengaturan penerimaan dan pengeluaran negara oleh pemerintah untuk memengaruhi perekonomian. Kebijakan ekspansif memperbesar permintaan agregat (naikkan belanja/turunkan pajak); kontraktif memperkecil permintaan agregat (turunkan belanja/naikkan pajak).

Pasangkan situasi ekonomi dengan kebijakan.

Mekanisme kebijakan fiskal

Saat pemerintah menambah belanja (mis. membangun jalan), pengeluaran itu menjadi pendapatan bagi kontraktor dan pekerja, yang lalu membelanjakan lagi ke ekonomi โ€” efek berganda (multiplier). Permintaan agregat naik, output bertambah, dan lapangan kerja tumbuh. Sebaliknya, kenaikan pajak mengurangi pendapatan yang bisa dibelanjakan rumah tangga, sehingga konsumsi turun dan permintaan agregat melemah.

Susun mekanisme kebijakan fiskal.

Latih perhitungan dampak belanja

Hitung dampak tambahan belanja pada permintaan agregat.

Bayangkan kebijakan fiskal seperti rem dan pedal gas mobil ekonomi. Resesi (mobil mogok) โ†’ injak pedal gas: tambah belanja, turunkan pajak. Inflasi tinggi (mobil melaju kencang) โ†’ injak rem: pangkas belanja, naikkan pajak. Pemerintah harus tahu kapan menginjak pedal atau rem, dan seberapa kuat โ€” terlalu lama menginjak pedal bisa boros APBN.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Perekonomian mengalami resesi dengan banyak pengangguran. Kebijakan fiskal apa yang sebaiknya diambil pemerintah, dan mengapa?

Pemerintah sebaiknya menempuh kebijakan fiskal ekspansif: menambah belanja (mis. proyek padat karya) dan menurunkan pajak.

Tambahan belanja menjadi pendapatan masyarakat, lalu dibelanjakan kembali (multiplier), sehingga permintaan agregat naik, output bertambah, dan lapangan kerja tumbuh โ€” mengangkat ekonomi dari resesi.

Jebakan: menyamakan kebijakan fiskal dengan moneter. Yang benar: fiskal dijalankan pemerintah lewat APBN (pajak-belanja), sedangkan moneter dijalankan bank sentral lewat uang beredar-suku bunga. Keduanya saling melengkapi tetapi pelaksana dan instrumennya berbeda.

Jebakan: menganggap kebijakan ekspansif selalu baik. Yang benar: kebijakan ekspansif baik saat resesi karena merangsang ekonomi, tetapi berbahaya saat inflasi tinggi karena memperbesar defisit APBN dan memperburuk inflasi. Pemilihan jenis kebijakan harus sesuai situasi.

  • Fiskal = pemerintah mengatur pajak dan belanja lewat APBN.
  • Ekspansif: tambah belanja/turunkan pajak โ†’ naikkan permintaan agregat (untuk resesi).
  • Kontraktif: pangkas belanja/naikkan pajak โ†’ turunkan permintaan agregat (untuk inflasi).
  • Multiplier fiskal membuat dampak berlipat.
  • Berbeda dari moneter (pelaksana dan instrumen berbeda).