Langsung ke isi
Lyra
Ekonomi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Inflasi: Konsep, Jenis, & Penyebab

Setelah ini kamu bisa menjelaskan konsep inflasi, tiga jenis penyebabnya (permintaan, biaya, impor), dan mengenal derajat inflasi.

Saat harga beras, minyak, dan ongkos taksi naik serempak, kamu merasa uang bulanan tidak cukup lagi. Inilah inflasi, gejala naiknya harga umum yang menggerus daya beli. Sebagian inflasi wajar, sebagian membahayakan. Mengapa demikian? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap situasi, lalu pilah ke jenis penyebab inflasinya.

Apa itu inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Bila hanya satu barang yang naik harganya, itu belum inflasi. Inflasi diukur dengan Indeks Harga Konsumen (IHK), yang melacak keranjang belanja rumah tangga. Inflasi yang rendah dan stabil (sekitar 3โ€“5 persen per tahun) sehat bagi perekonomian; inflasi tinggi merusak daya beli.

Inflasi adalah kecenderungan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu lama, diukur dengan laju perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Tiga jenis penyebab inflasi

Inflasi punya tiga penyebab utama. Pertama, inflasi permintaan (demand-pull) terjadi saat permintaan agregat melonjak melebihi kemampuan produksi, misalnya saat bansos besar atau musim lebaran. Kedua, inflasi biaya (cost-push) terjadi saat biaya produksi naik, misalnya kenaikan harga BBM atau upah. Ketiga, inflasi impor (imported inflation) terjadi saat harga barang impor atau nilai tukar rupiah melemah, misalnya gandum atau minyak dunia naik. Mengenali akar inflasi membantu merancang obat yang tepat.

Bayangkan inflasi seperti demam. Demand-pull itu demam karena terlalu banyak aktivitas (permintaan). Cost-push itu demam karena tubuh kelelahan (biaya). Imported itu demam karena tertular dari luar (impor). Obatnya berbeda untuk tiap jenis.

Derajat inflasi

Inflasi juga dibedakan menurut derajatnya. Inflasi ringan (di bawah 10 persen per tahun) masih bisa dikendalikan dan justru mendorong pertumbuhan. Inflasi sedang (10โ€“30 persen) mulai mengganggu kepastian harga. Inflasi berat (30โ€“100 persen) dan hiperinflasi (di atas 100 persen) menghancurkan kepercayaan uang dan memicu krisis. Indonesia bertujuan menjaga inflasi di zona sehat untuk stabilitas.

Ciri inflasi yang merugikan

Inflasi ringan terkadang sehat, tetapi inflasi yang terlalu tinggi memunculkan ciri yang merugikan. Daya beli pekerja tetap turun, tabungan tergerus, dan perencanaan usaha terganggu. Mengenali ciri ini membantumu membedakan inflasi yang wajar dari yang membahayakan.

Gejala inflasi dari ringan ke parah

Inflasi parah tidak datang sekaligus; ia punya gejala bertahap dari kenaikan beberapa barang hingga krisis hiperinflasi. Mengenali urutannya membantumu membaca tanda-tanda bahaya.

Jebakan: menganggap setiap kenaikan harga adalah inflasi. Yang benar: inflasi adalah kenaikan harga umum dan terus-menerut; kenaikan satu barang saja karena panen gagal belum tentu inflasi bila barang lain tetap stabil.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Harga minyak dunia melonjak sehingga harga BBM domestik naik, lalu biaya transportasi dan produksi ikut naik. Jenis inflasi apa yang dominan, dan mengapa?

Sumber awalnya adalah harga minyak dunia yang melonjak dan melemahkan biaya transportasi. Ini berakar dari luar negeri melalui komoditas impor.

Jenis dominan adalah inflasi impor (imported inflation) yang lalu menjalar menjadi inflasi biaya (cost-push) karena ongkos transportasi naik. BI dan pemerintah biasanya merespons dengan campuran kebijakan moneter (jaga nilai rupiah) dan fiskal (subsidi terarah).

Jebakan: menganggap inflasi nol atau negatif selalu baik. Yang benar: deflasi (harga turun) justru bisa melumpuhkan ekonomi karena orang menunda belanja dan usaha merugi; inflasi rendah yang positif lebih sehat daripada deflasi.

Jebakan: menyamakan inflasi permintaan dengan inflasi biaya. Yang benar: demand-pull akar dari pelanggan yang banyak ingin beli, sedangkan cost-push akar dari produsen yang biayanya naik; obat keduanya berbeda (permintaan diredam, biaya ditekan).

  • Inflasi = kenaikan harga umum dan terus-menerut, diukur IHK.
  • Tiga penyebab: permintaan (demand-pull), biaya (cost-push), impor (imported).
  • Derajat: ringan (<10 persen, sehat), sedang (10โ€“30), berat (>30), hiperinflasi (>100).
  • Inflasi ringan mendorong pertumbuhan; inflasi tinggi merusak daya beli.
  • Deflasi juga berbahaya; inflasi rendah positif lebih sehat.