Langsung ke isi
Lyra
Ekonomi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Indeks Harga Konsumen & Tingkat Inflasi

Setelah ini kamu bisa menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) dan laju inflasi dari data harga keranjang belanja.

Saat harga beras, minyak goreng, dan daging naik hampir bersamaan, ibu-ibu merasa uang belanja cepat habis. Pengeluaran rasanya membengkak padahal barang yang dibeli sama saja. Perasaan ini sebenarnya punya nama resmi: inflasi, yang diukur lewat Indeks Harga Konsumen. Bagaimana satu angka bisa mewakili jutaan keranjang belanja rumah tangga? Coba pilah komponennya di bawah.

Baca tiap barang/jasa, lalu pilah apakah termasuk keranjang IHK rumah tangga atau bukan, kemudian tekan Periksa.

Apa itu IHK

Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah angka yang mengukur rata-rata perubahan harga barang dan jasa yang dibeli rumah tangga dalam periode tertentu, dibandingkan tahun dasar. IHK tidak menghitung semua barang ekonomi โ€” hanya yang dibeli konsumen untuk kebutuhan sehari-hari. Karena itu, IHK menjadi ukuran daya beli uang dan tingkat inflasi yang paling dekat dengan rasa rakyat.

Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah indeks yang mengukur perubahan rata-rata harga sekelompok barang dan jasa konsumsi rumah tangga terhadap tahun dasar. Inflasi adalah kenaikan tingkat harga secara umum dan terus-menerus, yang diukur dari persentase kenaikan IHK.

Pasangkan langkah menghitung IHK dengan urutannya.

Ciri inflasi yang tinggi

Inflasi yang terlalu tinggi (mis. di atas 10 persen) menurunkan daya beli uang, menekan nilai tabungan, mempersulat perencanaan usaha, dan membebani kelompok berpenghasilan tetap. Bank sentral biasanya menargetkan inflasi yang rendah dan stabil (sekitar 3-5 persen). Mengenali ciri inflasi tinggi membantumu memahami mengapa kebijakan moneter begitu aktif menjaga harganya.

Menghitung laju inflasi

Laju inflasi dihitung dari perubahan IHK antartahun. Rumusnya: laju inflasi = [(IHK tahun ini โˆ’ IHK tahun lalu) / IHK tahun lalu] ร— 100 persen. Hitung sendiri laju inflasi berikut ini.

Bayangkan IHK seperti termometer untuk ekonomi. Keranjang yang sama berisi beras, daging, listrik, dan transport ditimbang dengan harga yang berubah tiap bulan. Jika tahun lalu keranjang itu seharga 100 rupiah dan tahun ini menjadi 105 rupiah, IHK naik 5 persen โ€” itulah inflasi. Termometer ini sederhana tetapi jadi alat utama merasakan โ€œdemamโ€ harga.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Biaya keranjang konsumsi tahun dasar Rp200.000, tahun lalu Rp240.000, dan tahun ini Rp264.000. Hitung IHK tahun ini dan laju inflasi tahun ini.

IHK = (biaya tahun ini / biaya tahun dasar) ร— 100 = (240.000 / 200.000) ร— 100 = 120 untuk tahun lalu; (264.000 / 200.000) ร— 100 = 132 untuk tahun ini.

Laju inflasi = [(132 โˆ’ 120) / 120] ร— 100 = 10 persen. Jadi harga keranjang naik 10 persen dalam setahun.

Jebakan: menghitung laju inflasi tanpa membagi IHK tahun lalu. Yang benar: rumusnya [(IHK tahun ini โˆ’ IHK tahun lalu) / IHK tahun lalu] ร— 100, jadi selisih harus dibagi dulu dengan IHK tahun lalu, baru dikali 100. Lupa membagi akan menghasilkan angka inflasi yang salah besar.

Jebakan: menyatakan IHK mengukur harga semua barang di ekonomi. Yang benar: IHK hanya mengukur barang dan jasa konsumsi rumah tangga. Harga mesin pabrik, bahan baku, saham, dan tanah tidak masuk keranjang IHK karena bukan barang konsumsi rumahtangga.

  • IHK = indeks perubahan harga barang/jasa konsumsi rumah tangga.
  • Hanya barang konsumsi (beras, daging, listrik), bukan barang modal atau aset.
  • Rumus laju inflasi: [(IHK2 โˆ’ IHK1) / IHK1] ร— 100.
  • Inflasi tinggi menurunkan daya beli dan menekan tabungan.
  • Bank sentral menargetkan inflasi rendah dan stabil (3-5 persen).