Mikroevolusi & Makroevolusi
Setelah ini kamu bisa membedakan mikroevolusi ( perubahan alel dalam populasi ) dan makroevolusi ( spesies baru hingga kepunahan massal ).
Ngengat industri yang makin gelap dalam 100 tahun adalah mikroevolusi โ frekuensi alel warna bergeser dalam satu populasi. Sebaliknya, munculnya dinosaurus burung atau kepunahan massal 66 juta tahun lalu adalah makroevolusi โ skala yang melampaui batas spesies. Keduanya sebenarnya adalah satu proses yang sama, hanya diamati pada skala waktu berbeda. Coba pilah sendiri di bawah.
Mikroevolusi
Mikroevolusi adalah perubahan frekuensi alel dalam satu populasi selama beberapa generasi, masih dalam batas spesies yang sama. Contoh klasik adalah ngengat industri Inggris yang makin gelap saat polusi menghitamkan pohon, atau peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Mekanisme yang mendorong mikroevolusi meliputi mutasi ( sumber alel baru ), migrasi ( aliran gen ), genetic drift, seleksi alam, dan kawin acak. Mikroevolusi dapat diukur langsung dalam laboratorium atau observasi lapangan jangka pendek, dan terbukti secara empiris.
Mikroevolusi adalah perubahan frekuensi alel dalam satu populasi selama beberapa generasi, masih dalam batas spesies. Makroevolusi adalah pola evolusi pada skala besar di atas tingkat spesies โ pembentukan spesies baru, kelompok takson baru, dan kepunahan massal. Frekuensi alel adalah persentase suatu versi gen dalam kumpulan gen populasi. Kepunahan massal adalah hilangnya sebagian besar spesies dalam waktu geologi singkat.
Makroevolusi
Makroevolusi adalah akumulasi perubahan pada skala besar di atas tingkat spesies โ mencakup spesiasi, munculnya takson baru ( genus, famili, ordo ), dan kepunahan massal. Bukti makroevolusi datang dari fosil, anatomi perbandingan, dan sekuens DNA. Contoh besar: asal usul burung dari dinosaurus theropoda, transisi ikan ke amfibi, munculnya mamalia dari sintapsida, dan kepunahan massal akhir Permian ( 252 juta tahun lalu ) dan akhir Kapur ( 66 juta tahun lalu ). Kepunahan massal membersihkan panggung evolusi dan membuka jalur baru bagi takson yang bertahan untuk berdiversifikasi.
Pasangkan peristiwa evolusi dengan skalanya.
Dari mikro ke makro
Mikroevolusi dan makroevolusi bukan dua proses terpisah, melainkan dua skala pengamatan dari proses yang sama. Mikroevolusi yang berakumulasi selama jutaan tahun dapat menghasilkan makroevolusi โ spesies baru, takson baru, hingga pola besar pohon kehidupan. Spesiasi menjadi jembatan antara keduanya: bila populasi terus berubah secara mikro selama lama dan akhirnya terisolasi reproduktif, terbentuk spesies baru ( makro ). Skeptis yang menyatakan mikro tidak bisa jadi makro biasanya kurang memperhitungkan waktu geologi yang sangat panjang ( miliaran tahun ) dan akumulasi perubahan kecil yang menjadi besar.
Sorot ciri mikroevolusi.
Bayangkan evolusi seperti menumpuk pasir. Tiap butir ( mikroevolusi: perubahan kecil frekuensi alel ) tampak sepele jika diamati satu per satu. Tetapi setelah jutaan butir ditumpuk selama ribuan hingga jutaan tahun, terbentuk gunung ( makroevolusi: spesies baru, takson baru ). Yang membedakan mikro dan makro bukan prosesnya, melainkan skala waktu dan cakupan pengamatannya. Spesiasi adalah titik di mana tumpukan pasir telah cukup besar untuk disebut bukit baru.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Jelaskan bagaimana mikroevolusi yang berulang dapat berujung pada makroevolusi.
Susun langkah dari mikroevolusi ke makroevolusi.
Pada setiap generasi, mutasi menghasilkan alel baru, seleksi dan drift mengubah frekuensinya. Perubahan satu generasi memang kecil โ misalnya alel warna gelap naik dari 10 ke 12 persen. Tetapi karena proses ini berulang setiap generasi, akumulasi perubahannya bisa besar.
Setelah jutaan tahun, akumulasi perubahan mikroevolusi membuat populasi yang terpisah begitu berbeda sehingga terisolasi reproduktif ( spesiasi ). Divergensi terus berlanjut, takson baru muncul, dan bila dilihat di skala waktu geologi, terbentuklah pola besar makroevolusi โ pohon kehidupan yang kita lihat di fosil dan DNA.
Jebakan: mengira mikroevolusi dan makroevolusi adalah dua proses berbeda yang tidak terhubung. Yang benar: keduanya adalah satu proses yang sama ( perubahan frekuensi alel dari generasi ke generasi ) yang diamati pada skala waktu berbeda. Mikroevolusi dalam jutaan tahun berakumulasi menjadi makroevolusi. Spesiasi menjadi titik ketika perubahan mikro telah cukup besar untuk membentuk spesies baru.
Jebakan: menyamakan makroevolusi hanya dengan kepunahan massal. Yang benar: makroevolusi mencakup banyak pola besar โ pembentukan spesies baru ( spesiasi ), munculnya takson lebih tinggi ( genus, famili, ordo ), dan juga kepunahan ( biasa maupun massal ). Kepunahan massal hanyalah salah satu komponen makroevolusi yang paling dramatis, tetapi diversifikasi pasca-kepunahan juga makroevolusi yang penting.
- Mikroevolusi: perubahan frekuensi alel dalam populasi ( singkat, dalam spesies ).
- Makroevolusi: pola besar lintas spesies ( spesiasi, takson baru, kepunahan massal ).
- Mekanisme mikro: mutasi, migrasi, drift, seleksi, kawin acak.
- Spesiasi jembatan mikroevolusi ke makroevolusi.
- Mikro yang berakumulasi jutaan tahun menjadi makroevolusi.