Langsung ke isi
Lyra
Biologi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca

Pola Seleksi: Stabilisasi, Dirigen, Disruptif

Setelah ini kamu bisa membedakan seleksi stabilisasi, dirigen, dan disruptif dari pergeseran puncak kurva distribusi fenotip.

Bayi terlalu kecil rentan kedinginan, bayi terlalu besar sulit lahir. Hasilnya, berat bayi manusia terkumpul di sekitar 3,5 kilogram โ€” puncak kurva menyempit ke tengah. Sebaliknya, paruh burung Finch di pulau terkumpul di dua ukuran ekstrem, bukan tengah. Kedua kasus itu adalah pola seleksi alam yang berbeda: yang satu menyempit ke tengah, yang lain terbelah dua. Coba pilah sendiri di bawah.

Baca tiap deskripsi, lalu pilah menjadi pola seleksi yang sesuai, kemudian tekan Periksa.

Tiga pola seleksi alam

Seleksi alam dapat dikelompokkan menjadi tiga pola berdasarkan arah pergeseran distribusi fenotip. Seleksi stabilisasi mendukung nilai tengah dan menyingkirkan kedua ekstrem, sehingga puncak kurva makin sempit dan tinggi. Seleksi dirigen ( directional ) mendukung salah satu ekstrem, menggeser puncak kurva ke satu sisi. Seleksi disruptif mendukung kedua ekstrem sekaligus dan menekan nilai tengah, membelah kurva menjadi dua puncak. Ketiganya adalah variasi cara lingkungan memilih fenotip mana yang bertahan dan bereproduksi lebih banyak.

Seleksi stabilisasi memilih fenotip rata-rata, menyingkirkan ekstrem, sehingga varians populasi berkurang. Seleksi dirigen ( directional ) menggeser puncak kurva ke satu arah dengan mendukung salah satu ekstrem. Seleksi disruptif memilih dua ekstrem sekaligus dan menekan nilai tengah, membelah kurva menjadi dua puncak. Distribusi fenotip adalah kurva yang menunjukkan jumlah individu pada tiap nilai sifat dalam populasi.

Stabilisasi: bertahan di tengah

Seleksi stabilisasi bekerja ketika lingkungan stabil dan kedua ekstrem merugikan. Contoh klasik adalah berat lahir bayi manusia: bayi terlalu kecil rentan hipotermia dan infeksi, bayi terlalu besar menyulitkan persalinan. Hasilnya, bayi dengan berat sekitar 3-4 kilogram paling bertahan, dan kurva berat lahir menyempit di sekitar rata-rata. Contoh lain adalah ukuran telur burung โ€” terlalu kecil kurang nutrisi bagi embrio, terlalu besar sulit diinkubasi. Seleksi stabilisasi menjaga populasi tetap dalam rentang optimal tanpa banyak berubah rata-rata, hanya variansnya yang mengecil.

Dirigen: geser ke satu sisi

Seleksi dirigen menggeser rata-rata populasi ke satu arah karena salah satu ekstrem memberi keuntungan. Contoh klasik adalah leher jerapah: ketika daun tinggi menjadi sumber makanan utama, jerapah berleher lebih panjang bertahan dan bereproduksi lebih baik, sehingga dari generasi ke generasi rata-rata leher makin panjang. Contoh lain adalah resistensi antibiotik โ€” bakteri yang sedikit lebih resisten bertahan, lalu generasi berikutnya makin resisten. Ngengat industri Inggris ( Biston betularia ) yang makin gelap saat polusi menghitamkan pohon juga contoh dirigen.

Pasangkan pola seleksi dengan contohnya.

Disruptif: terbelah dua

Seleksi disruptif terjadi ketika kedua ekstrem menguntungkan sedangkan nilai tengah merugikan, membelah kurva menjadi dua puncak. Contoh klasik adalah paruh burung Finch di pulau: biji besar butuh paruh besar, serangga kecil butuh paruh kecil, sedangkan paruh sedang kurang efisien untuk keduanya. Hasilnya, populasi terbagi ke dua tipe paruh ekstrem. Seleksi disruptif sering menjadi awal spesiasi โ€” bila kedua subpopulasi terpisah reproduktif, mereka bisa menjadi dua spesies berbeda. Disruptif paling umum di lingkungan dengan dua sumber daya berbeda yang sama-sama penting.

Sorot ciri seleksi disruptif.

Bayangkan kurva populasi seperti bukit pasir. Stabilisasi adalah angin yang meniup dari kedua sisi โ€” pasir terkumpul di tengah, bukit makin sempit dan tinggi. Dirigen adalah angin yang bertiup dari satu sisi โ€” bukit bergeser ke arah tertentu. Disruptif adalah dua aliran sungai yang mengikis tengah dan meninggalkan dua bukit terpisah. Bentuk akhir bukit ( distribusi fenotip ) mengungkap arah dan kekuatan tekanan seleksi yang bekerja.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah populasi serangga punya warna sedang ( coklat ) yang mudah dilihat predator di kulit pohon dua warna ( gelap dan terang ), sedangkan serangga gelap dan terang tersamarkan. Pola seleksi apa yang bekerja?

Susun langkah membaca kurva seleksi.

Nilai tengah fenotip ( coklat sedang ) dirugikan karena mudah dilihat predator di pohon yang hanya gelap atau terang. Kedua ekstrem ( gelap dan terang ) sama-sama diuntungkan karena tersamarkan di latar yang sesuai.

Karena kedua ekstrem diuntungkan dan nilai tengah ditekan, kurva populasi akan terbelah menjadi dua puncak โ€” ciri khas seleksi disruptif. Lama-kelamaan populasi bisa terpisah menjadi dua subpopulasi yang berkembang menjadi dua spesies berbeda jika isolasi reproduktif ikut bekerja.

Jebakan: menyamakan dirigen dengan stabilisasi karena keduanya mengubah kurva. Yang benar: dirigen menggeser puncak kurva ke satu arah ( rata-rata berubah ), sedangkan stabilisasi menyempitkan kurva ke nilai tengah ( rata-rata tetap, varians berkurang ). Contoh praktis: leher jerapah makin panjang = dirigen ( rata-rata berubah ); berat bayi terkumpul di 3,5 kg = stabilisasi ( rata-rata tetap ).

Jebakan: menganggap disruptif sama dengan tidak ada seleksi. Yang benar: disruptif adalah seleksi yang kuat tetapi bekerja ke dua arah berlawanan. Kedua ekstrem sama-sama diuntungkan dan nilai tengah ditekan โ€” itu tekanan seleksi yang intens, bukan absennya seleksi. Disruptif justru paling mungkin memicu spesiasi karena membagi populasi ke dua tipe yang berbeda.

  • Stabilisasi: puncak kurva menyempit ke tengah, varians berkurang.
  • Dirigen: puncak kurva bergeser ke satu ekstrem, rata-rata berubah.
  • Disruptif: kurva terbelah jadi dua puncak, kedua ekstrem diuntungkan.
  • Contoh stabilisasi: berat bayi manusia; dirigen: leher jerapah.
  • Contoh disruptif: paruh Finch besar dan kecil di pulau.