Fungi (Jamur): Struktur & Reproduksi
Setelah ini kamu bisa menyebutkan bagian tubuh jamur dan membedakan reproduksi vegetatif dari generatif.
Jamur merang yang tumbuh di tunggul kayu sebenarnya hanya โujung gunung esโ. Bagian yang kamu lihat adalah badan buah; jauh di dalam kayu terbentang benang-benang halus bernama hifa yang menyerap zat makanan. Dari jutaan spora yang dilepaskan, hanya sedikit yang berkecambah. Bagaimana struktur dan cara reproduksi jamur sedemikian sukses? Coba periksa sendiri bagian-bagiannya di bawah.
Ciri dan struktur tubuh jamur
Jamur (Fungi) adalah kingdom makhluk hidup eukariotik, heterotrof, dengan dinding sel dari kitin, dan tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis. Cara makannya dengan menyerap zat organik dari lingkungan (absorptif), sehingga banyak yang hidup saprofit (pengurai) atau parasit. Sebagian besar jamur multiseluler, tetapi ada yang bersel satu seperti ragi (Saccharomyces).
Hifa adalah benang halus penyusun tubuh jamur, sedangkan miselium adalah kumpulan hifa yang membentuk jaringan tubuh jamur.
Hifa dapat bersekat (septat) seperti pada Ascomycota dan Basidiomycota, atau tidak bersekat (aseptat/selenositik) seperti pada Zygomycota. Dinding selnya dari kitin, bukan selulosa seperti tumbuhan. Badan buah (tubuh buah) adalah struktur reproduksi yang terlihat mata, misalnya payung jamur merang; di dalamnya terbentuk spora.
| Struktur | Penjelasan |
|---|---|
| Hifa | benang jamur (septat atau aseptat) |
| Miselium | kumpulan hifa |
| Dinding sel | kitin |
| Badan buah | struktur reproduksi yang terlihat |
| Spora | alat perkembangbiakan |
Bentuk hifa bisa kamu susun sebagai bangun geometri sederhana.
Reproduksi vegetatif (aseksual)
Jamur dapat berkembang biak secara vegetatif tanpa peleburan sel kelamin. Cara vegetatif antara lain: pembentukan spora aseksual (konidia pada Ascomycota, sporangiospora pada Zygomycota), fragmentasi miselium (potongan hifa tumbuh menjadi individu baru), dan pembentukan tunas (budding pada ragi Saccharomyces). Spora aseksual tersebar lewat udara dan bila mendarat di tempat sesuai, berkecambah menjadi miselium baru.
Reproduksi generatif (seksual)
Reproduksi generatif melibatkan peleburan struktur kelamin. Pada Zygomycota (mis. Rhizopus), terjadi peleburan gametangia membentuk zigospora. Pada Ascomycota (mis. Saccharomyces, Penicillium), terbentuk askus yang menghasilkan askospora. Pada Basidiomycota (mis. jamur merang), terbentuk basidium yang menghasilkan basidiospora. Reproduksi generatif menghasilkan keragaman genetik yang membantu jamur beradaptasi.
Pasangkan sendiri cara reproduksi dengan contohnya.
Pengelompokan jamur
Berdasarkan cara reproduksi generatif, jamur dibagi menjadi empat divisi utama. Zygomycota berhifa aseptat dan menghasilkan zigospora (Rhizopus stolonifer pada roti). Ascomycota berhifa septat dan menghasilkan askospora dalam askus (Penicillium, Saccharomyces, Morchella). Basidiomycota menghasilkan basidiospora di basidium (Volvariella, jamur merang). Deuteromycota (fungi imperfecti) adalah jamur yang reproduksi seksualnya tidak diketahui (mis. Tinea penyebab kurap).
Hitung sendiri pertumbuhan spora.
Bayangkan jamur seperti jaring laba-laba bawah tanah: miselium adalah jaring yang tak terlihat, menyerap makanan. Badan buh yang muncul di permukaan hanyalah โmenara produksi sporaโ yang menembak jutaan benih kecil ke udara. Inilah strategi jamur: sedikit menara, jutaan spora, mungkin saja menemukan tempat baru.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Sebuah jamur berhifa bersekat, dinding selnya kitin, dan menghasilkan basidiospora pada basidium. Termasuk divisi apakah jamur itu?
Dinding sel kitin dan hifa bersekat adalah ciri jamur (Fungi).
Basidiospora pada basidium adalah ciri khas Basidiomycota.
Jamur itu termasuk divisi Basidiomycota (contoh jamur merang, Volvariella volvacea).
Jebakan: menganggap jamur termasuk tumbuhan karena diam di tempat. Yang benar: jamur heterotrof (tidak berfotosintesis), dinding selnya kitin, sehingga masuk kingdom Fungi, bukan Plantae.
Jebakan: menyamakan askospora dengan basidiospora. Yang benar: askospora dihasilkan dalam askus (Ascomycota), sedangkan basidiospora dihasilkan pada basidium (Basidiomycota).
- Jamur eukariotik, heterotrof absorptif, dinding sel kitin, tanpa klorofil.
- Struktur: hifa (septat/aseptat), miselium, badan buah, spora.
- Reproduksi vegetatif: fragmentasi, tunas (budding), spora aseksual (konidia).
- Reproduksi generatif: zigospora (Zygomycota), askospora (Ascomycota), basidiospora (Basidiomycota).
- Deuteromycota: jamur dengan reproduksi seksual tak diketahui.