Langsung ke isi
Lyra
Biologi · Kelas 11–12 · Fase F · 7 menit baca

Dominan Tidak Penuh & Kodominan

Setelah ini kamu bisa membedakan dominansi penuh, dominansi parsial, kodominansi, dan alel ganda dari pola rasio fenotip yang menyimpang dari 3

.

Bunga snapdragon merah disilangkan dengan putih, tetapi anaknya bukan merah dan bukan putih — semuanya pink. Golongan darah AB bukan A dan bukan B, melainkan menunjukkan kedua antigen sekaligus. Kedua fenomena ini melanggar pola dominansi penuh yang menghasilkan rasio 3

. Ada lebih dari satu cara alel berinteraksi, dan pola rasio fenotip menjadi sidik jarinya. Bagaimana membedakannya? Coba pilah di bawah.

Baca tiap pernyataan, lalu pilah jenis dominansi yang sesuai, kemudian tekan Periksa.

Tiga pola dominansi

Tidak semua persilangan mengikuti dominansi penuh. Pada dominansi parsial (tidak penuh), heterozigot menampilkan fenotip perantara di antara dua homozigot — snapdragon merah (MM) × putih (mm) menghasilkan F1 pink (Mm). Rasio fenotip F2 menjadi 1 merah : 2 pink : 1 putih (1:2

). Pada kodominansi, kedua alel tampil bersamaan tanpa bercampur — golongan darah AB menunjukkan antigen A dan B sekaligus. Pada dominansi penuh, alel dominan menutupi resesif, menghasilkan rasio 3
.

Dominansi parsial berarti heterozigot berfenotip perantara (campuran). Kodominansi berarti kedua alel tampil sekaligus tanpa bercampur. Keduanya berbeda dari dominansi penuh yang menghasilkan rasio fenotip F2 3

.

Pasangkan jenis dominansi dengan contohnya.

Ciri kodominansi

Pada kodominansi, kedua alel sama-sama ekspresi penuh pada fenotip heterozigot, bukan sebagai campuran. Contoh klasik adalah golongan darah manusia: alel Iᴬ dan Iᴮ sama-sama dominan terhadap i, dan bila seseorang mewarisi Iᴬ dan Iᴮ bersamaan, sel darah merahnya menampilkan kedua antigen A dan B — golongan AB. Ini berbeda dari dominansi parsial di mana fenotip heterozigot adalah perantara (bukan kedua sifat murni sekaligus).

Sorot ciri kodominansi.

Pewarisan warna snapdragon

Susun pewarisan warna snapdragon (dominansi parsial).

Bayangkan dua gelas cat: merah dan putih. Dominansi penuh seperti hanya menuang satu warna — hasilnya murni merah atau putih. Dominansi parsial seperti mencampur kedua cat — hasilnya pink (warna baru di tengah). Kodominan seperti memasang dua kaca film, satu merah satu putih, di jendela yang sama — kamu melihat keduanya bersamaan, bukan campuran pink.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Seorang ayah bergolongan darah A (Iᴬi) dan ibu bergolongan B (Iᴮi). Sebutkan kemungkinan golongan darah anak-anak mereka.

Ayah Iᴬi menghasilkan gamet Iᴬ dan i; ibu Iᴮi menghasilkan gamet Iᴮ dan i.

Empat kombinasi: IᴬIᴮ (AB), Iᴬi (A), Iᴮi (B), dan ii (O). Jadi anak bisa bergolongan AB, A, B, atau O dengan peluang sama.

Jebakan: menyamakan dominansi parsial dengan kodominansi. Yang benar: dominansi parsial menghasilkan fenotip perantara (campuran), sedangkan kodominansi menampilkan kedua fenotip murni bersamaan. Pink snapdragon = parsial; antigen A+B pada AB = kodominan.

Jebakan: menganggap rasio fenotip selalu 3

. Yang benar: rasio 3
hanya untuk dominansi penuh. Dominansi parsial dan kodominansi menghasilkan rasio fenotip 1:2
karena heterozigot memiliki fenotip yang berbeda dan dapat dibedakan dari homozigot.

  • Dominan penuh: heterozigot menyerupai dominan; rasio F2 3
    .
  • Dominansi parsial: heterozigot perantara; rasio F2 1:2
    .
  • Kodominansi: kedua alel tampil bersamaan (mis. golongan AB).
  • Rasio 3
    bukan satu-satunya pola — periksa fenotip heterozigot.
  • Alel ganda (golongan darah) memperluas ragam fenotip.