Langsung ke isi
Lyra
Biologi · Kelas 11–12 · Fase F · 8 menit baca

Alel Ganda: Sistem Golongan Darah

Setelah ini kamu bisa menjelaskan sistem golongan darah ABO dengan alel ganda (IA, IB, i) dan Rh serta menentukan golongan anak dari orang tua.

“Kenapa aku O padahal ayah AB?” Pertanyaan ini sering muncul di pelajaran hereditas. Sistem golongan darah ABO adalah contoh klasik alel ganda — ada tiga alel (Iᴬ, Iᴮ, i) pada satu lokus gen. Iᴬ dan Iᴮ kodominan (keduanya tampil bila bersama), sementara i resesif terhadap keduanya. Kombinasi tiga alel menghasilkan enam genotip dan empat fenotip (A, B, AB, O). Ditambah sistem Rh (positif/negatif), transfusi darah menjadi rumit. Coba pilah di bawah.

Baca tiap genotip, lalu pilah ke golongan darah (fenotip) yang sesuai, kemudian tekan Periksa.

Tiga alel sistem ABO

Golongan darah ABO ditentukan oleh tiga alel pada satu lokus gen: Iᴬ, Iᴮ, dan i. Iᴬ dan Iᴮ keduanya dominan (kodominan bila bersama), sedangkan i resesif. Karena ada tiga alel (bukan dua seperti Mendel klasik), ini disebut alel ganda. Setiap orang memiliki dua alel (dari masing-masing orang tua), sehingga kombinasi yang mungkin: IᴬIᴬ, Iᴬi (fenotip A); IᴮIᴮ, Iᴮi (fenotip B); IᴬIᴮ (fenotip AB); ii (fenotip O). Empat fenotip dari enam genotip.

Alel ganda adalah adanya lebih dari dua alel pada satu lokus gen dalam populasi (meski tiap individu hanya memiliki dua). Kodominan berarti kedua alel sama-sama tampil pada fenotip heterozigot (IᴬIᴮ → golongan AB). Golongan darah ABO adalah sistem dengan tiga alel Iᴬ, Iᴮ, i.

Pasangkan genotip dengan fenotipnya.

Kodominan Iᴬ dan Iᴮ

Yang istimewa dari sistem ABO adalah kodominan Iᴬ dan Iᴮ. Bila seseorang memiliki IᴬIᴮ, kedua antigen (A dan B) sama-sama tampil di permukaan sel darah merah — golongan AB. Ini berbeda dari dominansi parsial (warna tengah) karena bukan campuran, melainkan kedua produk tampil utuh. Itulah mengapa AB adalah resipien universal (tak punya antibodi anti-A maupun anti-B) dan O adalah donor universal (tak punya antigen A atau B).

Sorot ciri sistem ABO.

Sistem Rh dan transfusi

Selain ABO, ada sistem Rh (Rhesus): Rh+ (dominan) atau Rh− (resesif). Seseorang Rh+ bila punya alel Rh, Rh− bila homozigot resesif. Kombinasi ABO dan Rh menghasilkan delapan golongan (A+, A−, B+, B−, AB+, AB−, O+, O−). Pada transfusi, donor dan resipien harus cocok agar antibodi resipien tak menyerang sel darah donor. O− adalah donor universal (tak punya antigen A, B, atau Rh), AB+ resipien universal. Ketidakcocokan Rh pada kehamilan (ibu Rh−, janin Rh+) dapat menyebabkan eritroblastosis fetalis bila tak ditangani.

Susun langkah pewarisan golongan darah.

Bayangkan alel golongan darah seperti tiga jenis stiker: A, B, dan tidak-ada (i). Tiap orang punya dua slot stiker (dari ayah dan ibu). Bila dua slot berisi A dan B, kedua stiker tampil (AB). Bila A dan tidak-ada, hanya A tampil (A). Bila dua tidak-ada, tidak ada stiker sama sekali (O). Anak menerima satu stiker dari tiap orang tua secara acak — itulah mengapa anak bisa berbeda golongan dari salah satu orang tuanya.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Ayah golongan AB (IᴬIᴮ), ibu golongan O (ii). Golongan apa yang mungkin pada anak?

Ayah AB menurunkan Iᴬ atau Iᴮ (50

). Ibu OO menurunkan i saja.

Anak bisa Iᴬi (golongan A) atau Iᴮi (golongan B). Tidak mungkin AB atau O. Inilah jawab “anak O padahal ayah AB” — mustahil.

Jebakan: menyangka anak selalu ber golongan darah salah satu orang tuanya. Yang benar: anak menerima satu alel dari tiap orang tua, sehingga kombinasi alelnya bisa berbeda dari keduanya. Contoh: ayah A (Iᴬi) × ibu B (Iᴮi) bisa menghasilkan anak AB (IᴬIᴮ), O (ii), A (Iᴬi), atau B (Iᴮi). Empat golongan berbeda dari dua orang tua — itulah keajaiban alel ganda.

Jebakan: menyamakan antigen dengan antibodi. Yang benar: antigen adalah protein pada permukaan sel darah merah (antigen A pada golongan A). Antibodi adalah protein dalam plasma yang menyerang antigen asing (orang golongan A punya antibodi anti-B). Inilah dasar ketidakcocokan transfusi — donor B ke resipien A akan menyebabkan antibodi anti-B resipien menyerang sel darah B donor.

  • Sistem ABO: tiga alel IA, IB (dominan/kodominan), i (resesif).
  • Enam genotip → empat fenotip (A, B, AB, O).
  • IAIB = AB kodominan; ii = O.
  • Ditambah Rh (Rh+/Rh−) → delapan golongan.
  • O− donor universal, AB+ resipien universal.