Langsung ke isi
Lyra
Bahasa Indonesia ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Merapikan Paragraf: Hilangkan yang Mubazir

Setelah ini kamu bisa menyunting paragraf dengan menghapus informasi mubazir, kalimat melenceng, dan pengulangan agar paragraf padat dan efektif.

Paragraf yang membengkak justru melemahkan gagasannya; pembaca lelah sebelum sampai inti. Kata mubazir, kalimat melenceng, dan pengulangan menggembungkan tulisan tanpa menambah makna. Menyunting bukan mengurangi, melainkan mempertajam. Bagaimana merapikan paragraf hingga setiap kata bekerja? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca kalimat, lalu tandai kata yang mesti dihapus karena mubazir.

Apa itu paragraf padat

Paragraf padat adalah paragraf yang setiap kalimat dan kata berkontribusi pada gagasan utama, tanpa mubazir, melenceng, atau pengulangan. Kepadatan bukan berarti pendek; paragraf panjang bisa tetap padat bila setiap bagian menambah makna. Sebaliknya, paragraf pendek bisa mubazir bila penuh pengulangan. Menyunting ke arah kepadatan adalah keterampilan utama dalam menulis efektif.

Paragraf padat adalah paragraf yang setiap kalimat dan katanya berkontribusi pada gagasan utama, bebas dari mubazir, kalimat melenceng, dan pengulangan.

Tiga jenis kelainan paragraf

Tiga kelainan yang menggembungkan paragraf. Pertama, mubazir: kata yang mengulang makna kata lain (pleonasme), misalnya โ€œsaling bertatapan satu sama lainโ€. Kedua, kalimat melenceng: kalimat yang tidak mendukung gagasan utama, melainkan melompat ke topik lain. Ketiga, pengulangan: menyatakan hal yang sama berkali-kali dengan kata berbeda tanpa menambah makna. Kamu perlu mengenali ketiganya agar bisa menyunting tepat sasaran.

Tahap menelusuri paragraf

Menyunting paragraf butuh tahap sistematis. Pertama, kamu membaca paragraf utuh untuk menangkap gagasan utama. Kedua, kamu menandai kalimat yang melenceng dari gagasan itu. Ketiga, kamu memeriksa tiap kalimat untuk kata mubazir dan pengulangan. Keempat, kamu membaca ulang hasil suntingan untuk memastikan kepadatan dan kelancaran. Tahap ini menjaga suntingan menyeluruh, bukan sekadar hapal kata.

Mengenali kalimat melenceng

Kalimat melenceng paling sulit dideteksi karena sering terlihat relevan secara permukaan. Kamu perlu menandai kalimat yang benar-benar melenceng dari gagasan utama, bukan sekadar kalimat yang kurang menarik. Pertanyaan kuncinya: apakah kalimat ini mendukung gagasan utama paragraf?

Bayangkan paragraf seperti koper yang kamu kemas untuk bepergian. Setiap kata adalah pakaian yang kamu masukkan. Mubazir adalah membawa dua jas hujan ketika cuma butuh satu; kalimat melenceng adalah memasukkan piring yang tidak akan dipakai; pengulangan adalah melipat baju yang sama dua kali. Koper jadi berat dan berantakan. Menyunting adalah memilih hanya yang akan dipakai, sehingga koper ringan dan rapi.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Paragraf: โ€œOlahraga menyehatkan tubuh. Banyak orang suka sepak bola. Cuaca hari ini cerah. Latihan teratur meningkatkan kebugaran.โ€ Kalimat mana yang mesti dihapus?

Gagasan utama paragraf adalah manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.

Kalimat โ€œCuaca hari ini cerahโ€ tidak berhubungan dengan olahraga atau kesehatan, sehingga mesti dihapus karena melenceng.

Jebakan: menganggap paragraf padat harus pendek. Yang benar: paragraf padat bisa panjang asal setiap kalimat menambah makna; kepadatan diukur dari kontribusi, bukan jumlah kata.

Jebakan: menyamakan mubazir dengan kata yang panjang. Yang benar: mubazir adalah pengulangan makna (pleonasme) atau kata yang tak menambah makna; bukan kata yang panjang atau sulit.

  • Paragraf padat bebas dari mubazir, kalimat melenceng, dan pengulangan.
  • Tiga kelainan: pleonasme (mubazir), kalimat melenceng, dan pengulangan tautologis.
  • Menyunting sistematis: baca utuh, tandai melenceng, periksa mubazir, baca ulang.
  • Kepadatan diukur dari kontribusi tiap kata, bukan panjang paragraf.
  • Kalimat melenceng ditandai dengan pertanyaan: apakah mendukung gagasan utama?