Langsung ke isi
Lyra
Bahasa Indonesia · Kelas 11–12 · Fase F · 5 menit baca

Metafora & Kiasan: Makna Konotatif Lanjut

Setelah ini kamu bisa menafsirkan makna kiasan (metafora, personifikasi, simile, hiperbola) dan menjelaskan efeknya dalam teks sastra maupun jurnalistik.

Mengapa wartawan menulis “bursa saham anjlok” padahal saham tidak betul-betul jatuh dari gedung? Itulah kiasan. Kiasan membuat bahasa lebih hidup, tetapi juga menuntut pembaca menafsirkan makna konotatifnya. Bagaimana cara membacanya? Coba lihat sendiri di bawah.

Coba sorot bagian teks yang mengandung kiasan, lalu lihat penjelasannya.

Apa itu kiasan

Kiasan adalah ungkapan yang maknanya tidak lugas, melainkan konotatif. Pembaca harus menafsirkan makna tersirat di balik kata yang dipakai. Kiasan membuat bahasa lebih hidup dan padat makna.

Kiasan adalah ungkapan yang memakai makna konotatif (tersirat) sehingga pembaca perlu menafsirkan makna sebenarnya di balik kata yang dipakai.

Empat jenis kiasan umum

Beberapa jenis kiasan sering muncul. Metafora membandingkan dua hal secara langsung. Personifikasi membuat benda mati seolah hidup. Simile membandingkan dengan kata penghubung seperti “bagai” atau “laksana”. Hiperbola melebih-lebihkan. Coba bedakan jenisnya.

Makna kontekstual

Kiasan tidak bisa diterjemahkan kata demi kata. Maknanya bergantung konteks. Frasa “bursa anjlok” di editorial ekonomi berarti harga saham turun tajam, bukan gedung jatuh. Coba pasangkan kiasan dengan maknanya.

Pikirkan kiasan seperti kemasan hadiah berlapis. Lapisan luarnya (kata yang dipakai) bukan isi sebenarnya; isi hadiah (makna konotatif) baru terlihat setelah kamu membuka lapisan itu lewat konteks.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Apa makna kontekstual kiasan “bursa saham anjlok”?

Konteksnya adalah pemberitaan ekonomi, bukan kejadian fisik gedung.

“Anjlok” di sini berarti turun tajam, sehingga maknanya adalah harga saham turun drastis.

Jebakan: menerjemahkan kiasan kata demi kata. Yang benar: kiasan harus ditafsirkan sesuai konteks, bukan secara harfiah.

Jebakan: menyamakan metafora dengan simile. Yang benar: metafora membandingkan langsung tanpa kata penghubung, sedangkan simile memakai kata penghubung seperti “bagai” atau “laksana”.

  • Kiasan memakai makna konotatif, sehingga pembaca harus menafsirkannya.
  • Metafora membandingkan langsung; personifikasi membuat benda mati hidup.
  • Simile membandingkan dengan kata penghubung; hiperbola melebih-lebihkan.
  • Makna kiasan ditentukan konteks, tidak bisa diterjemahkan kata demi kata.
  • Kiasan membuat bahasa sastra maupun jurnalistik lebih padat dan hidup.