Idiom & Frasa Tidak Lugas
Setelah ini kamu bisa mengenali dan menafsirkan idiom serta frasa yang maknanya tidak tersusun dari kata-kata penyusunnya.
Bila seseorang berkata “dia membawa buah tangan”, kamu tentu tidak membayangkan ia membawa buah di tangannya. “Buah tangan” adalah idiom yang berarti hadiah atau oleh-oleh. Banyak ungkapan dalam bahasa Indonesia bersifat idiomatik seperti ini; maknanya tidak bisa kamu tebak dari kata per kata. Bila kamu menerjemahkan harfiah, kamu tersesat. Coba lihat sendiri di bawah.
Idiom: makna yang tidak bisa ditebak kata per kata
Idiom adalah ungkapan yang maknanya tidak tersusun dari makna kata-kata penyusunnya. “Buah tangan” tidak ada hubungannya dengan buah atau tangan secara harfiah; maknanya adalah “hadiah yang dibawa dari bepergian”. Karena maknanya berbeda dari makna kata per kata, kamu tidak bisa menerjemahkan idiom secara harfiah. Kamu harus mengenalnya sebagai satu kesatuan.
Inilah yang membedakan idiom dari frasa lugas. Frasa lugas “meja bundar” benar-benar berarti meja yang bundar; maknanya transparan dari kata penyusunnya. Idiom “meja hijau” justru berarti pengadilan, bukan meja yang berwarna hijau. Perbedaan ini penting: ketika kamu bertemu ungkapan asing, tanyakan dulu apakah maknanya transparan atau justru khas — bila khas dan tidak bisa ditebak, kemungkinan besar itu idiom.
Idiom adalah ungkapan yang maknanya tidak tersusun dari makna kata-kata penyusunnya, melainkan telah menjadi satu kesatuan. Contoh: “buah tangan” (hadiah/oleh-oleh), “kambing hitam” (pihak yang disalahkan), “meja hijau” (pengadilan).
Idiom sering muncul dalam teks
Soal idiom sering menyamarkan diri dalam kalimat utuh, bukan disajikan terpisah. Kamu harus menangkap idiom itu di tengah kalimat, lalu memahami maknanya dalam konteks. Coba lengkapi kalimat berikut dengan idiom yang paling tepat. Pilihan yang salah biasanya adalah terjemahan harfiah atau sinonim yang tidak membentuk idiom.
Pasangkan idiom dengan maknanya
Cara terbaik menguasai idiom adalah menghafal maknanya sebagai pasangan. Berbeda dari kosakata biasa, idiom tidak bisa kamu tebak dari kata penyusun; kamu harus tahu makna khasnya. Coba pasangkan idiom di kiri dengan maknanya di kanan.
Bayangkan idiom sebagai resep. Bahan-bahannya (kata-kata penyusun) tidak menjelaskan hasil akhirnya. “Buah” dan “tangan” sebagai bahan tidak menjelaskan “hadiah” sebagai hasil. Kamu harus tahu resepnya dulu — yaitu makna idiom sebagai kesatuan yang sudah baku.
Idiom yang tepat untuk konteks
Beberapa idiom terlihat mirip tetapi berbeda nuansa atau ranah pemakaian. “Memegang kendali” berarti menguasai situasi (netral). “Memegang tongkat estafet” berarti melanjutkan peran (sportif/organisasi). “Memegang peran” berarti menjadi pelaku utama. Memilih idiom yang tepat bergantung pada konteks kalimat. Coba pilah idiom berikut berdasarkan kesesuaiannya dengan konteks yang diberikan.
Hati-hati terjemahan harfiah
Tipuan paling sering: menerjemahkan idiom kata per kata. “Buah tangan” diterjemahkan “fruit of hand” dalam bahasa Inggris — yang tidak masuk akal. “Kambing hitam” diterjemahkan “black goat” — yang tidak menjelaskan makna “pihak yang disalahkan”. Dalam bahasa Indonesia, ketika kamu bertemu idiom, hentikan kebiasaan menerjemahkan kata per kata. Tangkap maknanya sebagai kesatuan. Coba kerjakan latihan berikut, di mana kamu memilih tafsiran yang benar di antara tafsiran harfiah dan tafsiran idiomatik.
Dalam soal Literasi Bahasa Indonesia dan Pemahaman Bacaan & Menulis UTBK (framework snpmb.id/fr), tipe soal idiom sering muncul sebagai “makna ungkapan yang digarisbawahi” atau “pilihan idiom yang tepat untuk melengkapi kalimat”. Tipuan paling sering: pilihan yang merupakan terjemahan harfiah kata per kata. Cara bertahan: baca kalimatnya dulu, tangkap konteks, lalu pilih tafsiran yang masuk akal sebagai kesatuan — bukan terjemahan kata per kata.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Apa makna idiom “memegang kendali” pada kalimat berikut? “Setelah manajer lama mundur, kini Andi yang memegang kendali perusahaan.”
“Memegang kendali” bukan berarti memegang benda bernama kendali. Tidak ada benda “kendali” yang dipegang. Ini idiom.
Kalimat tentang pergantian manajer dan siapa yang kini memimpin perusahaan. Konteksnya: kepemimpinan dan penguasaan.
“Memegang kendali” bermakna menguasai atau memegang kekuasaan atas sesuatu. Jawaban: “memegang kendali” berarti menguasai atau memimpin perusahaan.
Jebakan: menerjemahkan idiom kata per kata. Yang benar: tangkap maknanya sebagai kesatuan yang telah baku.
Jebakan: menyangka semua frasa bersifat idiomatik. Yang benar: banyak frasa lugas yang maknanya transparan dari kata penyusunnya.
Jebakan: mengira idiom hanya muncul di teks sastra. Yang benar: idiom lazim dipakai di berita, percakapan, dan teks ilmiah populer.
- Idiom = ungkapan yang maknanya tidak tersusun dari kata penyusunnya.
- Ciri idiom: maknanya tidak bisa ditebak kata per kata.
- Idiom harus dipahami sebagai satu kesatuan makna yang telah baku.
- Contoh: buah tangan (hadiah), kambing hitam (pihak disalahkan), meja hijau (pengadilan).
- Jangan terjemahkan idiom secara harfiah; tangkap makna idiomatiknya.