Langsung ke isi
Lyra
Bahasa Indonesia · Kelas 11–12 · Fase F · 7 menit baca

Kata Abstrak & Istilah Teknis

Setelah ini kamu bisa membedakan kata abstrak dan istilah teknis (denotatif, konotatif konteks luas) yang menjadi karakteristik teks TKA.

Pernahkah kamu membaca teks berisi kata seperti “keadilan”, “esensi”, atau “modernisasi”? Kata-kata itu tidak bisa kamu sentuh atau lihat langsung, tetapi sangat penting untuk dipahami. Teks TKA memang banyak memuat kata abstrak dan istilah teknis. Mengapa teks ujian begitu sering memakai kata semacam ini? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap kata, lalu pilah ke kolom jenisnya yang tepat.

Apa itu kata abstrak dan istilah teknis

Kata abstrak adalah kata yang menyatakan konsep, sifat, atau proses yang tidak dapat disentuh secara fisik, misalnya “keadilan”, “esensi”, atau “modernisasi”. Istilah teknis adalah kata khusus yang dipakai dalam bidang tertentu, misalnya “inflasi” (ekonomi) atau “genetika” (biologi). Kedua jenis kata ini menjadi karakteristik teks TKA karena teks ujian sering membahas konsep dan ilmu pengetahuan. Menguasainya menolong kamu membaca teks sulit dengan lancar.

Kata abstrak menyatakan konsep atau sifat yang tidak dapat disentuh fisik, sedangkan istilah teknis adalah kata khusus yang dipakai dalam bidang tertentu. Keduanya menjadi ciri khas teks TKA.

Makna denotatif dan konotatif

Sebuah kata bisa bermakna denotatif atau konotatif. Makna denotatif adalah makna sebenarnya sesuai kamus, misalnya “kuda” = hewan berkaki empat. Makna konotatif adalah makna kontekstual yang dipengaruhi perasaan atau situasi, misalnya “kuda hitam” = pesaing tak terduga. Dalam teks TKA, kata abstrak sering muncul dalam konteks luas, sehingga kamu harus memperhatikan konteks kalimat untuk menentukan maknanya.

Tahap menangkap istilah teknis

Menangkap istilah teknis dalam teks memerlukan tahap. Pertama, kamu menandai kata yang asing atau spesifik bidang. Kedua, kamu mencari konteks pemakaian dalam kalimat. Ketiga, kamu memeriksa apakah ada penjelasan, definisi appositif, atau contoh di sekitarnya. Keempat, kamu menyimpulkan makna kontekstual istilah itu. Tahap ini menjaga pemahamanmu tetap berbasis konteks, bukan tebakan.

Ciri kata abstrak

Kata abstrak punya ciri khas. Biasanya berwujud konsep (keadilan), sifat (esensial), atau proses (modernisasi), sering pula berimbuhan kompleks. Kamu perlu menandai ciri mana yang menunjukkan kata abstrak.

Bayangkan kata abstrak seperti bayangan benda. Kata konkret “meja” bisa kamu sentuh dan lihat; kata abstrak “keadilan” hanyalah bayangan yang tidak bisa dipegang. Tetapi bayangan itu tetap nyata pengaruhnya — keadilan menentukan bagaimana orang diperlakukan, meski tidak bisa kamu pegang dengan tangan.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Dalam kalimat “Negara mengusahakan pemerataan pembangunan”, kata “pemerataan” termasuk kata abstrak atau konkret? Jelaskan.

Kata “pemerataan” adalah konsep proses yang tidak dapat disentuh fisik; ia lahir dari imbuhan pe- + rata + -an.

Karena menyatakan proses yang tidak kasat mata, “pemerataan” adalah kata abstrak yang berarti proses membuat sesuatu menjadi rata atau adil.

Jebakan: menyamakan kata abstrak dengan kata yang sulit. Yang benar: kata abstrak adalah kata yang menyatakan konsep (keadilan), bukan sekadar kata sulit; banyak kata sulit justru konkret (mis. tergantung konteks).

Jebakan: menganggap makna konotatif sama dengan makna denotatif. Yang benar: denotatif adalah makna kamus, sedangkan konotatif dipengaruhi konteks dan perasaan, sehingga bisa berbeda pada kalimat berbeda.

  • Kata abstrak menyatakan konsep, sifat, atau proses yang tidak kasat mata.
  • Istilah teknis adalah kata khusus yang dipakai dalam bidang tertentu.
  • Makna denotatif adalah makna kamus; konotatif dipengaruhi konteks.
  • Kata abstrak dan istilah teknis adalah ciri khas teks TKA.
  • Memahami konteks kalimat menolong menangkap makna istilah.