Langsung ke isi
Lyra
Bahasa Indonesia · Kelas 11–12 · Fase F · 6 menit baca UTBKUTBK

Menilai Ketepatan & Kesesuaian Penggunaan Bahasa

Setelah ini kamu bisa menilai ketepatan diksi dan struktur kalimat terhadap tujuan teks, sekaligus mengenali kategori masalah bahasanya.

Dua kalimat membawa pesan yang sama: “Bapak guru mengajarkan kami banyak hal.” dan “Bapak guru mentransferkan banyak knowledge kepada kami.” Pesannya mirip, tetapi yang kedua mencampur diksi formal dengan istilah asing yang mubazir. Memilih bahasa yang tepat bukan soal benar-salah ejaan saja — ada soal cocok-tidaknya dengan tujuan. Bagaimana menilainya tanpa terjebak kaku? Coba lihat sendiri di bawah.

Coba klik kata yang bermasalah di kalimat di bawah, lalu pilih perbaikannya dari opsi yang muncul.

Ketepatan bahasa: bukan sekadar ejaan

Ketika menilai bahasa teks, banyak pembaca hanya mengecek ejaan. Padahal, ejaan hanyalah satu sisi. Sisi lain yang lebih sering menjebak: pilihan diksi yang berlebihan, kalimat yang rancu, atau nada yang tidak sesuai tujuan. Evaluasi bahasa menuntut kamu menilai keempatnya.

Ketepatan penggunaan bahasa adalah kesesuaian diksi, struktur kalimat, dan nada terhadap tujuan teks — diukur dari empat kriteria: tepat makna, hemat kata, jelas struktur, dan sesuai nada.

Karena itu, menilai bahasa bukan soal “suka atau tidak suka”, melainkan mengecek apakah setiap pilihan kata benar-benar melayani tujuan teks.

Empat kategori masalah bahasa yang sering dijumpai

Masalah bahasa dapat dikelompokkan menjadi empat kategori lazim.

KategoriCiriContoh
Berlebihan (pleonasme)Kata mubazir yang maknanya sudah ada“saling bekerja sama”
Tidak bakuBentuk tak sesuai kaidah baku“mnyiram” (seharusnya menyiram)
Rancu (ambigu)Makna ganda/tak jelas“Ia memberi buku teman”
Tidak logisHubungan tak masuk akal“Harganya murah dan mahal”

Mengenali kategori penting agar perbaikan tepat sasaran. Memperbaiki kalimat berlebihan dengan menambah kata justru memperparah; memperbaiki kalimat rancu dengan mengganti diksi adalah langkah yang benar.

Bayangkan bahasa seperti pakaian. Pakaian berlebihan (pleonasme) seperti memakai dua jas sekaligus — mubazir. Pakaian tidak baku seperti memakai kaus ke pesta resmi. Pakaian rancu seperti baju yang tak jelas untuk apa. Pakaian tidak logis seperti memakai jas hujan di musim kemarau. Tiap masalah butuh perbaikan berbeda.

Memperbaiki kalimat rancu

Kalimat rancu adalah yang maknanya ganda atau tak jelas. Biasanya penyebabnya: letak kata yang ambigu, atau hubungan antarbagian yang tak jelas.

Latih memperbaiki kalimat rancu. Klik kata/frasa yang bikin rancu, lalu pilih perbaikan yang membuat makna jelas.

Mengenali kategori masalah pada beragam kalimat

Setelah bisa memperbaiki satu kasus, latih diri mengenali kategori pada beragam kalimat. Ini keterampilan inti untuk soal ujian yang menanyakan “apa kesalahan kalimat ini?”

Pilah sendiri. Untuk tiap kalimat, tentukan kategori masalahnya.

Di TKA dan UTBK (Literasi maupun Pemahaman Bacaan & Menulis), soal ketepatan bahasa muncul sebagai “bagian kalimat yang perlu diperbaiki” atau “kalimat yang paling efektif”. Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) memasukkan “menilai ketepatan dan kesesuaian penggunaan bahasa” sebagai subkompetensi resmi. Jebakan: hanya mengecek ejaan padahal masalah sering di diksi/struktur. Cara bertahan: periksa empat kriteria (tepat, hemat, jelas, sesuai nada).

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Evaluasi kalimat: “Para penonton-penonton sangat antusias sekali menonton pertandingan final tersebut.”

Ada dua: “para penonton-penonton” (ganda) dan “sang antusias sekali” (berlebihan). Kedua-duanya pleonastik.

Kategori: berlebihan (pleonasme). “Para” sudah jamak, jadi “penonton” tak perlu diulang. “Sang” + “sekali” bertumpuk penanda derajat.

Hapus pengulangan: “Para penonton sangat antusias menonton pertandingan final tersebut.” atau “Penonton antusias sekali menonton pertandingan final itu.” Keduanya menghilangkan keberlebihan tanpa mengubah makna.

Jebakan: hanya mengecek ejaan ketika menilai bahasa. Yang benar: periksa juga diksi (berlebihan/tidak baku), struktur (rancu), dan logika (masuk akal).

Jebakan: memperbaiki kalimat berlebihan dengan menambah kata. Yang benar: pleonasme diatasi dengan menghapus kata mubazir, bukan menambah lagi.

  • Ketepatan bahasa menilai diksi, struktur kalimat, dan nada terhadap tujuan teks.
  • Empat kategori masalah lazim: berlebihan, tidak baku, rancu, tidak logis.
  • Pleonasme (berlebihan) diatasi dengan menghapus kata mubazir.
  • Kalimat rancu (ambigu) diatasi dengan memperjelas letak frasa.
  • Di soal ujian, periksa empat kriteria — jangan hanya ejaan.