Langsung ke isi
Lyra
TPS & Kuantitatif ยท Umum ยท 7 menit baca UTBK

Pola & Deret Bilangan dan Huruf

Setelah ini kamu bisa mengenali aturan deret bilangan dan huruf (selisih tetap, rasio, selang-seling, dua tingkat) serta menentukan suku berikutnya dengan tepat.

Deret โ€œ2, 4, 8, 16, โ€ฆโ€ mudah: tiap suku dikali 2. Tetapi bagaimana dengan โ€œ2, 3, 5, 9, 17, โ€ฆโ€? Selisihnya 1, 2, 4, 8 โ€” deret dalam deret. PU senang menyembunyikan pola dua tingkat atau selang-seling begini. Kuncinya bukan menebak, melainkan membaca baris selisih atau rasio sampai pola terlihat. Mari latih di bawah.

Coba geser parameter deret di bawah; perhatikan bagaimana aritmetika tumbuh lurus sementara geometri melonjak.

Empat keluarga pola deret

Sebagian besar deret PU termasuk empat keluarga. Pertama, aritmetika: selisih antar suku tetap (2, 5, 8, 11 โ€” beda 3). Kedua, geometri: tiap suku dikali rasio tetap (3, 6, 12, 24 โ€” rasio 2). Ketiga, selang-seling: dua pola berselang, misalnya ganjil-genap atau naik-turun (1, 10, 3, 20, 5, โ€ฆ). Keempat, dua tingkat: baris selisih antar suku sendiri membentuk deret baru (2, 3, 5, 9, 17 โ€” selisihnya 1, 2, 4, 8 = geometri).

Deret aritmetika adalah deret dengan selisih tetap bb antar suku: Un=a+(nโˆ’1)bU_n = a + (n-1)b. Deret geometri adalah deret dengan rasio tetap rr: Un=aโ‹…rnโˆ’1U_n = a \cdot r^{n-1}. Kedua pola ini dideteksi dengan menghitung baris selisih atau baris rasio antar suku.

Un=a+(nโˆ’1)b(aritmetika)U_n = a + (n-1)b \quad \text{(aritmetika)} Un=aโ‹…rnโˆ’1(geometri)U_n = a \cdot r^{n-1} \quad \text{(geometri)}

Arti tiap simbol: UnU_n = suku ke-nn, aa = suku pertama, bb = beda tetap, rr = rasio tetap, nn = posisi suku (mulai 1).

Strategi deteksi cepat: hitung baris selisih dulu. Bila selisih tetap โ†’ aritmetika. Bila selisih berubah tapi sendiri membentuk pola โ†’ dua tingkat. Bila selisih membengkak cepat โ†’ cek rasio; bila rasio tetap โ†’ geometri.

Deret dua tingkat: bongkar selisihnya

Bila baris selisih tidak tetap, jangan menyerah โ€” hitung selisih dari selisih (selisih kedua). Deret kuadrat sempurna (1, 4, 9, 16, 25) punya selisih pertama 3, 5, 7, 9 dan selisih kedua konstan 2. Pola dua tingkat sangat umum di PU karena menguji apakah kamu melihat lapisan tersembunyi.

Bayangkan deret sebagai tangga. Aritmetika = anak tangga sama tinggi (naik konstan). Geometri = anak tangga makin tinggi dengan faktor sama (naik eksponensial). Dua tingkap = tangga yang anak-anaknya sendiri adalah tangga lain.

Selang-seling dan deret huruf

Pola selang-seling menggabungkan dua aturan berbeda pada posisi ganjil/genap. Contoh: 1, 10, 3, 20, 5, โ€ฆ โ€” posisi ganjil 1, 3, 5 (aritmetika beda 2); posisi genap 10, 20 (geometri rasio 2). Untuk deret huruf, ubah huruf ke angka posisi alfabet (A=1, B=2, โ€ฆ, Z=26) lalu perlakukan sebagai deret bilangan. Kata โ€œACEGโ€ menjadi 1, 3, 5, 7 โ€” aritmetika beda 2.

Komponen kuantitatif PU (framework SNPMB) menguji deteksi pola deret, termasuk deret huruf. Skor datang dari membaca baris selisih atau rasio sampai pola terungkap โ€” bukan menebak. Selalu tulis baris selisih di kertas sebelum memilih jawaban.

PolaCara deteksiContoh
AritmetikaSelisih tetap2, 5, 8, 11 (b=3)
GeometriRasio tetap3, 6, 12, 24 (r=2)
Selang-selingDua pola ganjil/genap1, 10, 3, 20, 5
Dua tingkatSelisih sendiri berpola2, 3, 5, 9, 17

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Tentukan suku berikutnya dari deret: 3, 7, 13, 21, 31, โ€ฆ

Selisih: 7โˆ’3=4, 13โˆ’7=6, 21โˆ’13=8, 31โˆ’21=10. Baris selisih: 4, 6, 8, 10.

Selisih antar selisih: 6โˆ’4=2, 8โˆ’6=2, 10โˆ’8=2 โ€” konstan. Ini pola dua tingkat dengan selisih kedua = 2.

Selisih berikutnya = 10 + 2 = 12. Suku berikutnya = 31 + 12 = 43.

Jebakan: menebak suku berikutnya tanpa menulis baris selisih. Yang benar: selalu tulis baris selisih di kertas dulu; pola dua tingkat atau selang-seling baru terlihat setelah baris selisih dieksplisitkan.

Jebakan: mengira baris selisih yang tidak tetap berarti tak ada pola. Yang benar: hitung selisih kedua; banyak deret PU adalah pola dua tingkat dengan selisih kedua konstan.

Jebakan: lupa bahwa deret huruf bisa diubah ke angka (A=1โ€ฆZ=26). Yang benar: translasi huruf ke angka lalu perlakukan sebagai deret bilangan biasa.

  • Empat keluarga pola: aritmetika (selisih tetap), geometri (rasio tetap), selang-seling, dua tingkat.
  • Deteksi utama: hitung baris selisih; bila tak tetap, cek selisih kedua atau rasio.
  • Deret dua tingkat: baris selisih sendiri membentuk deret (sering geometri atau aritmetika kedua).
  • Deret huruf = deret bilangan dengan A=1, B=2, โ€ฆ, Z=26.
  • Tulis baris selisih di kertas sebelum memilih jawaban; jangan menebak.