Membandingkan Besaran Hasil Operasi Tanpa Hitung Tuntas
Setelah ini kamu bisa memutuskan cepat mana yang lebih besar di antara dua hasil operasi tanpa menghitung tuntas, lewat strategi acuan, samakan penyebut, dan coret faktor sama.
Soal PU menanyakan: mana lebih besar, 7 ร 18 atau 6 ร 19? Menghitung keduanya butuh waktu; tapi lihat lebih dekat โ kedua produk punya 6 ร 18 sebagai โbagianโ, lalu tinggal bandingkan sisanya. Trik seperti itu menghemat detik-detik berharga di soal cepat. Mari kumpulkan triknya.
Mengapa tidak perlu hitung tuntas
Soal perbandingan cepat di PU dan PK sering memberi dua ekspresi yang bisa dibandingkan tanpa dihitung penuh. Menghitung penuh membuang waktu padahal yang ditanya hanya โlebih besar manaโ. Strateginya: cari bagian yang sama di kedua ekspresi, lalu bandingkan sisanya. Bagian yang sama boleh berupa faktor, suku, atau penyebut.
Perbandingan cepat adalah membandingkan dua hasil operasi dengan strategi aljabar (coret faktor, samakan penyebut, ambil acuan) tanpa menghitung nilai masing-masing secara penuh. Tujuannya: vonis lebih besar/lebih kecil/sama dengan waktu sesingkat mungkin.
Strategi inti ada empat: (1) ambil acuan, (2) samakan penyebut, (3) coret faktor sama, (4) bulatkan untuk estimasi. Pilihan strategi tergantung bentuk kedua ekspresi. Soal perkalian โ coret faktor sama atau ambil acuan; soal pecahan โ samakan penyebut; soal angka jelek โ bulatkan dulu.
Komponen PU kuantitatif menuntut kecepatan ยฑ1 menit/soal; perbandingan dua besaran adalah tipe yang paling sering muncul. Trik tanpa-hitung membebaskan waktu untuk soal yang benar-benar butuh hitung. Di PK, tipe โperbandingan dua kuantitasโ punya format 4 opsi baku termasuk โtidak dapat ditentukanโ โ di sini kita latih kerangka berpikirnya.
Trik 1: ambil acuan (baseline)
Bila kedua ekspresi punya bentuk mirip, cari satu โbagian bersamaโ yang sama nilainya di kedua ekspresi, lalu bandingkan sisanya. Contoh tadi: 7ร18 dan 6ร19 berbagi 6ร18. Setelah bagian bersama dilepas, tinggal 18 lawan 6 โ jelas A menang.
Latih kebiasaan menemukan acuan pada drill berikut. Lihat dulu: apakah kedua ekspresi bisa diuraikan jadi sesuatu yang beririsan?
Trik 2: samakan penyebut
Untuk pecahan, bandingkan dengan menyamakan penyebut ke KPK (atau sekalian perkalian penyebut bila KPK sulit). Setelah penyebut sama, bandingkan pembilangnya saja. Contoh: 3/4 vs 5/7 โ KPK 28 โ 21/28 vs 20/28 โ P menang 1/28.
Trik 3: coret faktor yang sama
Untuk perkalian, bila kedua ekspresi punya satu faktor yang sama, faktor itu boleh dicoret (dibagi) dari keduanya tanpa mengubah urutan besar. Contoh: 24 ร 17 vs 24 ร 15 โ coret 24 โ bandingkan 17 vs 15 โ kiri menang. Trik ini juga bekerja untuk pembagian (faktor pembagi yang sama dicoret).
Bayangkan kedua ekspresi sebagai dua timbal timbangan. Coret faktor yang sama = mengangkat beban yang sama berat dari kedua sisi โ posisi timbangan tidak berubah. Untuk pembagian, hati-hati: pembagi yang lebih kecil justru membuat hasil lebih besar.
Trik 4: bulatkan untuk estimasi
Bila kedua ekspresi punya angka jelek (mis. 47 ร 53 vs 51 ร 49), bulatkan ke puluhan terdekat dulu untuk estimasi kasar: 50 ร 50 = 2500 vs 50 ร 50 = 2500 โ imbang kasar, perlu cek lebih halus. Bila estimasi kasar sudah memisahkan jauh, vonis aman. Latih memilih trik mana yang cocok untuk bentuk soal.
| Bentuk soal | Trik tercepat | Contoh |
|---|---|---|
| Dua perkalian berbagi faktor | Coret faktor sama | 36ร17 vs 36ร12 โ coret 36 |
| Dua pecahan | Samakan penyebut / sederhanakan | 3/4 vs 5/7 โ 21/28 vs 20/28 |
| Dua ekspresi mirip | Ambil acuan | 7ร18 vs 6ร19 โ acuan 6ร18 |
| Angka jelek tiga digit | Ambil acuan / estimasi halus | 487ร612 vs 489ร610 |
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Mana yang lebih besar: A = 8 ร 25 atau B = 4 ร 51?
Perhatikan 8 = 4 ร 2, jadi A bisa ditulis ulang: A = (4 ร 2) ร 25 = 4 ร (2 ร 25) = 4 ร 50.
Sekarang A = 4 ร 50, B = 4 ร 51. Coret faktor 4, bandingkan 50 vs 51. B menang tipis (selisih 1 ร 4 = 4).
Jebakan: membulatkan kedua ekspresi ke angka โcantikโ padahal selisih aslinya tipis. Yang benar: untuk selisih kecil, pakai trik acuan atau coret faktor โ pembulatan bisa membalik vonis.
Jebakan: pada pembagian, mengira pembagi lebih besar membuat hasil lebih besar (tertular intuisi perkalian). Yang benar: pembagi lebih kecil โ hasil lebih besar; pembagi lebih besar โ hasil lebih kecil.
Jebakan: lupa bahwa 1 dalam opsi โsama besarโ sah โ kadang kedua ekspresi benar-benar sama (faktor tersamarkan, mis. 9ร14 vs 7ร18). Yang benar: cek kemungkinan โsama besarโ sebelum memilih salah satu sisi.
- Perbandingan cepat: vonis lebih besar/kecil/sama tanpa hitung tuntas.
- Empat trik: ambil acuan, samakan penyebut, coret faktor sama, bulatkan untuk estimasi.
- Coret faktor sama hanya aman untuk perkalian; pembagian revers (pembagi kecil = hasil besar).
- Untuk selisih tipis, hindari pembulatan โ pakai acuan atau coret faktor.
- Selalu pertimbangkan opsi โsama besarโ โ faktor tersamarkan sering membuat kedua ekspresi identik.