Melengkapi Angka Hilang di Tabel dan Diagram
Setelah ini kamu bisa menemukan aturan antar-baris dan antar-kolom pada tabel, piktogram, atau diagram operasi lalu mengisi sel kosong dengan tepat.
Tabel di soal PU: kolom A, B, C; baris pertama 2, 4, 8; baris kedua 3, 6, 12; baris ketiga 5, 10, ?. Apa isinya? Sebagian siswa menebak 20, sebagian 15. Tapi lihat polanya: kolom B = 2 ร kolom A, kolom C = 2 ร kolom B. Jadi ? = 2 ร 12 = 24, bukan 20 atau 15. Soal angka hilang = menemukan aturan dulu, baru mengisi.
Apa itu soal angka hilang di tabel
Soal angka hilang di tabel memberi sebuah kisi angka dengan satu (atau lebih) sel kosong, dan tugasmu menemukan aturan yang menghubungkan angka-angka itu, lalu mengisi sel kosong. Aturan bisa antar-baris (hubungan kolom dalam satu baris), antar-kolom (hubungan baris dalam satu kolom), atau gabungan. Kunci: jangan menebak satu sel โ verifikasi aturan ke seluruh tabel dulu, baru aplikasikan ke sel kosong.
Aturan tabel adalah hubungan matematis yang menghubungkan nilai-nilai dalam satu baris (antar-kolom) atau satu kolom (antar-baris) sehingga seluruh baris/kolom konsisten. Aturan yang sah harus terpenuhi di semua baris/kolom yang diketahui, bukan hanya satu. Sel kosong diisi dengan menerapkan aturan yang sudah terverifikasi.
Strategi baku: (1) identifikasi apakah relasi antar-kolom (dalam baris) atau antar-baris (dalam kolom), (2) cari hubungan sederhana dulu (penjumlahan, perkalian, selisih konstan, rasio konstan), (3) verifikasi ke semua baris/kolom, (4) bila tidak sederhana, coba pola kuadrat atau dua-operasi, (5) aplikasikan ke sel kosong. Aturan yang benar tidak pernah punya pengecualian pada data yang diberikan.
Komponen PU kuantitatif kerap menguji pengenalan pola dalam format tabel, piktogram, atau diagram operasi. Keterampilan inti: teliti mencari aturan dan konsisten memverifikasinya. Jebakan terbesar adalah menebak berdasarkan satu baris tanpa cek baris lain โ sering menghasilkan jawaban yang โterlihat benarโ tapi melanggar aturan di tempat lain.
Aturan antar-kolom: hubungan dalam satu baris
Aturan antar-kolom paling umum: kolom ketiga = fungsi dari kolom pertama dan kedua. Contoh: tabel A, B, C dengan C = A + B (penjumlahan), C = A ร B (perkalian), C = A โ B (selisih), atau C = B/A (rasio). Strategi: pakai dua baris yang lengkap untuk menebak aturan, lalu verifikasi ke baris ketiga sebelum mengisi sel kosong.
Drill berikut memberi tabel dengan satu sel kosong di kolom hasil; aturannya konsisten antar-baris (C = A ร B). Kerjakan beberapa putaran untuk membiasakan diri menemukan aturan.
Aturan antar-baris: pola dalam satu kolom
Aturan antar-baris adalah pola deret dalam satu kolom: naik konstan (aritmetika), naik berlipat (geometri), kuadrat, atau pola campuran. Ini langsung terkait dengan artikel pola deret bilangan. Strategi: hitung selisih antar-baris berturut-turut; bila selisih konstan = aritmetika; bila rasio konstan = geometri; bila selisih bertambah teratur (mis. 1, 3, 5, 7) = kuadrat.
Bayangkan tabel sebagai mesin dengan aturan tersembunyi. Tiap baris adalah satu percobaan mesin itu. Tugasmu merekonstruksi aturan mesin dari beberapa percobaan, lalu prediksi keluaran untuk input baru. Aturan yang benar menjelaskan SEMUA percobaan tanpa kecualan โ kalau ada satu baris yang โnggak cocokโ, aturanmu salah.
Aturan dua-operasi dan pola campuran
Beberapa tabel memakai dua operasi atau pola campuran: mis. C = 2A + B, atau kolom naik dengan selisih yang sendiri naik (pola kuadrat). Aturan dua-operasi: cari koefisien dengan dua baris lengkap sebagai sistem persamaan. Pola kuadrat: selisih antar-baris naik sebesar bilangan ganjil (1, 3, 5, 7) atau konstanta kedua (selisih dari selisih) tetap. Latih memilih aturan yang tepat.
| Jenis aturan | Ciri | Contoh |
|---|---|---|
| Penjumlahan antar-kolom | C = A + B | (1,2,3), (2,4,6) |
| Perkalian antar-kolom | C = A ร B | (2,3,6), (4,5,20) |
| Aritmetika antar-baris | selisih konstan | 2, 5, 8, 11 (beda 3) |
| Geometri antar-baris | rasio konstan | 3, 6, 12, 24 (rasio 2) |
| Kuadrat antar-baris | selisih naik ganjil | 2, 5, 10, 17 (nยฒ+1) |
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Tabel 3 kolom (A, B, C). Baris 1: (2, 3, 7). Baris 2: (4, 5, 13). Baris 3: (1, 6, ?). Temukan aturan dan isi ?.
Baris 1: A=2, B=3, C=7. Coba C = 2A + B โ 2(2)+3 = 7 โ. Baris 2: 2(4)+5 = 13 โ. Aturan terverifikasi: C = 2A + B.
Baris 3: A=1, B=6 โ C = 2(1) + 6 = 2 + 6 = 8. Jawaban: ? = 8.
Jebakan: menebak sel kosong berdasarkan satu baris saja tanpa verifikasi aturan ke baris lain. Yang benar: temukan aturan dari minimal dua baris lengkap, verifikasi ke baris ketiga, baru aplikasikan ke sel kosong.
Jebakan: langsung menebak pola aritmetika padahal polanya geometri atau kuadrat. Yang benar: cek selisih dulu; bila selisih tidak konstan, cek rasio; bila rasio tidak konstan, cek pola kuadrat (selisih ganjil).
Jebakan: mengabaikan kemungkinan dua aturan sama-sama konsisten (mis. C=A+B dan C=3รA di tabel khusus). Yang benar: bila dua aturan konsisten, pilih yang paling sederhana sebagai jawaban resmi โ tapi waspadai tabel yang dirancang ambigu.
- Soal angka hilang tabel: temukan aturan antar-baris/kolom dulu, baru isi sel kosong.
- Aturan antar-kolom: C = fungsi(A, B) โ coba jumlah/kali/selisih, verifikasi ke semua baris.
- Aturan antar-baris: pola deret โ aritmetika (selisih konstan), geometri (rasio konstan), kuadrat (selisih ganjil).
- Selalu verifikasi aturan ke minimal dua baris lengkap sebelum aplikasikan ke sel kosong.
- Jebakan khas: menebak dari satu baris, salah duga pola, abaikan ambiguitas dua aturan konsisten.