Langsung ke isi
Lyra
TPS & Kuantitatif · Umum · 8 menit baca UTBK

Penalaran Induktif: Analogi

Setelah ini kamu bisa mengidentifikasi jenis hubungan sebuah pasangan konsep dan menerapkannya ke pasangan baru untuk menjawab soal analogi.

“Dokter : pasien = guru : ?” Apa jawabannya — murid, sekolah, atau papan tulis? Tergantung bagaimana kamu memetakan hubungannya. Bila hubungannya “yang dilayani”, jawabnya murid. Bila “tempat bekerja”, jawabnya sekolah. Analogi di PU menguji apakah kamu bisa membaca pola hubungan dengan tepat, bukan menebak asosiasi liar. Mari coba memetakan beberapa hubungan di bawah.

Coba kerjakan tiga butir sampler berikut; perhatikan jenis hubungan yang dipakai.

Inti analogi: hubungan, bukan kata

Soal analogi biasanya berbentuk “A : B = C : ?” dan meminta kamu memilih D sehingga hubungan C-D sama persis dengan A-B. Yang dinilai bukan kedekatan kata, melainkan jenis hubungan antar kedua kata. Banyak siswa terjebak memilih D yang terasa “berdekatan” dengan C tanpa cek apakah hubungannya sejajar.

Analogi adalah pemetaan hubungan dari satu pasangan konsep (basis) ke pasangan lain (sasaran) sehingga jenis hubungan keduanya sejajar. Hubungan umum: alat-fungsi, bagian-keseluruhan, sebab-akibat, sinonim, antonim, benda-sifat.

Strategi dua langkah yang ampuh: (1) buat kalimat penghubung A-B sesederhana mungkin (“pisau adalah alat untuk memotong”), lalu (2) cari D yang membuat kalimat penghubung C-D berbunyi persis sama (“pena adalah alat untuk menulis”). Bila kalimatnya berbeda, hubungan tidak sejajar.

Komponen induktif PU (framework SNPMB) memasukkan analogi sebagai bentuk penalaran dari yang khas ke yang khas. Pola dua langkah — tentukan jenis dulu, baru terapkan — memaksa hubungan dieksplisitkan, sehingga opsi penyesat yang sekadar mirip kata mudah dieliminasi.

Hubungan kuantitatif: bagian-keseluruhan sebagai angka

Beberapa soal analogi PU memadukan hubungan konsep dengan hitungan, misalnya rasio bagian terhadap keseluruhan. Latih kepekaan angkanya lewat generator di bawah — tekan Soal baru untuk variasi.

Pikirkan analogi seperti timah solder: kamu melelehkan hubungan A-B, lalu menuangkannya ke cetakan C-D. Bila cetakan sama, hubungan akan pas. Bila ada sisa atau lubang, berarti jenis hubungan tidak sejajar.

Identifikasi jenis hubungan

Sebelum menerapkan, latih membaca jenis hubungan dari pasangan dasar. Soal PU kerap menguji langkah ini secara terselubung: opsi yang salah biasanya berbagi topik dengan kata yang ditanya, tetapi hubungannya berbeda.

Menerapkan hubungan ke pasangan baru

Setelah jenis hubungan jelas, terapkan ke pasangan sasaran. Latih dengan empat opsi: hanya satu yang hubungannya benar-benar sejajar, sisanya sekadar berbagi topik.

Jenis hubunganPola kalimat penghubungContoh
Alat-fungsi“X alat untuk Y”pisau : memotong
Bagian-keseluruhan“X bagian dari Y”roda : mobil
Sebab-akibat“X menyebabkan Y”hujan : basah
Sinonim“X bermakna sama dengan Y”gembira : senang
Antonim“X berlawanan dengan Y”siang : malam

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Dokter : pasien = guru : ? Pilihan: (a) murid, (b) sekolah, (c) papan tulis, (d) gaji.

Hubungan dokter-pasien: “dokter melayani/mengajar pasien”. Jadi polanya “profesi : objek pelayanan”.

(a) guru melayani/mengajar murid — polanya cocok. (b) sekolah bukan objek pelayanan, melainkan tempat. (c) papan tulis alat, bukan objek pelayanan. (d) gaji imbalan, bukan objek pelayanan.

Hanya (a) murid memenuhi kalimat penghubung “profesi : objek pelayanan”. Jawaban: murid.

Jebakan: memilih opsi yang katanya “dekat” dengan kata sasaran tanpa cek hubungan. Yang benar: buat kalimat penghubung A-B dulu, lalu uji apakah C-D memenuhi kalimat yang persis sama.

Jebakan: lupa memeriksa arah hubungan (A

vs B
). Yang benar: hubungan memiliki arah — “roda : mobil” (bagian : keseluruhan) berbeda dari “mobil : roda” (keseluruhan : bagian). Samakan arahnya.

Jebakan: mengira semua pasangan benda-aktivitas pasti alat-fungsi. Yang benar: perhatikan apakah kata pertama benar-benar “alat” yang digunakan untuk aktivitas kedua, atau benda yang sekadar dikaitkan dengannya.

  • Analogi PU menguji kemampuan memetakan hubungan A-B ke pasangan C-D sejajar.
  • Pola dua langkah: tentukan jenis hubungan (alat-fungsi, bagian-keseluruhan, sebab-akibat, sinonim, antonim), lalu terapkan dengan kalimat penghubung yang sama.
  • Buat kalimat penghubung sederhana (“X alat untuk Y”), lalu uji tiap opsi dengan kalimat itu.
  • Jebakan umum: kedekatan kata tanpa cek hubungan, arah hubungan terbalik, asosiasi bebas.
  • Latih membaca jenis hubungan dengan cepat — itu langkah paling menentukan kecepatan jawab.