Peluang Klasik & Trik Komplemen
Setelah ini kamu bisa menghitung peluang klasik, memakai trik komplemen untuk kejadian “paling sedikit satu”, dan menjumlahkan peluang kejadian majemuk sederhana.
Soal UTBK sering menanyakan peluang “paling sedikit satu” mata dadu ganjil dalam tiga lemparan. Kalau kamu menghitung satu per satu, ada tujuh kasus yang harus dijumlahkan. Tapi ada jalan pintas: hitung kebalikannya saja, lalu kurangkan dari satu. Coba lihat sendiri di bawah.
Peluang klasik: bagi yang dimau dengan semua mungkin
Peluang bukan ramalan, melainkan hitungan rapi. Tiap percobaan acak punya daftar lengkap hasil yang mungkin — itu ruang sampel . Peluang sebuah kejadian adalah banyak hasil yang kamu mau dibagi banyak seluruh hasil mungkin.
Arti tiap simbol: = kejadian yang ditanyakan, = banyak anggota , = ruang sampel, = banyak seluruh hasil mungkin.
Satu koin adil punya dua sisi, jadi dan . Satu dadu ber-enam mata berpeluang sama, jadi peluang mata ganjil adalah karena ada tiga mata ganjil dari enam. Inilah dasar semua soal peluang PK: hitung dan dengan benar.
Trik komplemen: hitung kebalikannya
Banyak soal PK menanyakan kejadian yang susah dihitung langsung, tetapi kebalikannya sangat sederhana. Komplemen kejadian adalah “bukan ”, dan peluangnya cukup .
Trik komplemen seperti menimbang piring berisi kerikil. Daripada menghitung kerikil satu per satu, timbang total lalu kurangi berat piring kosong. Bagian yang dihindari sering jauh lebih sedikit.
Contoh klasik: peluang “paling sedikit satu GAR” dalam tiga lemparan koin. Hitung langsung berarti menjumlahkan satu GAR, dua GAR, tiga GAR — tujuh kasus. Tapi kebalikannya, “tidak ada GAR sama sekali” alias “semua GAM”, cuma satu kemungkinan dari , jadi . Maka peluang paling sedikit satu GAR adalah .
Arti tiap simbol: “paling sedikit satu” = muncul sekali atau lebih; “tidak ada” = komplemen, muncul nol kali.
Lihat di bawah: lemparkan tiga koin massal. Kejadian “paling sedikit satu GAR” muncul sekitar dari seluruh percobaan — persis ramalan trik komplemen.
Kejadian majemuk: gabungan dan irisan
Soal berikutnya menggabungkan dua kejadian. Untuk “A atau B”, jumlahkan peluangnya lalu kurangi irisan agar tidak dihitung dua kali. Untuk kejadian saling lepas (tidak bisa terjadi bersamaan), irisannya nol sehingga .
| Situasi | Rumus | Contoh satu dadu |
|---|---|---|
| Saling lepas | Mata 2 atau 5: | |
| Tumpang tindih | Mata genap atau prima: |
Ingat: “atau” berarti gabungan (tambah), “dan” berarti irisan (kurang agar tidak dobel). Pada satu dadu, mata genap adalah dan prima adalah ; irisannya saja, sehingga gabungan keduanya berisi yaitu lima mata.
Subtes Pengetahuan Kuantitatif UTBK menguji kelima domain konsep termasuk peluang, dengan tuntutan kecepatan sekitar satu menit per soal. Trik komplemen adalah penghemat waktu utama: soal “paling sedikit satu” yang butuh tujuh suku dihitung langsung selesai dalam satu pengurangan. Kerangka resmi (framework SNPMB, snpmb.id/fr) menempatkan peluang sebagai domain konsep resmi PK.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Tiga koin adil dilempar bersama. Tentukan peluang muncul paling sedikit satu GAR.
Langsung menjumlahkan tujuh kasus (1, 2, atau 3 GAR) lambat. Pakai trik komplemen: hitung kebalikannya, “tidak ada GAR”.
Tidak ada GAR berarti ketiganya GAM. Ruang sampel tiga koin berisi hasil, dan hanya satu yang semua GAM: (GAM, GAM, GAM). Jadi .
.
Latih soal komplemen sejenis dengan angka acak di bawah.
Sekarang latih peluang gabungan dua kejadian pada satu dadu.
Jebakan: menghitung “paling sedikit satu” dengan menjumlahkan satu per satu kasus yang mungkin. Yang benar: gunakan trik komplemen — hitung “tidak ada sama sekali” lalu kurangkan dari satu, jauh lebih cepat dan minim galat.
Jebakan: menjumlahkan peluang dua kejadian tumpang tindih tanpa mengurangi irisan. Yang benar: ; lupa mengurangi irisan membuat hasil terlalu besar karena anggota irisan dihitung dobel.
- Peluang klasik : bagi hasil yang dimau dengan seluruh hasil mungkin.
- Trik komplemen andal untuk kejadian “paling sedikit satu”.
- Kejadian saling lepas dijumlahkan utuh; yang tumpang tindih kurangi irisannya.
- “Atau” = gabungan (tambah); “dan” = irisan (kurangi bila dobel).
- Trik komplemen menghemat waktu di soal PK yang menuntut kecepatan satu menit.