Paguyuban (Gemeinschaft) dan Patembayan (Gesellschaft)
Setelah ini kamu bisa membedakan paguyuban (Gemeinschaft) dan patembayan (Gesellschaft) menurut Ferdinand Toennies serta menjelaskan dasar ikatan masing-masing.
Di kampung halaman, tetangga datang membawa makanan tanpa diminta. Di perkotaan besar, kamu menghubungi tukang lewat aplikasi dan bayar sesuai tarif. Yang pertama hidup dari rasa kekeluargaan; yang kedua hidup dari kontrak rasional. Mengapa Toennies menyebut keduanya berbeda? Coba lihat sendiri di bawah.
Apa itu paguyuban dan patembayan
Ferdinand Toennies membedakan dua tipe masyarakat. Paguyuban (Gemeinschaft) adalah masyarakat yang ikatannya bersumber dari batin, kehendak, dan rasa kekeluargaan. Patembayan (Gesellschaft) adalah masyarakat yang ikatannya bersumber dari akal, perhitungan rasional, dan kontrak. Paguyuban lebih hangat dan personal; patembayan lebih efisien dan terukur.
Paguyuban (Gemeinschaft) adalah masyarakat yang ikatannya bersifat batin, kehendak, dan kekeluargaan. Patembayan (Gesellschaft) adalah masyarakat yang ikatannya bersifat akal, perhitungan rasional, dan kontrak.
Ciri masing-masing tipe
Kedua tipe punya ciri berbeda. Paguyuban ditandai hubungan personal, tradisi turun-temurun, dan tujuan bersama yang dihayati. Patembayan ditandai hubungan kontraktual, aturan tertulis, dan tujuan praktis yang terukur. Kamu perlu mengenali ciri mana milik tipe yang mana.
Bayangkan dua jenis belanja. Di warung kampung, kamu mengobrol dulu dengan pemilik sebelum membayar โ itu paguyuban. Di minimarket, kamu langsung menyerahkan barang dan uang sesuai harga โ itu patembayan. Keduanya sah, tapi rasa yang dibangun berbeda.
Skala tradisional ke modern
Toennies melihat masyarakat bergerak dari paguyuban ke patembayan seiring modernisasi. Kampung yang tradisional condong paguyuban; kota besar yang modern condong patembayan. Kamu dapat mengurutkan komunitas berdasarkan posisinya pada skala ini.
Mengenali ciri paguyuban
Dalam praktik, banyak komunitas bercampur ciri paguyuban dan patembayan. Tapi ciri inti paguyuban tetap dapat dikenali: ikatan batin, sukarela, dan komitmen jangka panjang. Kamu perlu menyorot ciri mana yang menandakan paguyuban dan mana yang menandakan patembayan.
Soal TKA Sosiologi (kerangka Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) kerap menyodorkan komunitas dan bertanya apakah paguyuban atau patembayan. Jebakan paling sering: menyamakan gotong royong dengan kontrak kerja. Yang benar: gotong royong tanpa bayaran tanda paguyuban; kontrak kerja dengan gaji tanda patembayan.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Sebuah kompleks perumahan baru di pinggir kota memiliki warga dari berbagai daerah yang saling tak kenal. Mereka membuat grup WhatsApp untuk koordinasi keamanan dan iuran kebersihan. Tentukan tipe masyarakat dan jelaskan.
Ikatannya bersumber dari kebutuhan praktis bersama (keamanan, kebersihan), bukan rasa kekeluargaan. Itu menandai patembayan, bukan paguyuban.
Penggunaan grup WhatsApp, iuran teratur, dan koordinasi administratif adalah ciri hubungan rasional dan terukur, khas patembayan.
Kompleks itu condong menjadi patembayan sebab ikatannya rasional dan kontraktual. Bila kelak warga menjadi akrab dan saling tolong tanpa bayaran, ia bisa bergeser ke paguyuban.
Jebakan: menyamakan gotong royong dengan kontrak kerja. Yang benar: gotong royong tanpa bayaran adalah paguyuban, kontrak kerja dengan gaji adalah patembayan.
Jebakan: menganggap kota modern condong paguyuban. Yang benar: kota modern dengan relasi kontraktual condong patembayan, sedangkan desa tradisional condong paguyuban.
- Paguyuban (Gemeinschaft) berbasis ikatan batin dan kekeluargaan.
- Patembayan (Gesellschaft) berbasis ikatan rasional dan kontrak.
- Ciri paguyuban: sukarela, tradisi, hubungan personal.
- Ciri patembayan: kontrak tertulis, aturan formal, hubungan terukur.
- Modernisasi menggeser masyarakat dari paguyuban ke patembayan.