Mobilitas Sosial: Konsep & Jenis
Setelah ini kamu bisa membedakan mobilitas vertikal (naik-turun peringkat) dan horizontal (pindah tanpa ubah peringkat) pada kasus nyata.
Anak petani berhasil menjadi dokter spesialis; seorang manajer di-PHK lalu jadi buruh harian; keluarga pindah dari Bandung ke Bali tanpa gugur kelas. Tiga peristiwa itu sama-sama perpindahan, tetapi arahnya berbeda. Mengapa mobilitas sosial punya banyak wajah? Coba lihat sendiri di bawah.
Apa itu mobilitas sosial
Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau kelompok dalam lapisan masyarakat. Perpindahan ini bisa terjadi karena banyak hal: pendidikan, pekerjaan, perkawinan, atau perubahan nasib. Mobilitas adalah ciri masyarakat yang hidup; masyarakat kasta tertutup hampir tidak mengenal mobilitas, sedangkan masyarakat kelas terbuka sangat luas memungkinkannya.
Mobilitas sosial adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu posisi sosial ke posisi sosial lain, baik yang berubah peringkatnya maupun tidak.
Mobilitas vertikal
Mobilitas vertikal adalah perpindahan yang mengubah peringkat sosial. Ada dua arah: naik dan turun. Mobilitas naik terjadi ketika seseorang menduduki lapisan lebih tinggi, misalnya lulus S2 lalu jadi manajer. Mobilitas turun terjadi ketika peringkatnya melemah, misalnya bangkrut atau di-PHK. Mobilitas vertikal paling dirasakan dampaknya karena mengubah akses terhadap kekuasaan, pendapatan, dan prestise.
Tahap mobilitas vertikal
Mobilitas vertikal biasanya mengikuti tahap. Pertama, individu berusaha lewat pendidikan atau kerja keras. Kedua, prestasi itu diakui masyarakat (gelar, pangkat). Ketiga, akses sumber daya bertambah. Keempat, peringkat sosialnya berubah. Tahap ini menjelaskan mengapa pendidikan menjadi jalur mobilitas paling demokratis.
Mobilitas horizontal
Mobilitas horizontal adalah perpindahan yang tidak mengubah peringkat. Seseorang pindah pekerjaan, tempat tinggal, atau agama, tetapi posisi sosialnya relatif sama. Misalnya, seorang guru pindah dari sekolah A ke sekolah B dengan jabatan setara. Mobilitas horizontal sering tidak terlalu terasa, tetapi tetap membawa perubahan sosial dan budaya. Kamu perlu menandai ciri mana yang menunjukkan mobilitas.
Bayangkan mobilitas sosial seperti lift di gedung bertingkat. Mobilitas vertikal adalah lift yang naik atau turun antarlantai โ kamu sampai di lantai berbeda dengan pemandangan berbeda. Mobilitas horizontal adalah kamu berpindah dari ruang A ke ruang B di lantai yang sama โ pemandangan kota tetap, tetapi ruang kerjamu berubah.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Seorang dosen pindah dari universitas di Yogyakarta ke universitas di Malang dengan jabatan dosen senior yang setara. Jenis mobilitas apa yang terjadi?
Dosen itu pindah ke kota lain, tetapi jabatan dosen seniornya tetap setara. Tidak ada perubahan peringkat sosial.
Karena pindah tanpa ubah peringkat, jenis mobilitas yang terjadi adalah horizontal, bukan vertikal.
Jebakan: menganggap semua pindah kerja adalah mobilitas vertikal. Yang benar: pindah kerja dengan jabatan setara adalah mobilitas horizontal; hanya pindah yang mengubah peringkat yang termasuk vertikal.
Jebakan: menyamakan mobilitas vertikal dengan mobilitas naik. Yang benar: mobilitas vertikal bisa naik (promosi) atau turun (PHKD, bangkrut).
- Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi dalam lapisan masyarakat.
- Mobilitas vertikal mengubah peringkat; bisa naik atau turun.
- Mobilitas horizontal pindah tanpa ubah peringkat.
- Pendidikan menjadi jalur mobilitas vertikal yang paling demokratis.
- Masyarakat terbuka luas mobilitasnya; masyarakat kasta nyaris tertutup.