Fungsi Konflik: Positif & Negatif (Coser, Dahrendorf)
Setelah ini kamu bisa menjelaskan fungsi positif dan negatif konflik serta menjelaskan mekanisme penyesuaian dan penguatan identitas kelompok.
Pertengkaran dua teman bisa menguatkan persahabatan setelah berdamai. Mogok buruh bisa memperbaiki sistem upah. Tetapi kerusuhan bisa melumpuhkan kota. Konflik punya dua wajah: ia bisa membangun sekaligus merusak. Apa yang menentukan arahnya? Coba lihat sendiri di bawah.
Dua wajah konflik
Lewis Coser dan Ralf Dahrendorf menegaskan bahwa konflik tidak hanya merusak. Konflik dapat berfungsi positif bagi masyarakat: ia memicu penyesuaian, mendorong inovasi, dan memperjelas identitas kelompok. Tetapi ia juga berfungsi negatif ketika menjalar menjadi kekerasan, memecah solidaritas, atau melumpuhkan lembaga. Kuncinya adalah bentuk dan intensitas konflik, bukan keberadaannya semata.
Fungsi konflik adalah dampak yang ditimbulkan konflik terhadap masyarakat, yang dapat bersifat positif (penyesuaian, penguatan identitas) atau negatif (kerusakan, pelikatan).
Fungsi positif konflik
Coser menjelaskan beberapa fungsi positif konflik. Pertama, konflik menjernihkan batas kelompok: identitas in-group menjadi lebih tegas saat berhadapan dengan out-group. Kedua, konflik memicu penyesuaian norma yang sudah usang. Ketiga, konflik menciptakan ikatan baru antar kelompok yang berdamai. Keempat, konflik kecil yang dikelola dapat melepaskan ketegangan sebelum menjalar menjadi kekerasan besar.
Ciri fungsi positif
Tidak semua dampak konflik yang tampak baik memang positif. Kamu perlu menandai ciri fungsi positif sejati: ada penyesuaian aturan, penguatan identitas tanpa permusuhan, ikatan baru pasca-damai, atau pelepasan ketegangan sebelum meledak. Tanpa ciri ini, dampak yang tampak mungkin hanya euforia sesaat atau justru menutup konflik tanpa penyelesaian.
Mekanisme konflik sehat
Konflik yang berfungsi positif mengikuti mekanisme tertentu. Pertama, ada saluran yang sah untuk menyampaikan ketidakpuasan. Kedua, pihak yang berbenturan tetap mengakui keberadaan satu sama lain. Ketiga, ada aturan main yang disepakati, misalnya negosiasi atau mediasi. Keempat, hasilnya diterima semua pihak. Mekanisme ini menjaga konflik tetap pada level fungsional.
Bayangkan konflik seperti petir. Petir yang kecil dan teratur menyambar dapat melepaskan tegangan listrik di awan, mencegah sambaran besar yang menghancurkan. Begitu pula konflik kecil yang tersalurkan: ia melepaskan ketegangan sosial sebelum menjadi ledakan kekerasan. Tetapi petir besar tanpa penyalur justru membakar apa saja.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Mogok buruh di sebuah pabrik berakhir dengan kenaikan upah dan pembentukan forum komunikasi tetap antara serikat dan manajemen. Fungsi apa yang paling tampak?
Hasil mogok adalah kenaikan upah (penyesuaian kepentingan) dan forum komunikasi tetap (ikatan baru antara serikat dan manajemen).
Fungsi yang paling tampak adalah penyesuaian norma kerja dan terbentuknya ikatan baru antar pihak yang sebelumnya bertentangan.
Jebakan: menganggap semua konflik merusak. Yang benar: menurut Coser dan Dahrendorf, konflik punya fungsi positif (penyesuaian, penguatan identitas, ikatan baru) selama dikelola dengan mekanisme sehat.
Jebakan: menyamakan konflik kecil yang tersalurkan dengan kerusuhan besar. Yang benar: konflik kecil yang punya saluran dapat melepaskan ketegangan; kerusuhan tanpa penyalur justru menghancurkan.
- Konflik punya dua wajah: positif (penyesuaian, identitas, ikatan baru) dan negatif (kerusakan, pelikatan).
- Coser-Dahrendorf: konflik menjernihkan batas kelompok dan memicu penyesuaian norma.
- Mekanisme konflik sehat: saluran sah, pengakuan pihak, aturan main, hasil diterima.
- Konflik kecil tersalurkan dapat mencegah ledakan kekerasan.
- Kerusuhan dan pelikatan adalah contoh fungsi negatif konflik.