Langsung ke isi
Lyra
Sosiologi ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Etnosentrisme vs Relativisme Budaya

Setelah ini kamu bisa membedakan etnosentrisme dan relativisme budaya serta menjelaskan implikasinya pada kebhinekaan.

Sebagian orang menilai adat lain โ€œanehโ€ karena bukan seperti miliknya. Sebagian lain berusaha memahami dari sudut pandang budaya itu sendiri. Dua sikap ini punya nama: etnosentrisme dan relativisme. Mana yang membawa kebhinekaan, mana yang memicu gesekan? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap pernyataan, lalu pilah ke sikapnya.

Dua sikap berlawanan

Etnosentrisme adalah kecenderungan menilai budaya lain dengan standar budaya sendiri, dan sering menganggap budaya sendiri lebih unggul. Relativisme budaya adalah sikap memahami budaya lain dalam konteksnya sendiri, tanpa langsung menghakimi dengan standar luar. Keduanya sering muncul saat kita berhadapan dengan keragaman. Etnosentrisme yang berlebihan memicu prasangka; relativisme yang sehat menumbuhkan toleransi.

Etnosentrisme adalah sikap menilai budaya lain dengan standar budaya sendiri dan cenderung menganggap budaya sendiri lebih unggul; berlawanan dengan relativisme budaya yang memahami setiap budaya dalam konteksnya sendiri.

Etnosentrisme umum vs kontekstual

Tidak semua etnosentrisme sama derajatnya. Ada etnosentrisme umum, misalnya bangga pada kuliner lokal, yang relatif tidak berbahaya. Tetapi ada etnosentrisme yang menjustifikasi dominasi, misalnya memaksakan adat sendiri pada kelompok lain, yang berbahaya. Kamu perlu membedakan keduanya agar tidak mudah menuduh, sekaligus peka pada bentuk yang merusak.

Mengenali etnosentrisme

Etnosentrisme memiliki ciri khas: penilaian dengan standar budaya sendiri, klaim superioritas, dan penolakan terhadap yang berbeda. Kamu perlu menandai kalimat yang menggambarkan ciri ini agar dapat membedakannya dari sekadar rasa bangga yang sehat.

Jalan relativisme budaya

Relativisme budaya yang sehat mengikuti jalan tertentu. Pertama, kamu akui bahwa setiap budaya punya konteks. Kedua, kamu pelajari sebelum menghakimi. Ketiga, kamu bedakan antara memahami dan menyetujui. Keempat, kamu tetap menghormati hak asasi sebagai batas bawah. Relativisme bukan berarti semua praktik diterima; ia berarti kita menilai dari konteks, dengan batas hak universal.

Bayangkan etnosentrisme seperti memakai kacamata warna lokal: semuanya dinilai dari rona yang kamu biasa lihat. Relativisme adalah melepas kacamata itu sebentar, lalu mencoba kacamata pemilik budaya, agar pemandangan terbaca dari sudutnya. Tapi kamu tetap tahu: kacamata yang mengaburkan hak asasi tidak boleh dipakai.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Seseorang menganggap tradisi makan dengan tangan di suatu daerah โ€œkotorโ€ karena di tempatnya orang makan dengan sendok. Sikap apa yang tampak?

Orang itu menilai praktik budaya lain dengan standar tempat asalnya (sendok), bukan dengan konteks daerah yang bersangkutan.

Karena menilai budaya lain dengan standar budaya sendiri dan menganggapnya lebih baik, sikap yang tampak adalah etnosentrisme.

Jebakan: menyamakan relativisme dengan menyetujui semua praktik budaya. Yang benar: relativisme yang sehat memahami budaya dari konteksnya, tetapi tetap menjadikan hak asasi sebagai batas bawah.

Jebakan: menganggap rasa bangga pada budaya sendiri selalu etnosentrisme. Yang benar: bangga pada warisan lokal bisa sehat bila tidak menjustifikasi dominasi atau perendahan budaya lain.

  • Etnosentrisme = menilai budaya lain dengan standar sendiri, menganggap diri unggul.
  • Relativisme budaya = memahami setiap budaya dalam konteksnya, menunda vonis.
  • Etnosentrisme berlebihan memicu prasangka dan diskriminasi.
  • Relativisme sehat berbatas pada hak asasi manusia.
  • Bangga pada budaya sendiri belum tentu etnosentris bila tidak menjustifikasi dominasi.