Langsung ke isi
Lyra
Sejarah ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Soekarno & Hatta: Proklamator Kemerdekaan

Setelah ini kamu bisa mengenal peran Soekarno dan Hatta sebagai proklamator kemerdekaan serta presiden dan wakil pertama Republik Indonesia.

Pagi 17 Agustus 1945, dua nama membacakan teks proklamasi: Soekarno dan Mohammad Hatta. Yang satu orator ulung penyatu bangsa, yang lain pemikir ekonomi tegas. Berdua, mereka memimpin Indonesia di awal kemerdekaan dan menjadi presiden serta wakil pertama. Bagaimana perjalanan dua proklamator ini? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap peran, lalu pilah ke tokohnya.

Soekarno: penyatu bangsa

Soekarno (1901-1970) adalah orator ulung dan tokoh penyatu bangsa. Ia mendirikan PNI (1927) dan menjadi motor pergerakan nasional. Dalam sidang BPUPKI 1 Juni 1945, ia merumuskan dasar negara Pancasila. Setelah proklamasi, ia menjadi presiden pertama RI (1945-1967). Soekarno dikenal dengan retorika yang menggerakkan massa dan jargon anti-imperialisme. Ia juga penggagas Konferensi Asia-Afrika 1955 dan Nasakom di masa Orde Lama.

Soekarno adalah proklamator kemerdekaan RI (bersama Hatta), presiden pertama (1945-1967), perumus Pancasila dalam sidang BPUPKI 1 Juni 1945, dan penggagas Konferensi Asia-Afrika 1955.

Mohammad Hatta: pemikir ekonomi

Mohammad Hatta (1902-1980) adalah pemikir ekonomi dan administrasi yang tegas. Ia aktivis pergerakan di Belanda, pendiri PNI, lalu wakil presiden pertama RI (1945-1956). Hatta dikenal dengan gagasan koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia. Ia juga perdana menteri dan menyusun struktur pemerintahan awal. Setelah mundur karena perbedaan pandang dengan Soekarno, Hatta menjadi tokoh oposisi yang dihormati.

Peran sebagai proklamator

Sebagai proklamator, keduanya saling melengkapi. Soekarno membacakan teks, Hatta mendampingi sebagai penandatangan. Sebelumnya, keduanya bersama tokoh lain (Ahmad Soebardjo, Sayuti Melik) menyusun rancangan teks di rumah Laksamana Maeda dini hari 17 Agustus 1945. Setelah proklamasi, keduanya menjadi presiden dan wakil, memimpin Indonesia di masa revolusi.

Tonggak dua proklamator

Perjalanan Soekarno dan Hatta mengikuti tonggak berjenjang. Pertama, keduanya aktif di pergerakan nasional (1920an-1930an). Kedua, keduanya diasingkan dan kembali di akhir pendudukan Jepang. Ketiga, bersama merumuskan dan membacakan proklamasi 17 Agustus 1945. Keempat, menjadi presiden dan wakil pertama RI, memimpin masa revolusi.

Bayangkan Soekarno dan Hatta seperti dua sisi mata uang. Soekarno adalah sisi depan: gagah berorasi, menyatukan bangsa dengan kata. Hatta adalah sisi belakang: tegas menghitung, menyusun ekonomi dan administrasi. Tanpa salah satu, uang itu tidak lengkap; bersama, mereka membayar harga kemerdekaan.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Mengapa Soekarno dan Hatta disebut proklamator, padahal banyak tokoh lain juga berperan?

Soekarno dan Hatta adalah dua orang yang secara formal membacakan dan menandatangani teks proklamasi 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56. Pembacaan ini menjadi titik formalisasi kemerdekaan kepada dunia.

Karena peran formal sebagai pembaca dan penandatangan teks utama, keduanya dijuluki proklamator. Tokoh lain (Sayuti Melik, Ahmad Soebardjo) berperan penting dalam persiapan, tetapi proklamasi secara resmi dilakukan oleh dua nama itu.

Jebakan: menyamakan peran Soekarno dan Hatta. Yang benar: Soekarno membacakan teks dan menjadi presiden, sementara Hatta mendampingi sebagai penandatangan dan wakil; mereka berdua saling melengkapi.

Jebakan: menganggap proklamator bekerja sendiri. Yang benar: banyak tokoh lain (Sayuti Melik, Ahmad Soebardjo, para pemuda) berperan dalam persiapan; Soekarno-Hatta adalah pembaca dan penandatangan formal.

  • Soekarno: presiden pertama, perumus Pancasila 1 Juni 1945, orator penggerak massa.
  • Hatta: wakil presiden pertama, pemikir koperasi, penyusun administrasi.
  • Keduanya proklamator: Soekarno membaca, Hatta menandatangani 17 Agustus 1945.
  • Sebelum proklamasi: rancangan teks dirumuskan di rumah Maeda dini hari.
  • Keduanya saling melengkapi: gagah berorasi + tegas menghitung.