Langsung ke isi
Lyra
Sejarah ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 5 menit baca

Sejarah sebagai Ilmu: Metode & Etika

Setelah ini kamu bisa menjelaskan ciri sejarah sebagai ilmu (metode dan etika) dan membedakannya dari sekadar kumpulan kisah.

Sebagian orang mengira sejarah cuma hafal tokoh dan tanggal. Padahal, sejarawan yang serius memakai metode teratur dan taat etika. Lalu apa bedanya sejarah sebagai ilmu dengan dongeng atau sekadar kisah? Coba lihat sendiri di bawah.

Coba pilah tiap praktik: termasuk ilmiah atau tidak, lalu perhatikan penjelasannya.

Mengapa sejarah disebut ilmu

Sejarah disebut ilmu karena memiliki objek kajian yang jelas, metode yang sistematis, dan hasil yang dapat ditinjau ulang oleh sejarawan lain. Bukan sekadar dongeng yang diturunkan begitu saja, melainkan pengetahuan yang dibangun di atas bukti.

Sejarah sebagai ilmu adalah kajian masa lampau yang menggunakan metode pengumpulan, kritik, dan interpretasi sumber secara sistematis serta taat pada etika keilmuan.

Metode sejarah

Metode sejarah berlangsung bertahap. Sejarawan mengumpulkan sumber (heuristik), mengkritik sumber itu dari segi keaslian dan kredibilitas, lalu menafsirkan untuk menyusun cerita yang dapat dipertanggungjawabkan. Tanpa langkah-langkah ini, tulisan sejarah tidak beda dengan opini bebas.

Etika sejarawan

Sejarawan terikat etika: jujur pada bukti, tidak memutarbalikkan fakta, dan mencantumkan sumber. Etika ini menjaga kepercayaan pembaca dan memungkinkan sejarawan lain meninjau ulang hasil kajiannya.

Langkah yang berurutan

Karena metode berlangsung bertahap, urutan langkah sangat penting. Coba susun ulang langkah penelitian sejarah berikut.

Etika tidak kalah penting daripada metode. Coba bedakan perilaku yang sesuai etika dengan yang melanggar etika.

Bayangkan sejarah sebagai ilmu seperti memasak resep. Metode adalah langkah memasak yang harus berurutan, sedangkan etika adalah kejujuran memakai bahan asli, bukan pengawet berbahaya. Tanpa salah satunya, masakan tidak boleh disebut layak.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Seorang penulis menyusun buku sejarah dengan mengutip banyak sumber tetapi tidak mencantumkan asalnya. Apa masalah etika yang dilanggar?

Tanpa mencantumkan asal kutipan, pembaca tidak dapat meninjau kebenaran sumber itu.

Perilaku itu melanggar etika pencantuman sumber (dan berpotensi plagiarisme).

Jebakan: menganggap sejarah hanya soal hafalan tokoh dan tanggal. Yang benar: sejarah adalah ilmu yang bermetode dan beretika.

Jebakan: menyembunyikan sumber agar argumen tampak kuat. Yang benar: etika sejarawan justru mewajibkan mencantumkan sumber agar bisa ditinjau ulang.

  • Sejarah adalah ilmu karena bermetode sistematis dan taat etika keilmuan.
  • Metode sejarah meliputi heuristik, kritik sumber, dan interpretasi yang bertanggung jawab.
  • Etika sejarawan menuntut kejujuran pada bukti dan pencantuman sumber.
  • Hasil kajian sejarah dapat ditinjau ulang oleh sejarawan lain.
  • Bukan sekadar kumpulan kisah, melainkan pengetahuan yang dibangun di atas bukti.