Langsung ke isi
Lyra
Sejarah · Kelas 11–12 · Fase F · 7 menit baca

BPUPKI, PPKI & Persiapan Kemerdekaan

Setelah ini kamu bisa menjelaskan proses persiapan kemerdekaan Indonesia lewat sidang BPUPKI, Panitia Sembilan, dan Piagam Jakarta.

Pada 1 Juni 1945, Soekarno berpidato merumuskan Pancasila di depan BPUPKI. Sebulan sebelumnya, ia bertanya: apa dasar negara Indonesia merdeka? Setelah perdebatan sengit antara nasionalis dan Islam, Panitia Sembilan menyusun Piagam Jakarta. Bagaimana Pancasila dirumuskan dari berbagai pendapat? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap peristiwa, lalu pilah ke badan yang tepat.

Apa itu BPUPKI

BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dibentuk Jepang 1 Maret 1945 untuk menyelidiki dan mempersiapkan kemerdekaan. Beranggotakan 62 tokoh nasional dipimpin Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat. BPUPKI mengadakan dua sidang: 29 Mei-1 Juni 1945 (membahas dasar negara, ditutup pidato Pancasila Soekarno 1 Juni) dan 10-17 Juli 1945 (membahas rancangan UUD).

BPUPKI adalah badan yang dibentuk Jepang 1 Maret 1945 untuk menyelidiki dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, dikenal karena merumuskan dasar negara Pancasila lewat sidang 29 Mei-1 Juni dan 10-17 Juli 1945.

Sidang pertama dan pidato Pancasila

Sidang pertama BPUPKI 29 Mei-1 Juni 1945 membahas dasar negara. Tiga tokoh mengajukan usulan: Moh. Yamin (29 Mei), Soepomo (31 Mei), dan Soekarno (31 Mei-1 Juni). Pidato Soekarno 1 Juni 1945 merumuskan lima sila untuk pertama kalinya dengan nama “Pancasila”: kebangsaan, internasionalisme/perikemanusiaan, mufakat/perwakilan, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan. Tanggal 1 Juni kemudian diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Bayangkan sidang BPUPKI seperti rapat dewan desa yang merumuskan visi-misi. Banyak pendapat, banyak perdebatan, tetapi akhirnya lahir lima sila yang menyatukan Indonesia yang beragam.

Panitia Sembilan dan Piagam Jakarta

Untuk mengakomodasi perdebatan antara nasionalis dan Islam, terbentuk Panitia Sembilan 22 Juni 1945. Anggotanya: Soekarno, Hatta, Yamin, Maramis, Soebardjo, Kahar Muzakir, Agus Salim, Abikoesno, dan Haji Agus Salim. Panitia menyusun Piagam Jakarta yang berisi lima dasar negara, termasuk sila pertama “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Setelah protes dari warga non-Muslim bagian timur, sila pertama diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” di UUD.

Ciri Piagam Jakarta

Piagam Jakarta memiliki ciri khas: hasil kompromi nasionalis-Islam, lima dasar negara, dan sila pertama dengan tujuh kata syariat Islam. Kamu perlu mengenali ciri ini agar bisa membedakannya dari Pancasila final.

Alur sidang BPUPKI

Sidang BPUPKI mengikuti alur sistematis. Pertama, dibentuk BPUPKI 1 Maret 1945. Kedua, sidang pertama membahas dasar negara (29 Mei-1 Juni). Ketiga, pidato Pancasila Soekarno 1 Juni. Keempat, Panitia Sembilan menyusun Piagam Jakarta 22 Juni. Kelima, sidang kedua (10-17 Juli) menyusun UUD. Tahap ini melahirkan dasar negara dan konstitusi.

Jebakan: menganggap Piagam Jakarta sama persis dengan Pancasila final. Yang benar: Piagam Jakarta adalah cikal-bakal; sila pertamanya memuat tujuh kata syariat Islam yang diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” setelah protes warga Indonesia bagian timur.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Mengapa sila pertama Piagam Jakarta diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”?

Sila pertama Piagam Jakarta memuat tujuh kata “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Warga non-Muslim dari Indonesia bagian timur protes karena merasa dikecualikan.

Untuk menjaga persatuan, Soekarno-Hatta sepakat mengubah sila pertama menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang inklusif bagi semua agama. Kompromi ini menjadikan Pancasila dapat diterima seluruh warga negara Indonesia.

Jebakan: menyamakan BPUPKI dengan PPKI. Yang benar: BPUPKI merumuskan dasar negara dan UUD; PPKI (Dokuritzu Junbi Inkai) melanjutkan untuk mengesahkan UUD dan mempersiapkan kemerdekaan secara administratif.

Jebakan: menganggap Piagam Jakarta langsung jadi Pancasila final. Yang benar: Piagam Jakarta adalah cikal-bakal; sila pertamanya disesuaikan setelah protes warga Indonesia bagian timur, menghasilkan Pancasila final dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

  • BPUPKI dibentuk 1 Maret 1945 untuk persiapan kemerdekaan.
  • Sidang pertama 29 Mei-1 Juni 1945: dasar negara, pidato Pancasila.
  • Panitia Sembilan menyusun Piagam Jakarta 22 Juni 1945.
  • Piagam Jakarta cikal-bakal Pancasila dengan penyesuaian sila pertama.
  • PPKI mengesahkan UUD 18 Agustus 1945.