Peninggalan Sejarah & Warisan Budaya
Setelah ini kamu bisa mengenali jenis peninggalan sejarah (cagar budaya, benda, tradisi) dan menjelaskan upaya pelestarian warisan budaya.
Candi Borobudur berdiri tegak di Magelang; prasasti Kedukan Bukit tersimpan rapi di museum; tarian Saman masih dipertunjukkan di Aceh. Tiga benda dan tradisi itu semua peninggalan masa lalu, tetapi bentuknya berbeda. Mengapa peninggalan sejarah begitu beragam dan mengapa perlu dijaga? Coba lihat sendiri di bawah.
Apa itu peninggalan sejarah
Peninggalan sejarah adalah benda, bangunan, atau tradisi yang berasal dari masa lampau dan masih dapat dilihat, dijadikan sumber, atau dinikmati sampai sekarang. Peninggalan ini menjadi jendela menuju peradaban yang sudah berlalu; tanpa peninggalan, sejarah hanya tinggal dongeng. Karena itu, melestarikan peninggalan adalah tugas semua pihak, bukan hanya museum atau pemerintah.
Peninggalan sejarah adalah benda, bangunan, atau tradisi dari masa lampau yang masih tersisa dan menjadi sumber untuk memahami peristiwa serta kebudayaan masa lalu.
Warisan berwujud dan tak berwujud
Warisan budaya dibagi menjadi dua besar. Warisan berwujud adalah benda atau bangunan yang bisa disentuh dan dilihat, misalnya candi, prasasti, dan keris. Warisan tak berwujud adalah tradisi, bahasa, atau kesenian yang hidup dalam praktik masyarakat, misalnya tarian, ritual, dan oral tradition. Keduanya sama-sama berharga; yang berwujud bisa diawetkan di museum, sedangkan yang tak berwujud hanya bertahan jika dipraktikkan terus-menerus.
Tahap pelestarian warisan
Pelestarian warisan budaya biasanya mengikuti tahap. Pertama, warisan diidentifikasi dan didokumentasikan. Kedua, warisan dinilai nilai historisnya oleh ahli. Ketiga, status perlindungan ditetapkan secara resmi. Keempat, warisan dirawat dan dimanfaatkan untuk pendidikan serta pariwisata yang bertanggung jawab. Tahap ini memastikan warisan tidak hilang ditelan waktu.
Ancaman terhadap warisan
Warisan budaya menghadapi banyak ancaman. Ada ancaman alam seperti gempa dan cuaca; ada ancaman manusia seperti perusakan, pencurian, dan pembangunan liar. Ada pula ancaman halus seperti hilangnya generasi penerus tradisi. Kamu perlu menandai ciri mana yang menunjukkan ancaman nyata terhadap warisan.
Bayangkan warisan budaya seperti pohon tua di halaman rumah. Pohon itu teduh, tetapi rawan tumbang kalau tidak dirawat. Warisan berwujud seperti batang pohon yang bisa dipasang penyangga; warisan tak berwujud seperti buah pohon yang hanya tetap manis bila terus dipetik dan dinikmati generasi berikut.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Sebuah upacara panen tradisional hanya diikuti orang tua karena anak muda lebih suka pesta modern. Aspek apakah yang paling terancam?
Upacara panen adalah tradisi, yaitu warisan budaya tak berwujud. Warisan jenis ini hanya bertahan bila dipraktikkan.
Karena anak muda tidak melanjutkan praktik, ancaman utamanya adalah hilangnya generasi penerus tradisi โ ancaman halus yang berbahaya bagi warisan tak berwujud.
Jebakan: menganggap hanya candi yang termasuk warisan budaya. Yang benar: warisan budaya mencakup benda, bangunan, dan tradisi; tarian, ritual, dan bahasa juga warisan yang sama berharganya.
Jebakan: menyamakan pelestarian dengan sekadar menyimpan di museum. Yang benar: warisan tak berwujud hanya bertahan bila dipraktikkan; pelestarian berarti mendorong generasi muda terus melakoninya.
- Peninggalan sejarah mencakup benda, bangunan, dan tradisi dari masa lampau.
- Warisan berwujud bisa disentuh; warisan tak berwujud hidup dalam praktik.
- Candi dan prasasti berwujud; tarian dan ritual tak berwujud.
- Pelestarian melalui tahap: identifikasi, penilaian, penetapan, perawatan.
- Ancaman datang dari alam, perusakan, dan hilangnya penerus tradisi.