Langsung ke isi
Lyra
Sejarah ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca

Masa Orde Lama: Demokrasi Terpimpin (1959โ€“1965)

Setelah ini kamu bisa memahami demokrasi terpimpin Soekarno, konsep Nasakom, dan peristiwa G30S yang mengakhiri Orde Lama.

Setelah dekrit 5 Juli 1959, Soekarno menyatukan tiga kekuatan besar โ€” nasionalis, agama, dan komunis โ€” dalam konsep Nasakom. Demokrasi terpimpin berjalan dengan presiden sebagai pusat, politik mercusu berhadapan dengan Malaysia, dan ekonomi terjebak inflasi. Puncaknya, peristiwa G30S 1965 mengguncang Jakarta dan membuka jalan bagi transisi ke Orde Baru. Bagaimana enam tahun itu berlangsung? Coba lihat sendiri di bawah.

Baca tiap konsep, lalu pilah ke sumber gagasannya.

Apa itu demokrasi terpimpin

Demokrasi terpimpin adalah sistem politik Indonesia 1959โ€“1965 yang menempatkan presiden sebagai pusat kekuasaan, dengan istilah Soekarno sendiri โ€œpresiden sebagai mandorโ€. Setelah Dekrit 5 Juli 1959 membubarkan Konstituante dan kembali ke UUD 1945, Soekarno memimpin langsung dengan dukungan militer dan partai besar. Pada masa ini, Nasakom (nasionalis, agama, komunis) menjadi poros politik, politik luar negeri anti-imperialis (politiek mercusu, Dwikora), dan ekonomi kesulitan inflasi tinggi. Periode ini ditutup oleh peristiwa G30S 1965 yang memicu peralihan kekuasaan ke Orde Baru.

Demokrasi terpimpin (1959โ€“1965) adalah sistem politik Orde Lama Indonesia yang menempatkan presiden sebagai pusat kekuasaan dengan konsep Nasakom (nasionalis-agama-komunis), ditandai politik mercusu, Dwikora, dan berakhir akibat peristiwa G30S 1965.

Tiga gagasan inti Orde Lama

Tiga gagasan membentuk periode ini. Pertama, Nasakom adalah konsep menyatukan tiga kekuatan besar (nasionalis, agama, komunis) dalam satu kabinet yang dipandang Soekarno sebagai perwujudan Indonesia. Kedua, politik mercusu (manifesto politik) menempatkan Indonesia sebagai pelopor anti-imperialisme, dengan Dwikora menghadapi Malaysia. Ketiga, demokrasi terpimpin menempatkan presiden sebagai mandor yang memimpin langsung. Gagasan-gagasan ini membawa dinamika sekaligus ketegangan yang memuncak pada 1965.

Bayangkan Nasakom seperti tiga kuda menarik satu kereta. Kuda nasionalis, agama, dan komunis sama-sama kuat, tetapi menarik ke arah berbeda. Soekarno sebagai kusir (mandor) berusaha menjaga mereka tetap berjalan bersama. Pada 1965, ketegangan tiga kuda pecah dan kereta oleng.

Pasangkan kekuatan dengan simbol Nasakom

Tiga kekuatan dalam Nasakom punya simbol yang lazim disebut. Memasangkannya membantumu mengenali konfigurasi politik masa itu.

Ciri demokrasi terpimpin

Demokrasi terpimpin memiliki ciri yang membedakannya dari demokrasi liberal sebelumnya. Kekuasaan terpusat pada presiden, partai disederhanakan, dan konsep Nasakom dominan. Mengenali ciri ini membantumu membandingkan era politik Indonesia.

Linimasa 1959โ€“1965

Periode ini berjalan dalam linimasa yang memuncak pada 1965. Memahami urutan peristiwa membantumu melihat jalan menuju akhir Orde Lama.

Jebakan: menyamakan G30S dengan kudeta yang sukses. Yang benar: G30S (30 September 1965) adalah peristiwa penculikan dan pembunuhan jenderal yang gagal mengambil alih kekuasaan secara permanen; justru memicu reaksi militer yang akhirnya membawa jenderal Soeharto ke posisi kunci dan transisi ke Orde Baru.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Mengapa konsep Nasakom akhirnya menjadi sumber ketegangan yang meledak pada 1965?

Tiga kekuatan Nasakom (nasionalis, agama, komunis) punya ideologi yang berbeda tajam, terutama antara PKI (komunis) dengan partai agama dan tentara. Kompromi rapuh Soekarno menutup perbedaan itu untuk sementara.

Saat ekonomi memburuk dan ketegangan antara PKI dan tentara memuncak (isu council revolution, aksi sepihak), peristiwa G30S 1965 meledak sebagai klimaks konflik tiga kekuatan. Nasakom pecah, PKI dibubarkan, dan Soeharto mengambil inisiatif yang menutup era terpimpin.

Jebakan: menganggap G30S sebagai peristiwa tunggal yang jelas. Yang benar: G30S 1965 adalah peristiwa kompleks dengan berbagai versi sejarah (apa yang terjadi, siapa dalang) yang masih diperdebatkan; pendekatan akademik menyajikan berbagai interpretasi sebagai bahan diskusi, bukan satu versi yang menghakimi.

Jebakan: menyamakan Orde Lama dengan rezim komunis. Yang benar: Orde Lama Soekarno bukan rezim komunis; ia menyatukan tiga kekuatan (Nasakom) yang salah satunya komunis; orientasi politiknya lebih dekat ke non-blok dan anti-imperialisme, bukan penuh komunis.

  • Orde Lama = demokrasi terpimpin 1959โ€“1965, presiden sebagai mandor.
  • Tiga gagasan: Nasakom, politik mercusu, demokrasi terpimpin.
  • Dwikora menghadapi Malaysia 1963; ekonomi sulit inflasi tinggi.
  • G30S 1965 menutup terpimpin dan membuka transisi ke Orde Baru.
  • Pendekatan akademik menyajikan multi-interpretasi peristiwa sensitif.