Langsung ke isi
Lyra
Sejarah ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 5 menit baca

Interpretasi & Historiografi

Setelah ini kamu bisa menjelaskan interpretasi dan historiografi, serta mengidentifikasi bias pada dua versi peristiwa yang berbeda.

Dua buku sama-sama membahas peristiwa yang sama, tetapi satu menggambarkan tokoh sebagai pahlawan, yang lain sebagai pemberontak. Bagaimana bisa begitu? Jawabannya pada interpretasi dan cara menulis sejarah (historiografi). Coba lihat sendiri di bawah.

Coba pilah tiap pernyataan: menampakkan bias atau netral.

Apa itu interpretasi

Interpretasi adalah penafsiran sejarawan atas fakta dan peristiwa. Karena melibatkan penilaian, interpretasi bisa berbeda-beda. Dua sejarawan dengan sumber yang sama bisa menarik kesimpulan yang berbeda.

Interpretasi sejarah adalah penafsiran sejarawan atas fakta dan peristiwa masa lampau sehingga menghasilkan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Apa itu historiografi

Historiografi adalah cara sejarawan menulis sejarah. Historiografi tidak hanya soal fakta, tetapi juga soal sudut pandang, penekanan, dan kerangka yang dipakai penulis. Karena itu, karya historiografi bisa mencerminkan bias penulisnya.

Mengapa dua versi bisa berbeda

Dua versi peristiwa bisa berbeda karena perbedaan sumber, perbedaan sudut pandang, atau perbedaan kerangka penulisan. Misalnya, peristiwa yang sama dapat ditulis berbeda oleh penulis kolonial dan penulis nasionalis. Coba periksa dua versi berikut.

Langkah menulis historiografi

Menulis historiografi berlangsung bertahap. Sejarawan menafsirkan sumber, lalu menyusunnya menjadi narasi yang runtut. Coba urutkan langkahnya.

Pikirkan interpretasi dan historiografi seperti memotret dan memamerkan foto. Interpretasi = memilih sudut pengambilan foto; historiografi = memamerkan foto dengan caption tertentu. Dua orang memotret benda yang sama bisa menghasilkan dua cerita berbeda.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah buku menulis peristiwa perlawanan dengan kata-kata pujian berlebihan kepada satu tokoh dan tanpa mencantumkan sumber. Bias apa yang menonjol?

Pujian berlebih tanpa sumber dan tanpa cacat menandakan penulisan tidak seimbang.

Bias yang menonjol adalah bias memihak yang menguntungkan satu tokoh tanpa pertanggungjawaban sumber.

Jebakan: menganggap semua perbedaan versi berarti satu pihak berbohong. Yang benar: perbedaan bisa muncul dari perbedaan tafsiran dan kerangka, bukan pasti kebohongan.

Jebakan: menyamakan interpretasi dengan pendapat bebas tanpa dasar. Yang benar: interpretasi yang sah tetap berlandaskan fakta dan sumber yang sudah dikritik.

  • Interpretasi adalah penafsiran sejarawan atas fakta dan peristiwa.
  • Historiografi adalah cara sejarawan menulis sejarah.
  • Dua versi peristiwa bisa berbeda karena perbedaan sumber, sudut pandang, atau kerangka.
  • Tanda bias: pujian berlebih, hanya fakta satu sisi, tanpa pencantuman sumber.
  • Mencantumkan sumber membantu pembaca meninjau ulang hasil kajian.