Langsung ke isi
Lyra
Sejarah ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 7 menit baca

Imperialisme & Kolonialisme Modern

Setelah ini kamu bisa memahami gelombang imperialisme-kolonialisme abad 19 dan dampaknya bagi wilayah yang dijajah, termasuk Asia dan Afrika.

Pada abad 19, negara-negara Eropa Barat berlomba membagi Afrika dan Asia seperti kue. Inggris, Prancis, Belanda, Spanyol, dan lainnya mengerahkan pasukan dan modal untuk menguasai wilayah jauh dari rumah. Revolusi industri mendorong mereka mencari bahan baku dan pasar baru. Inilah imperialisme dan kolonialisme modern. Bagaimana satu abad pembagian ini membentuk dunia? Coba pilah di bawah.

Baca tiap pernyataan, lalu pilah yang merupakan motif imperialisme dan yang bukan, kemudian tekan Periksa.

Apa itu imperialisme dan kolonialisme

Imperialisme adalah kebijakan memperluas kekuasaan suatu negara atas wilayah lain, sedangkan kolonialisme adalah pelaksanaannya lewat pendirian koloni (permukiman dan administrasi). Gelombang imperialisme modern abad 19 didorong revolusi industri: negara Eropa Barat mencari bahan baku murah dan pasar produk manufaktur. Nasionalisme dan misi โ€œberadabโ€ (civilizing mission) menjadi pembenar moral.

Imperialisme adalah kebijakan memperluas kekuasaan atas wilayah lain. Kolonialisme adalah pelaksanaan imperialisme lewat pendirian koloni (administrasi dan permukiman). Imperialisme modern abad 19 didorong motif ekonomi (bahan baku, pasar), politik (nasionalisme), dan ideologi (misi beradab).

Pasangkan bentuk penguasaan dengan contohnya.

Dampak bagi wilayah yang dijajah

Imperialisme meninggalkan dampak mendalam. Ekonomi jajahan diatur untuk kepentingan penjajah (ekstraksi bahan baku, pasar produk), bukan pembangunan lokal. Budaya dan bahasa penjajah dipaksakan, sistem pendidikan dan administrasi diubah. Tetapi imperialisme juga membawa infrastruktur (jalan, rel) dan ide nasionalisme yang kelak memicu pergerakan kemerdekaan.

Sorot dampak imperialisme bagi jajahan.

Linimasa imperialisme

Susun linimasa imperialisme abad 19.

Bayangkan imperialisme seperti pohon besar yang mengisap tanah sekitarnya. Akar pohon (ekonomi penjajah) menyerap bahan baku dari tanah (jajahan), mengembalikan sedikit (infrastruktur), tetapi mengambil jauh lebih banyak. Tanah di sekitar menjadi miskin, pohon makin besar. Setelah pohon pergi, tanah butuh waktu lama untuk pulih.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Jelaskan hubungan revolusi industri dengan imperialisme abad 19.

Revolusi industri meningkatkan produksi massal, sehingga negara industri butuh bahan baku murah dan pasar untuk produk manufaktur.

Kebutuhan ini mendorong negara Eropa Barat memperluas koloni di Asia dan Afrika โ€” wilayah yang menjadi sumber bahan baku dan pasar produk.

Jebakan: menyamakan imperialisme dengan perdagangan biasa. Yang benar: imperialisme melibatkan penguasaan politik-wilayah, bukan sekadar perdagangan. Koloni diatur untuk kepentingan penjajah, ekonomi lokal dieksploitasi, bukan transaksi setara.

Jebakan: menganggap imperialisme hanya membawa kerugian. Yang benar: imperialisme memang eksploitatif, tetapi juga meninggalkan infrastruktur (jalan, rel), sistem administrasi, dan ide nasionalisme yang kelak memicu kemerdekaan. Dampaknya beragam, tidak hitam-putih.

  • Imperialisme = memperluas kekuasaan; kolonialisme = pelaksanaan lewat koloni.
  • Motif: bahan baku, pasar, nasionalisme, misi beradab.
  • Revolusi industri mendorong imperialisme abad 19.
  • Dampak: eksploitasi ekonomi, infrastruktur, ide nasionalisme.
  • Konferensi Berlin (1884-1885) membagi Afrika di antara Eropa.