Langsung ke isi
Lyra
Matematika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Panjang Vektor & Vektor Satuan

Setelah ini kamu bisa menghitung besar (panjang) vektor dari komponennya lewat teorema Pythagoras, dan menormalkan vektor menjadi vektor satuan berpanjang satu dengan arah tetap.

Sebuah perahu bergerak dengan kecepatan 3 knot ke timur dan 4 knot ke utara. Berapa cepat sebenarnya perahu itu meluncur di air? Bukan 3, bukan 4, dan bukan 7 โ€” melainkan 5 knot, lurus ke arah timur laut. Soal seperti ini intinya berbalik ke satu teorema kuno: Pythagoras. Dan bila kamu hanya peduli arah gerak perahu, bukan cepatnya, satu trik normalisasi mengubah vektor apa pun menjadi โ€œpanah penunjuk arahโ€ sepanjang satu satuan. Coba seret ujung vektor di bawah dan rasakan besarnya.

Coba seret ujung vektor dan perhatikan besar (panjang) panah berubah mengikuti komponennya.

Besar vektor: Pythagoras menyelimuti komponen

Vektor aโƒ—=(ax,ay)\vec{a} = (a_x, a_y) punya dua komponen: mendatar axa_x dan tegak aya_y. Kedua komponen ini saling tegak lurus โ€” seolah membentuk dua kaki segitiga siku-siku, dengan vektor aโƒ—\vec{a} sendiri sebagai sisi miring. Maka besarnya dihitung lewat teorema Pythagoras.

โˆฃaโƒ—โˆฃ=ax2+ay2|\vec{a}| = \sqrt{a_x^2 + a_y^2}

Arti tiap simbol: โˆฃaโƒ—โˆฃ|\vec{a}| = besar (panjang) vektor aโƒ—\vec{a}; axa_x = komponen mendatar; aya_y = komponen tegak. Hasilnya selalu bilangan tidak-negatif.

Bangun di bawah memperlihatkan inti gagasan ini: tiga persegi tumbuh di sisi-sisi segitiga siku-siku yang kakinya adalah komponen axa_x dan aya_y, serta sisi miringnya adalah vektor aโƒ—\vec{a} sendiri. Seret titik sudut โ€” luas persegi terbesar selalu menjumlahkan luas dua persegi lainnya.

Vektor satuan: arah dipertahankan, panjang diseragamkan

Sering kamu hanya peduli pada arah sebuah vektor, bukan besarnya. Maka kamu menormalkan vektor itu menjadi vektor satuan โ€” vektor baru yang berarah sama persis tapi berpanjang tepat satu satuan. Caranya: bagi vektor asli dengan besarnya sendiri.

a^=aโƒ—โˆฃaโƒ—โˆฃ=(axโˆฃaโƒ—โˆฃ,โ€…โ€Šayโˆฃaโƒ—โˆฃ)\hat{a} = \dfrac{\vec{a}}{|\vec{a}|} = \left(\dfrac{a_x}{|\vec{a}|},\; \dfrac{a_y}{|\vec{a}|}\right)

Arti tiap simbol: a^\hat{a} = vektor satuan searah aโƒ—\vec{a} (dibaca โ€œa-topiโ€); โˆฃaโƒ—โˆฃ|\vec{a}| = besar vektor aโƒ—\vec{a}. Karena tiap komponen dibagi bilangan positif yang sama, arah tidak berubah โ€” yang berubah hanya skalanya.

Papan di bawah menggambarkan kedua vektor sekaligus: vektor asli aโƒ—\vec{a} (lebih panjang) dan vektor satuan a^\hat{a} (panjang satu) yang ujungnya pasti berhenti di lingkaran satuan. Seret ujung aโƒ—\vec{a} โ€” vektor satuan selalu ikut berputar, tapi panjangnya tetap satu.

Bayangkan vektor satuan sebagai โ€œpanah kompasโ€. Kompas tidak peduli seberapa jauh kamu berjalan โ€” yang ditunjukkannya hanya arah utara. Begitu pula a^\hat{a}: ia mengabaikan besarnya aโƒ—\vec{a}, hanya menyimpan kemana aโƒ—\vec{a} menunjuk. Karena panjangnya selalu satu, mengalikan a^\hat{a} dengan bilangan kk langsung memberimu vektor sepanjang kk satuan ke arah itu.

Membaca arah lewat kosinus

Komponen vektor satuan a^=(axโˆฃaโƒ—โˆฃ,ayโˆฃaโƒ—โˆฃ)\hat{a} = \left(\dfrac{a_x}{|\vec{a}|}, \dfrac{a_y}{|\vec{a}|}\right) ternyata bukan sekadar angka. Komponen pertama sama dengan cosโกฮธ\cos\theta dan komponen kedua sama dengan sinโกฮธ\sin\theta, dengan ฮธ\theta sudut yang dibentuk vektor terhadap sumbu-xx positif. Inilah kenapa vektor satuan kadang disebut kosinus pengarah.

Bangun di bawah memperlihatkan segitiga siku-siku yang kakinya adalah komponen vektor dan sisi miringnya vektor itu sendiri, lengkap dengan rasio trigonometri. Seret titik sudut โ€” rasio depan/miring dan samping/miring memberi komponen vektor satuan secara langsung.

Di TKA Matematika Tingkat Lanjut (kerangka TKA 045/H/AN/2025, elemen Geometri dan Pengukuran), vektor dibatasi sampai tiga komponen. Soal khas: diberi vektor, ditanya besarnya; atau diberi vektor, ditanya vektor satuan searah. Trik cepat: hitung dulu besarnya lewat Pythagoras tiga dimensi โˆฃaโƒ—โˆฃ=ax2+ay2+az2|\vec{a}| = \sqrt{a_x^2 + a_y^2 + a_z^2}, lalu bagi tiap komponen dengan hasil itu.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Diketahui aโƒ—=(6,8)\vec{a} = (6, 8). Hitung besarnya โˆฃaโƒ—โˆฃ|\vec{a}|, lalu tentukan vektor satuan a^\hat{a} searah aโƒ—\vec{a}.

โˆฃaโƒ—โˆฃ=ax2+ay2=62+82=36+64=100=10|\vec{a}| = \sqrt{a_x^2 + a_y^2} = \sqrt{6^2 + 8^2} = \sqrt{36 + 64} = \sqrt{100} = 10. Jadi besar vektor aโƒ—\vec{a} adalah 1010 satuan.

a^=aโƒ—โˆฃaโƒ—โˆฃ=(axโˆฃaโƒ—โˆฃ,ayโˆฃaโƒ—โˆฃ)=(610,810)=(0,6;โ€…โ€Š0,8)\hat{a} = \dfrac{\vec{a}}{|\vec{a}|} = \left(\dfrac{a_x}{|\vec{a}|}, \dfrac{a_y}{|\vec{a}|}\right) = \left(\dfrac{6}{10}, \dfrac{8}{10}\right) = (0{,}6;\; 0{,}8). Cek: panjangnya 0,36+0,64=1=1\sqrt{0{,}36 + 0{,}64} = \sqrt{1} = 1. Tepat satu satuan, arah tetap.

Latih kecepatan menghitung besar vektor dengan angka acak di bawah.

Jebakan: menjumlahkan komponen untuk mencari besar, โˆฃaโƒ—โˆฃ=ax+ay|\vec{a}| = a_x + a_y. Yang benar: kuadratkan tiap komponen, jumlahkan, lalu akarkan โ€” โˆฃaโƒ—โˆฃ=ax2+ay2|\vec{a}| = \sqrt{a_x^2 + a_y^2}. Vektor (3,4)(3,4) besarnya 55, bukan 77.

Jebakan: menormalkan vektor dengan membagi hanya satu komponen. Yang benar: bagi tiap komponen dengan โˆฃaโƒ—โˆฃ|\vec{a}| yang sama. Vektor satuan dari (6,8)(6,8) adalah (0,6;โ€…โ€Š0,8)(0{,}6;\;0{,}8), bukan (0,75;โ€…โ€Š1)(0{,}75;\;1) yang hanya membagi komponen pertama.

Jebakan: mencoba menormalkan vektor nol (0,0)(0,0). Yang benar: vektor nol tak punya arah, jadi tidak terdefinisi vektor satuannya โ€” besarnya nol, dan membagi dengan nol dilarang. Soal normalisasi selalu mengasumsikan vektor bukan-nol.

  • Besar vektor aโƒ—=(ax,ay)\vec{a} = (a_x, a_y) adalah โˆฃaโƒ—โˆฃ=ax2+ay2|\vec{a}| = \sqrt{a_x^2 + a_y^2} (Pythagoras komponen).
  • Vektor satuan searah aโƒ—\vec{a}: a^=aโƒ—โˆฃaโƒ—โˆฃ\hat{a} = \dfrac{\vec{a}}{|\vec{a}|}, panjang selalu satu.
  • Komponen vektor satuan sama dengan kosinus dan sinus sudut arah vektor.
  • Vektor nol tak dapat dinormalisasi (besar nol, bagi nol terlarang).
  • Vektor satuan = โ€œpanah kompasโ€: simpan arah, jangan pedulikan jarak.