Sudut Berelasi di Empat Kuadran
Setelah ini kamu bisa menentukan nilai , , sudut di semua kuadran lewat sudut acuan dan pola tanda ASTC.
Di kalkulator, mengeluarkan — sama persis dengan . Kebetulan? Bukan. Kedua sudut itu berelasi: adalah , dan keduanya berbagi nilai sinus karena titiknya di lingkaran satuan saling bercermin. Begitu kamu melihat pola cermin ini, ratusan nilai trigonometri runtuh menjadi segelintir sudut acuan. Coba lihat sendiri di bawah.
Empat kuadran dan koordinat titik
Di lingkaran satuan, sebuah sudut (diukur dari sumbu-x positif, berlawanan jarum jam) menunjuk ke sebuah titik dengan koordinat . Sumbu-x dan sumbu-y membagi bidang menjadi empat kuadran. Tanda mengikuti tanda sumbu-x; tanda mengikuti tanda sumbu-y.
Kuadran adalah salah satu dari empat daerah bidang yang dipisahkan oleh sumbu-x dan sumbu-y. Sudut berelasi adalah sudut di kuadran II, III, atau IV yang nilai trigonometrinya berkaitan dengan sudut lancip di kuadran I melalui sudut acuan.
Bangun di bawah memperlihatkan segiempat yang merepresentasikan “bayangan cermin”: sebuah sudut di kuadran I dan bayangannya di kuadran lain. Seret titik utama dan amati bagaimana nilai absolut koordinatnya tetap, hanya tandanya yang berubah.
Pola tanda ASTC
Karena = koordinat-x dan = koordinat-y, tandanya bergantung kuadran. Ingat akronim ASTC: All (Q1), Sin (Q2), Tan (Q3), Cos (Q4) — satu kata “Semua Suka Tahu Cara”. Di kuadran I semua positif; di Q2 hanya positif; di Q3 hanya positif; di Q4 hanya positif.
Arti tiap simbol: positif saat dan ber tanda sama (Q1 dan Q3), negatif saat berbeda tanda (Q2 dan Q4).
Plot di bawah memperlihatkan tiga kurva , , sepanjang sampai . Geser garis penanda dan amati tanda tiap kurva berubah saat memasuki kuadran baru — pola ASTC terbaca langsung dari grafik.
Bayangkan lingkaran satuan sebagai jam: kuadran I adalah jam 12–3 (kanan-atas), kuadran II jam 9–12 (kiri-atas), dan seterusnya. Setiap kali titik “menyeberang” sumbu-y, hanya sin yang bertanda tetap; setiap kali menyeberang sumbu-x, hanya cos yang bertanda tetap. Pola ini keluar dengan sendirinya dari posisi titik.
Sudut acuan: pintu ke sudut berelasi
Untuk sudut di kuadran II–IV, sudut acuan adalah sudut lancip terkecil antara sudut itu dengan sumbu-x terdekat. Nilai trigonometri sudut berelasi = nilai trigonometri sudut acuan, dikalikan tanda kuadran (pola ASTC). Inilah jembatan yang membuat dan .
Arti tiap simbol: = sudut acuan (lancip, Q1); = sudut asli. Pilih suku yang menghasilkan nilai –. Rumus padanannya: Q2 ; Q3 ; Q4 .
Bangun di bawah memperlihatkan segitiga siku-siku di dalam lingkaran satuan: satu sisi miring dari pusat ke titik sudut, dan sudut acuan terbentuk dengan sumbu-x. Seret titik dan amati sudut acuannya selalu lancip.
Soal TKA Matematika Tingkat Lanjut (kerangka 045/H/AN/2025, elemen Aljabar) sering memberi satu nilai trigonometri di kuadran tertentu lalu meminta nilai fungsi lain. Triknya: tentukan kuadran → pakai ASTC untuk tanda → cari sudut acuan → hitung. Latih kecepatan ini hingga otomatis.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Diketahui di kuadran IV dengan . Tentukan dan .
berarti sudut acuan (karena ). Nilai mutlak semua fungsi trigonometri sama dengan nilai di sudut acuan.
Kuadran IV → hanya positif, jadi negatif. .
. Jadi dan .
Latih kecepatan menentukan sudut acuan dari sudut acak di bawah.
Jebakan: mengira semua fungsi trigonometri bernilai sama dengan sudut acuannya tanpa memperhatikan tanda kuadran. Yang benar: nilai mutlaknya sama, tetapi tanda mengikuti pola ASTC — misalnya , bukan .
Jebakan: salah menentukan kuadran karena keliru membagi rentang. Yang benar: Q1 = –, Q2 = –, Q3 = –, Q4 = –. Sudut tepat di batas (seperti ) tak masuk kuadran mana pun.
- Sudut di kuadran II–IV berelasi dengan sudut lancip via sudut acuan.
- Pola tanda ASTC: Q1 All, Q2 Sin, Q3 Tan, Q4 Cos.
- Sudut acuan: Q2 ; Q3 ; Q4 .
- Nilai mutlak fungsi = nilai di sudut acuan; tanda = pola ASTC.
- ikut sumbu-x, ikut sumbu-y di lingkaran satuan.