Langsung ke isi
Lyra
Matematika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Memodelkan Fenomena Periodik

Setelah ini kamu bisa menyusun fungsi sinusoidal y=Asinโก(B(xโˆ’C))+Dy=A\sin(B(x-C))+D untuk memodelkan fenomena berulang dan memprediksi nilainya.

Kabin bianglala naik-turun, air laut pasang-surut setiap hari, suhu tubuh naik-turun mengikuti jam biologis โ€” semua berulang dengan pola yang bisa diprediksi. Pola itu bukan garis lurus, melainkan gelombang. Begitu kamu mengenali empat parameter gelombang, kamu bisa menulis rumus yang meramalkan tinggi kabin bianglala di detik mana pun. Coba lihat sendiri di bawah.

Coba geser slider waktu tt pada plot bianglala dan perhatikan titik kabin naik-turun mengikuti kurva sinus.

Bentuk umum model sinusoidal

Fenomena periodik (berulang) dimodelkan dengan fungsi sinusoidal berbentuk y=Asinโก(B(xโˆ’C))+Dy = A\sin(B(x-C)) + D. Empat parameter AA, BB, CC, DD punya makna fisik yang langsung terbaca dari konteks: amplitudo, periode, pergeseran fase, dan nilai rata-rata.

Fungsi sinusoidal adalah fungsi bentuk y=Asinโก(B(xโˆ’C))+Dy = A\sin(B(x-C)) + D yang grafiknya berupa gelombang berulang. Pemodelan periodik adalah proses memilih nilai AA, BB, CC, DD agar kurva menempel pada data fenomena nyata.

Roda bianglala di bawah menggambarkan asal geometris model ini: kabin terikat pada roda yang berputar, dan tingginya adalah nilai sinus terhadap waktu. Seret titik dan amati posisi kabin.

Membaca parameter dari konteks

Setiap parameter punya makna konkret. DD = nilai rata-rata (garis tengah gelombang) โ€” untuk bianglala, tinggi poros roda. AA = amplitudo (setengah rentang naik-turun) โ€” jari-jari roda. Periode = lama satu siklus penuh; B=2ฯ€periodeB = \frac{2\pi}{\text{periode}}. CC = pergeseran fase (kapan siklus dimulai).

y=Asinโกโ€‰โฃ(2ฯ€T(xโˆ’C))+Dy = A\sin\!\left(\frac{2\pi}{T}(x - C)\right) + D

Arti tiap simbol: AA = amplitudo; TT = periode; CC = pergeseran horizontal; DD = nilai rata-rata. Nilai yy berosilasi di antara Dโˆ’AD-A (titik terendah) dan D+AD+A (titik tertinggi).

Contoh: pasang surut air laut

Air laut naik ke puncak 3,53{,}5 m lalu surut ke 0,50{,}5 m, dan siklus penuh berlangsung 12,412{,}4 jam. Maka D=3,5+0,52=2D = \frac{3{,}5+0{,}5}{2} = 2, A=3,5โˆ’0,52=1,5A = \frac{3{,}5-0{,}5}{2} = 1{,}5, dan B=2ฯ€12,4โ‰ˆ0,507B = \frac{2\pi}{12{,}4} \approx 0{,}507. Plot di bawah memperlihatkan kurva model pasang surut; titik penanda membaca tinggi air di jam tertentu.

Mengatur parameter secara bebas

Untuk benar-benar merasakan tiap parameter, geser slider AA, BB, CC, DD pada plot di bawah. Amati bagaimana kurva meregang-menciut (amplitudo), cepat-lambat berulang (periode), bergeser kiri-kanan (fase), dan naik-turun sejajar (nilai rata-rata).

Pikirkan DD sebagai โ€œlantai baruโ€ โ€” semua gelombang digeser naik-turun bersama. AA adalah โ€œkehebatan ayunanโ€ โ€” makin besar AA, makin jauh puncak-lembah dari lantai. BB mengatur โ€œberapa kali berayun dalam satu satuan xโ€. CC menggeser โ€œkapan ayunan dimulaiโ€.

Soal pemodelan periodik sering muncul di TKA Matematika Tingkat Lanjut (kerangka 045/H/AN/2025, elemen Aljabar) sebagai soal cerita: diberi nilai puncak-lembah dan periode, ditanya rumus model atau ramalan nilai di waktu tertentu. Triknya: hitung DD dan AA dari puncak-lembah, lalu BB dari periode, lalu substitusi waktu untuk meramal.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Suhu permukaan sebuah kota berosilasi antara 18โˆ˜18^\circ (pukul 04.00) dan 32โˆ˜32^\circ (pukul 16.00). Susun model sinusoidal dan tentukan suhu pukul 10.00.

Nilai rata-rata D=18+322=25D = \frac{18+32}{2} = 25. Amplitudo A=32โˆ’182=7A = \frac{32-18}{2} = 7.

Satu siklus penuh (panas-turun-dingin-naik) berlangsung 2424 jam, jadi B=2ฯ€24=ฯ€12B = \frac{2\pi}{24} = \frac{\pi}{12}.

Pilih fase agar puncak di x=16x=16 (pukul 16.00): pakai kosinus, y=25+7cosโกโ€‰โฃ(ฯ€12(xโˆ’16))y = 25 + 7\cos\!\left(\frac{\pi}{12}(x-16)\right). Di x=10x=10: y=25+7cosโกโ€‰โฃ(ฯ€12โ‹…(โˆ’6))=25+7cosโก(โˆ’ฯ€2)=25+0=25y = 25 + 7\cos\!\left(\frac{\pi}{12}\cdot(-6)\right) = 25 + 7\cos(-\frac{\pi}{2}) = 25 + 0 = 25. Jadi suhu pukul 10.00 kira-kira 25โˆ˜25^\circ.

Latih menyusun amplitudo dari data puncak-lembah acak di bawah.

Jebakan: menyamakan BB dengan periode. Yang benar: B=2ฯ€periodeB = \frac{2\pi}{\text{periode}}. Bila periode 1212 jam, maka B=ฯ€6B = \frac{\pi}{6}, bukan 1212. Tukar keduanya membuat kurva berfrekuensi sangat berbeda dari data.

Jebakan: menghitung amplitudo sebagai puncak dikurangi lembah (tanpa dibagi dua). Yang benar: amplitudo = setengah rentang, A=puncakโˆ’lembah2A = \frac{\text{puncak} - \text{lembah}}{2}. Nilai puncak dikurangi lembah adalah rentang penuh (dua kali amplitudo).

  • Model sinusoidal: y=Asinโกโ€‰โฃ(2ฯ€T(xโˆ’C))+Dy = A\sin\!\left(\frac{2\pi}{T}(x-C)\right) + D.
  • AA = amplitudo = setengah rentang puncak-lembah.
  • DD = nilai rata-rata = rata-rata puncak dan lembah.
  • B=2ฯ€periodeB = \frac{2\pi}{\text{periode}}; CC = pergeseran fase (awal siklus).
  • Substitusi waktu xx untuk meramal nilai fenomena di saat tertentu.