Memodelkan Fenomena Periodik
Setelah ini kamu bisa menyusun fungsi sinusoidal untuk memodelkan fenomena berulang dan memprediksi nilainya.
Kabin bianglala naik-turun, air laut pasang-surut setiap hari, suhu tubuh naik-turun mengikuti jam biologis โ semua berulang dengan pola yang bisa diprediksi. Pola itu bukan garis lurus, melainkan gelombang. Begitu kamu mengenali empat parameter gelombang, kamu bisa menulis rumus yang meramalkan tinggi kabin bianglala di detik mana pun. Coba lihat sendiri di bawah.
Bentuk umum model sinusoidal
Fenomena periodik (berulang) dimodelkan dengan fungsi sinusoidal berbentuk . Empat parameter , , , punya makna fisik yang langsung terbaca dari konteks: amplitudo, periode, pergeseran fase, dan nilai rata-rata.
Fungsi sinusoidal adalah fungsi bentuk yang grafiknya berupa gelombang berulang. Pemodelan periodik adalah proses memilih nilai , , , agar kurva menempel pada data fenomena nyata.
Roda bianglala di bawah menggambarkan asal geometris model ini: kabin terikat pada roda yang berputar, dan tingginya adalah nilai sinus terhadap waktu. Seret titik dan amati posisi kabin.
Membaca parameter dari konteks
Setiap parameter punya makna konkret. = nilai rata-rata (garis tengah gelombang) โ untuk bianglala, tinggi poros roda. = amplitudo (setengah rentang naik-turun) โ jari-jari roda. Periode = lama satu siklus penuh; . = pergeseran fase (kapan siklus dimulai).
Arti tiap simbol: = amplitudo; = periode; = pergeseran horizontal; = nilai rata-rata. Nilai berosilasi di antara (titik terendah) dan (titik tertinggi).
Contoh: pasang surut air laut
Air laut naik ke puncak m lalu surut ke m, dan siklus penuh berlangsung jam. Maka , , dan . Plot di bawah memperlihatkan kurva model pasang surut; titik penanda membaca tinggi air di jam tertentu.
Mengatur parameter secara bebas
Untuk benar-benar merasakan tiap parameter, geser slider , , , pada plot di bawah. Amati bagaimana kurva meregang-menciut (amplitudo), cepat-lambat berulang (periode), bergeser kiri-kanan (fase), dan naik-turun sejajar (nilai rata-rata).
Pikirkan sebagai โlantai baruโ โ semua gelombang digeser naik-turun bersama. adalah โkehebatan ayunanโ โ makin besar , makin jauh puncak-lembah dari lantai. mengatur โberapa kali berayun dalam satu satuan xโ. menggeser โkapan ayunan dimulaiโ.
Soal pemodelan periodik sering muncul di TKA Matematika Tingkat Lanjut (kerangka 045/H/AN/2025, elemen Aljabar) sebagai soal cerita: diberi nilai puncak-lembah dan periode, ditanya rumus model atau ramalan nilai di waktu tertentu. Triknya: hitung dan dari puncak-lembah, lalu dari periode, lalu substitusi waktu untuk meramal.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Suhu permukaan sebuah kota berosilasi antara (pukul 04.00) dan (pukul 16.00). Susun model sinusoidal dan tentukan suhu pukul 10.00.
Nilai rata-rata . Amplitudo .
Satu siklus penuh (panas-turun-dingin-naik) berlangsung jam, jadi .
Pilih fase agar puncak di (pukul 16.00): pakai kosinus, . Di : . Jadi suhu pukul 10.00 kira-kira .
Latih menyusun amplitudo dari data puncak-lembah acak di bawah.
Jebakan: menyamakan dengan periode. Yang benar: . Bila periode jam, maka , bukan . Tukar keduanya membuat kurva berfrekuensi sangat berbeda dari data.
Jebakan: menghitung amplitudo sebagai puncak dikurangi lembah (tanpa dibagi dua). Yang benar: amplitudo = setengah rentang, . Nilai puncak dikurangi lembah adalah rentang penuh (dua kali amplitudo).
- Model sinusoidal: .
- = amplitudo = setengah rentang puncak-lembah.
- = nilai rata-rata = rata-rata puncak dan lembah.
- ; = pergeseran fase (awal siklus).
- Substitusi waktu untuk meramal nilai fenomena di saat tertentu.