Sec, Csc, Cot: Tiga Perbandingan Kebalikan
Setelah ini kamu bisa mendefinisikan sekan, kosekan, dan kotangen sebagai kebalikan cosinus, sinus, dan tangen, lalu menghitung nilainya.
Kamu sudah mengenal tiga perbandingan dasar: sinus, cosinus, tangen. Ternyata matematika menambahkan tiga nama lagi — sekan, kosekan, kotangen — yang sebenarnya cuma kebalikan dari ketiganya. Kenapa repot-repot bikin nama baru untuk satu pembagian? Karena di soal sudut istimewa dan identitas, menulis sering lebih ringkas daripada menulis . Coba lihat sendiri di bawah.
Tiga nama untuk tiga kebalikan
Sinus, cosinus, dan tangen sudah cukup untuk membongkar segitiga siku-siku mana pun. Lalu mengapa ada tiga nama tambahan? Jawabannya: kenyamanan. Setiap kebalikan dari ketiga perbandingan dasar itu diberi nama pendek sendiri sehingga penulisan rumus dan tabel jadi lebih ringkas.
Sekan () adalah kebalikan cosinus: . Kosekan () adalah kebalikan sinus: . Kotangen () adalah kebalikan tangen: .
Satu aturan praktis menentukan kapan nilai kebalikan sah: bila perbandingan aslinya nol, kebalikannya tak terdefinisi. Jadi dan tidak ada, karena dan — tidak boleh membagi dengan nol.
Arti tiap simbol: = sudut acuan; sisi miring selalu penyebut kebalikan yang memuat sisi miring. Sekan dan kosekan selalu untuk sudut lancip karena pembilangnya (sisi miring) tak pernah lebih pendek dari penyebut.
Sekan: kebalikan cosinus
Sekan membalik cosinus. Karena , kebalikannya membalik posisi: . Untuk sudut lancip, sisi miring selalu terpanjang, sehingga nilai sekan selalu . Saat sudut mengecil menuju nol, cosinus mendekati 1 dan sekan juga mendekati 1; saat sudut mendekati 90°, cosinus menuju nol dan sekan melonjak tanpa batas.
Kosekan: kebalikan sinus
Kosekan membalik sinus. Karena , maka . Sekali lagi sisi miring jadi pembilang, sehingga kosekan juga selalu untuk sudut lancip. Saat sudut mendekati 90°, sinus mendekati 1 dan kosekan mendekati 1; saat sudut mengecil menuju 0, sinus menuju nol dan kosekan melonjak tanpa batas.
Kotangen: kebalikan tangen
Kotangen membalik tangen. Karena , maka . Berbeda dengan sekan dan kosekan, kotangen tidak dibatasi oleh sisi miring — bisa lebih kecil, sama dengan, atau lebih besar dari 1. Pada 45° kedua sisi siku-siku sama panjang, sehingga . Untuk sudut lancip kecil, tangen kecil sehingga kotangen besar; untuk sudut mendekati 90°, sebaliknya.
Cara cepat mengingat pasangan kebalikannya: awalan “ko-” menandai kebalikan. Kosekan adalah kebalikan sinus (ko-sekan ↔ sin), sekan adalah kebalikan cosinus (ko-sinus ↔ sekan — perhatikan pertukaran suku “ko”), dan kotangen kebalikan tangen. Pasangan “ko-” selalu berdampingan: kosekan-sinus, sekan-cosinus, kotangen-tangen.
| Sudut | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) memasukkan keenam perbandingan trigonometri sebagai cakupan resmi, bukan hanya sin-cos-tan. Di TKA Matematika (elemen Trigonometri), soal sering menyajikan , , atau untuk menguji apakah kamu bisa membalik ke perbandingan dasar. Trik cepat: bila kelihatan rumit, tulis ulang sebagai , , — sering kali soal langsung sederhana.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Pada segitiga siku-siku dengan sudut acuan , hitunglah , , dan .
; ; .
. . .
; ; . Hasil ini cocok dengan baris 30° pada tabel di atas — periksa sendiri.
Sekarang latih kecepatanmu dengan sudut istimewa acak di bawah.
Jebakan: tertukar antara sekan dan kosekan. Yang benar: sekan (sec) kebalikan cosinus, kosekan (csc) kebalikan sinus. Trik ingatan: pasangan “ko-” — kosekan-sinus, sekan-cosinus (ko-sinus), kotangen-tangen.
Jebakan: menganggap sec 90 derajat atau csc 0 derajat berhingga. Yang benar: keduanya tak terdefinisi karena cos 90 derajat = 0 dan sin 0 derajat = 0, sehingga membaliknya berarti membagi dengan nol. Selalu periksa apakah perbandingan dasar nol sebelum membalik.
Jebakan: mengira sekan dan kosekan bisa kurang dari 1 untuk sudut lancip. Yang benar: karena pembilangnya sisi miring (sisi terpanjang), sekan dan kosekan selalu lebih besar atau sama dengan 1 untuk sudut lancip. Hanya kotangen yang bisa kurang dari 1.
- Tiga kebalikan: , , .
- Pasangan: sekan-cosinus, kosekan-sinus, kotangen-tangen (perhatikan suku “ko-”).
- Sekan dan kosekan selalu untuk sudut lancip (sisi miring jadi pembilang).
- dan tak terdefinisi (membagi nol).
- karena .