Langsung ke isi
Lyra
Matematika ยท Kelas 10 ยท Fase E ยท 8 menit baca TKAUTBK

Diagram Pencar: Melihat Hubungan Dua Variabel

Setelah ini kamu bisa membaca diagram pencar dan menyebutkan arah pola hubungan dua variabel: naik, turun, atau tak berpola.

Seorang guru penasaran: apakah siswa yang belajar lebih lama mendapat nilai lebih tinggi? Kalau ia mencatat pasangan (jam belajar, nilai) untuk tiap siswa lalu menaburkannya jadi titik-titik pada grafik, matanya langsung menangkap ke mana arahnya. Inilah kekuatan diagram pencar โ€” mengubah dua deret angka jadi pola yang bisa dilihat. Tetapi hati-hati: kadang titik berjajar rapi naik, kadang turun, dan kadang berantakan tanpa arah. Coba lihat sendiri di bawah.

Coba amati sebaran titik, lalu putuskan arah polanya: naik, turun, atau tak berpola.

Apa itu diagram pencar

Diagram pencar (scatter plot) memetakan pasangan dua variabel numerik sebagai titik-titik pada bidang koordinat. Sumbu mendatar menampung variabel pertama, sumbu tegak menampung variabel kedua. Tiap titik = satu pasangan pengamatan, misalnya (jam belajar, nilai) untuk satu siswa.

Diagram pencar adalah penyajian data berupa titik-titik pada bidang koordinat, di mana tiap titik mewakili satu pasang nilai dua variabel numerik.

Yang dicari dari diagram pencar bukan satu titik, melainkan arah pola keseluruhan. Kalau titik cenderung naik dari kiri ke kanan, hubungannya positif (kedua variabel bertambah bersama). Kalau turun, hubungannya negatif (satu naik, yang lain turun). Kalau titik berjajar acak tanpa arah, hubungannya lemah atau tak ada.

Tiga arah pola dasar

Mata manusia terlatih menangkap tren arah, jadi baca dulu pola secara visual sebelum menghitung apa pun. Tiga arah pola yang perlu kamu kenali:

Arah polaCiri visualArti hubungan
Naiktitik makin ke kanan makin ke ataspositif (bertambah bersama)
Turuntitik makin ke kanan makin ke bawahnegatif (satu naik, satu turun)
Tak berpolatitik berjajar acak, tak ada arahlemah atau tak ada hubungan

Pada widget di bawah, dua dataset berdampingan memperlihatkan kontras pola naik vs pola turun. Geser preset untuk berganti; perhatikan bagaimana matamu menangkap arah tanpa perlu angka.

Ketika titik tak berpola jelas

Tidak semua pasangan variabel punya hubungan. Kadang titik menyebar acak โ€” tidak naik, tidak turun. Itu sinyal bahwa kedua variabel nyaris tak berhubungan, dan memaksakan garis tren justru menyesatkan. Pada widget di bawah, titik-titik beterbangan tanpa arah; itulah ciri hubungan lemah.

Bayangkan kamu menabur pasir ke atas. Butiran jatuh di titik acak tanpa pola โ€” tidak ada arah yang dominan. Begitulah diagram pencar saat dua variabel tak berhubungan: titik menyebar tanpa cerita.

Bukan semua pola lurus

Diagram pencar juga membongkar bentuk pola, bukan cuma arahnya. Beberapa hubungan berbentuk melengkung, bukan garis lurus โ€” misalnya nilai siswa naik seiring waktu belajar, tapi setelah puncak tertentu justru turun karena kelelahan. Pada widget di bawah, titik membentuk busur; memaksakan garis lurus akan menutupi pola melengkung yang sebenarnya.

Latih mata: galeri kasus nyata

Sekarang uji penilaianmu pada kasus nyata. Pada widget di bawah, tiga dataset berbeda bisa kamu ganti lewat preset. Untuk tiap dataset, tutup jawaban dulu, tentukan sendiri arah polanya, baru periksa apakah tebakanmu tepat.

Soal diagram pencar di TKA dan UTBK sering menyodorkan scatter lalu bertanya arah dan kekuatan hubungan secara visual โ€” tanpa perlu menghitung. Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) memasukkan penyajian dan pembacaan data sebagai cakupan resmi. Latih mata membedakan naik, turun, dan tak berpola sebelum angka apa pun muncul.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah penelitian mencatat pasangan (jumlah jam tidur malam, skor tes konsentrasi pagi) untuk delapan peserta: (4,30),(5,42),(5,38),(6,50),(6,55),(7,62),(7,60),(8,70)(4, 30), (5, 42), (5, 38), (6, 50), (6, 55), (7, 62), (7, 60), (8, 70). Gambarlah diagram pencar di otakmu, lalu sebutkan arah pola hubungannya.

Sumbu mendatar = jam tidur (4 sampai 8), sumbu tegak = skor tes (30 sampai 70). Tiap pasangan jadi satu titik pada bidang itu.

Titik termiri (jam tidur 4) berada paling bawah (skor 30). Saat bergerak ke kanan (jam tidur membesar), skor cenderung ikut naik: 5 jam โ†’ 38-42, 6 jam โ†’ 50-55, 7 jam โ†’ 60-62, 8 jam โ†’ 70.

Karena skor naik seiring jam tidur bertambah, arah polanya naik โ€” hubungan positif. Tandai saja dua titik ekstrem: (4, 30) di kiri-bawah dan (8, 70) di kanan-atas; garis imajiner dari keduanya menanjak. (Catatan: kuat atau lemahnya hubungan baru diukur dengan koefisien r di atom korelasi, fase F.)

Jebakan: menyimpulkan sebab-akibat hanya dari arah pola scatter. Yang benar: pola naik hanya membuktikan dua variabel bergerak bersama, bukan bahwa satu menyebabkan yang lain โ€” bisa jadi keduanya dipengaruhi faktor ketiga.

Jebakan: memaksakan garis lurus pada pola melengkung. Yang benar: baca dulu bentuk polanya; kalau titik membentuk busur, garis lurus akan menyesatkan, dan kesimpulan linear jadi tak valid.

  • Diagram pencar memetakan pasangan dua variabel numerik sebagai titik pada bidang koordinat.
  • Arah pola dibaca dari kiri ke kanan: naik (positif), turun (negatif), atau tak berpola.
  • Titik acak tanpa arah menandakan hubungan lemah atau tak ada hubungan.
  • Pola bisa lurus atau melengkung โ€” baca bentuknya sebelum memakai garis tren.
  • Diagram pencar menunjukkan pola hubungan, bukan sebab-akibat.