Langsung ke isi
Lyra
Matematika ยท Penyegaran SMP ยท 8 menit baca TKAUTBK

Transformasi Geometri: Geser, Cermin, Putar, Skala

Setelah ini kamu bisa melakukan translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi pada titik dan bangun beserta menentukan koordinat bayangannya.

Motif batik, pola ubin lantai, atau ornamen pagar โ€” semuanya lahir dari empat gerakan dasar: menggeser, mencerminkan, memutar, dan membesar-kecilkan satu bentuk. Matamu memakai aturan ini tiap hari tanpa sadar, misalnya saat memastikan foto terlihat simetris atau menata ulang perabot. Bagaimana gerakan itu mengubah koordinat tiap titik di bidang Kartesius? Coba lihat sendiri di bawah.

Seret salah satu titik sudut bangun di bawah, lalu pilih preset untuk melihat bagaimana bayangannya berpindah.

Empat transformasi dasar

Transformasi geometri memetakan setiap titik di bidang ke sebuah titik baru yang disebut bayangan. Empat transformasi dasar yang kamu temui di SMP adalah translasi (menggeser), refleksi (mencermin), rotasi (memutar), dan dilatasi (membesar-kecilkan). Setiap transformasi punya aturan tetap untuk mengubah koordinat (x,y)(x, y) menjadi koordinat bayangan (xโ€ฒ,yโ€ฒ)(x', y').

Transformasi geometri adalah suatu aturan yang memetakan setiap titik pada bidang ke titik bayangannya. Bayangan dari titik PP biasa ditulis Pโ€ฒP' (dibaca โ€œP aksenโ€).

Bentuk dan ukuran bangun boleh berubah (dilatasi) atau tetap (translasi, refleksi, rotasi); yang penting adalah aturan pemetaannya konsisten untuk semua titik.

Translasi: menggeser sejajar sumbu

Translasi menggeser setiap titik sejauh aa satuan mendatar dan bb satuan vertikal. Tanda aa dan bb menentukan arah: positif ke kanan/atas, negatif ke kiri/bawah.

(x,y)โ†’(x+a,ย y+b)(x, y) \rightarrow (x + a,\ y + b)

Arti tiap simbol: x,yx, y = koordinat titik asli; aa = pergeseran mendatar; bb = pergeseran vertikal. Bayangan Pโ€ฒ(xโ€ฒ,yโ€ฒ)P'(x', y') diperoleh dengan menambahkan aa pada absis dan bb pada ordinat.

Pada bangun di atas, preset โ€œGeser (3, 2)โ€ menggeser tiap titik 3 satuan ke kanan dan 2 satuan ke atas: A(1,1)โ†’Aโ€ฒ(4,3)A(1,1) \rightarrow A'(4,3), dan seterusnya. Luas bangun tidak berubah โ€” translasi hanya memindahkan posisi.

Refleksi: bayangan cermin

Refleksi mencerminkan bangun terhadap sebuah garis (sumbu). Dua cermin paling sering dipakai adalah sumbu-x dan sumbu-y.

Sumbu-x:ย (x,y)โ†’(x,ย โˆ’y)Sumbu-y:ย (x,y)โ†’(โˆ’x,ย y)\text{Sumbu-x: } (x, y) \rightarrow (x,\ -y) \qquad \text{Sumbu-y: } (x, y) \rightarrow (-x,\ y)

Arti tiap simbol: refleksi terhadap sumbu-x membalik tanda ordinat (y); refleksi terhadap sumbu-y membalik tanda absis (x). Jarak titik ke garis cermin tetap sama, hanya berpindah sisi.

Geser titik di bawah dan amati bayangannya. Refleksi terhadap sumbu-x membuat bangun โ€œterjungkirโ€ vertikal; refleksi terhadap sumbu-y membuatnya โ€œterjungkirโ€ horizontal seperti bayangan di cermin.

Rotasi: memutar mengelilingi pusat

Rotasi memutar setiap titik mengelilingi sebuah titik pusat sebesar sudut tertentu. Rotasi paling sering dilakukan terhadap pusat O(0,0)O(0,0) sebesar 90โˆ˜90^\circ, 180โˆ˜180^\circ, atau 270โˆ˜270^\circ.

(x,y)โ†’O,90โˆ˜(โˆ’y,ย x)(x,y)โ†’O,180โˆ˜(โˆ’x,ย โˆ’y)(x, y) \xrightarrow{O,90^\circ} (-y,\ x) \qquad (x, y) \xrightarrow{O,180^\circ} (-x,\ -y)

Arti tiap simbol: rotasi 90โˆ˜90^\circ berlawanan jarum jam terhadap OO menukarkan absis-ordinat lalu membalik tanda absis baru; rotasi 180โˆ˜180^\circ membalik kedua tanda. Sudut positif = berlawanan jarum jam.

Putar bangun di bawah lewat preset: 90โˆ˜90^\circ, 180โˆ˜180^\circ, dan 270โˆ˜270^\circ. Perhatikan jarak setiap titik ke pusat (0,0)(0,0) tidak berubah โ€” rotasi hanya mengubah arahnya.

Dilatasi: memperbesar atau memperkecil

Dilatasi mengubah ukuran bangun dari sebuah pusat dengan faktor skala kk. Jika k>1k > 1 bangun membesar; jika 0<k<10 < k < 1 bangun mengecil; jika kk negatif, bangangannya juga dibalik.

(x,y)โ†’(kโ‹…x,ย kโ‹…y)(x, y) \rightarrow (k \cdot x,\ k \cdot y)

Arti tiap simbol: kk = faktor skala (bilangan riil); pusat dilatasi adalah O(0,0)O(0,0). Luas bayangan menjadi k2k^2 kali luas asli karena kedua dimensi dikalikan kk.

Cara cepat menebak jenis transformasi: kalau bangun cuma pindah tempat tanpa berbalik arah, itu translasi. Kalau seperti terlihat di cermin, refleksi. Kalau seperti diputar, rotasi. Kalau ukurannya berubah, dilatasi.

Berlatih menghitung koordinat bayangan

Sebelum hafal semua kaidah, kuasai dulu translasi karena aturannya paling sederhana: tinggal tambahkan (a,b)(a, b). Berlatihlah sampai refleks.

Transformasi geometri masuk elemen geometri-pengukuran kerangka TKA 045/H/AN/2025 (sebagai prasyarat pemahaman matriks transformasi di MTL) serta Pengetahuan Kuantitatif UTBK. Jebakan paling sering: tertukar aturan rotasi 90โˆ˜90^\circ (jadi (โˆ’y,x)(-y, x), bukan (y,โˆ’x)(y, -x)), lupa faktor k2k^2 pada luas dilatasi, serta keliru menandai sumbu refleksi (sumbu-x membalik y, sumbu-y membalik x).

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Segitiga dengan titik sudut A(2,1)A(2, 1), B(5,1)B(5, 1), dan C(2,4)C(2, 4) ditransformasikan sebagai berikut. (a) Refleksi terhadap sumbu-y. (b) Rotasi 90โˆ˜90^\circ berlawanan jarum jam terhadap pusat OO.

Kaidah refleksi sumbu-y: (x,y)โ†’(โˆ’x,y)(x, y) \rightarrow (-x, y). Maka A(2,1)โ†’Aโ€ฒ(โˆ’2,1)A(2,1) \rightarrow A'(-2, 1), B(5,1)โ†’Bโ€ฒ(โˆ’5,1)B(5,1) \rightarrow B'(-5, 1), dan C(2,4)โ†’Cโ€ฒ(โˆ’2,4)C(2,4) \rightarrow C'(-2, 4). Bayangannya pindah ke kuadran II.

Kaidah rotasi 90โˆ˜90^\circ terhadap OO: (x,y)โ†’(โˆ’y,x)(x, y) \rightarrow (-y, x). Maka A(2,1)โ†’Aโ€ฒโ€ฒ(โˆ’1,2)A(2,1) \rightarrow A''(-1, 2), B(5,1)โ†’Bโ€ฒโ€ฒ(โˆ’1,5)B(5,1) \rightarrow B''(-1, 5), dan C(2,4)โ†’Cโ€ฒโ€ฒ(โˆ’4,2)C(2,4) \rightarrow C''(-4, 2). Bayangannya berada di kuadran II.

Bayangan refleksi sumbu-y: Aโ€ฒ(โˆ’2,1)A'(-2,1), Bโ€ฒ(โˆ’5,1)B'(-5,1), Cโ€ฒ(โˆ’2,4)C'(-2,4). Bayangan rotasi 90โˆ˜90^\circ: Aโ€ฒโ€ฒ(โˆ’1,2)A''(-1,2), Bโ€ฒโ€ฒ(โˆ’1,5)B''(-1,5), Cโ€ฒโ€ฒ(โˆ’4,2)C''(-4,2). Periksa dengan menghitung jarak ke pusat โ€” keduanya tetap sama untuk rotasi.

Jebakan: tertukar kaidah refleksi sumbu-x dan sumbu-y. Yang benar: sumbu-x membalik ordinat yy menjadi (x,โˆ’y)(x, -y); sumbu-y membalik absis xx menjadi (โˆ’x,y)(-x, y). Cara ingat: sumbu yang disebutkan itulah yang tetap.

Jebakan: pada rotasi 90โˆ˜90^\circ menukar absis-ordinat lalu keliru menulis (y,โˆ’x)(y, -x). Yang benar: rotasi 90โˆ˜90^\circ berlawanan jarum jam terhadap OO menghasilkan (โˆ’y,x)(-y, x), bukan (y,โˆ’x)(y, -x).

Jebakan: mengalikan luas hanya dengan kk pada dilatasi. Yang benar: luas dikalikan k2k^2 karena kedua dimensi (panjang dan lebar) masing-masing dikalikan kk.

  • Empat transformasi dasar: translasi (geser), refleksi (cermin), rotasi (putar), dilatasi (skala).
  • Translasi (a,b)(a, b): (x,y)โ†’(x+a,ย y+b)(x, y) \rightarrow (x+a,\ y+b).
  • Refleksi: sumbu-x โ†’(x,โˆ’y)\rightarrow (x, -y); sumbu-y โ†’(โˆ’x,y)\rightarrow (-x, y).
  • Rotasi 180โˆ˜180^\circ terhadap OO: (x,y)โ†’(โˆ’x,โˆ’y)(x, y) \rightarrow (-x, -y); 90โˆ˜90^\circ: (โˆ’y,x)(-y, x).
  • Dilatasi skala kk: koordinat ร—k\times k, luas ร—k2\times k^2.