Langsung ke isi
Lyra
Matematika ยท Penyegaran SMP ยท 8 menit baca UTBK

Aritmetika Sosial: Untung-Rugi, Diskon, Bruto-Neto-Tara

Setelah ini kamu bisa menghitung untung-rugi, diskon bertingkat, dan bruto-neto-tara pada transaksi jual-beli sehari-hari.

Sebuah toko memberi diskon 50% lalu 20% untuk barang yang sama. Banyak orang menyebutnya โ€œdiskon 70%โ€. Tapi coba hitung: untuk barang Rp100.000, setelah diskon 50% jadi Rp50.000, lalu diskon 20% dari Rp50.000 hanya Rp10.000 โ€” total hemat Rp60.000, alias diskon 60%, bukan 70%. Diskon bertingkat tidak dijumlah begitu saja. Coba lihat sendiri di bawah.

Coba geser slider markup dan perhatikan kapan kurva laba memasuki daerah merah (rugi).

Untung, rugi, dan persentase modal

Dalam jual-beli, harga beli adalah modal (harga kamu bayar), harga jual adalah hasil (harga kamu terima). Selisihnya disebut laba. Bila harga jual lebih besar dari modal, kamu untung; bila lebih kecil, kamu rugi.

Untung terjadi bila harga jual lebih besar dari harga beli (modal): untung=Hjโˆ’Hb\text{untung} = H_j - H_b. Rugi terjadi bila harga jual lebih kecil dari modal: rugi=Hbโˆ’Hj\text{rugi} = H_b - H_j.

Persentase untung atau rugi selalu dihitung dari modal, bukan dari harga jual. Inilah jangkar yang sering tertukar di soal cerita.

persenย untung=untungmodalร—100%\text{persen untung} = \frac{\text{untung}}{\text{modal}} \times 100\%

Arti tiap simbol: untung = selisih harga jual dengan modal; modal = harga beli. Persentase diukur relatif terhadap modal karena itulah dasar investasi.

Geser slider markup pada kurva di atas: markup 25% pada modal Rp80.000 memberi laba Rp20.000; markup โˆ’20% berarti menjual di bawah modal, masuk zona rugi Rp16.000.

Diskon: potongan dari harga awal

Diskon adalah potongan harga, biasanya dinyatakan dalam persen dari harga awal. Harga setelah diskon dihitung dengan mengalikan harga awal dengan sisa persen (100% dikurangi diskon).

Hsetelah=Hawalร—(1โˆ’d100)H_{\text{setelah}} = H_{\text{awal}} \times (1 - \tfrac{d}{100})

Arti tiap simbol: HawalH_{\text{awal}} = harga sebelum diskon; dd = persen diskon. Mengalikan dengan (1โˆ’d/100)(1 - d/100) lebih cepat dan terhindar dari kesalahan dua langkah.

Diskon bertingkat: tidak boleh dijumlah

Inilah jebakan besar. Bila toko memberi diskon 50% lalu 20%, keduanya berlaku berturut-turut pada harga setelah diskon sebelumnya, bukan dijumlah jadi 70%. Lihat kurva di bawah: dua diskon bertingkat selalu menghasilkan potongan total yang lebih kecil daripada penjumlahan keduanya.

Bayangkan diskon seperti potongan kue. Diskon 50% memotong kue jadi setengah. Diskon 20% berikutnya memotong setengah kue itu menjadi 80% dari setengah โ€” bukan memotong kue utuh. Makanya potongan totalnya 50% + 10% = 60%, bukan 70%.

Bruto, neto, dan tara

Pada perdagangan bahan curah (beras, gula, pupuk), barang ditimbang beserta kemasannya. Bruto adalah berat keseluruhan (barang + kemasan), neto adalah berat barang saja, dan tara adalah berat kemasan. Ketiganya saling berkaitan.

Bruto = berat total (barang + kemasan). Tara = berat kemasan. Neto = berat barang saja. Hubungannya: neto=brutoโˆ’tara\text{neto} = \text{bruto} - \text{tara}.

Tara sering dinyatakan dalam persen terhadap bruto. Misalnya tara 5% pada bruto 200 kg berarti kemasan 10 kg, sehingga neto 190 kg.

IstilahArtiRumus
BrutoBerat totalbarang + kemasan
TaraBerat kemasanbruto โˆ’ neto
NetoBerat barangbruto โˆ’ tara

Berlatih kedua jenis soal ini dengan angka acak di bawah โ€” kerjakan di kertas dulu, lalu periksa.

Soal untung-rugi, diskon bertingkat, dan bruto-neto-tara adalah andalan Penalaran Matematika UTBK (domain data & ketidakpastian serta kontekstual kuantitatif). Kerangka TKA 045/H/AN/2025 juga memasukkan bilangan dan perhitungan kontekstual. Jebakan paling sering: menjumlahkan diskon bertingkat, atau menghitung persen untung dari harga jual alih-alih modal.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah toko sepatu memberi diskon 40% lalu 25% untuk sepatu berharga Rp200.000. Berapa harga akhir yang harus dibayar?

Diskon pertama 40% dari Rp200.000 = 200.000ร—0,40=80.000200.000 \times 0{,}40 = 80.000. Harga setelah diskon pertama = 200.000โˆ’80.000=120.000200.000 - 80.000 = 120.000.

Diskon kedua 25% dihitung dari Rp120.000 (bukan Rp200.000) = 120.000ร—0,25=30.000120.000 \times 0{,}25 = 30.000.

Harga akhir = 120.000โˆ’30.000=90.000120.000 - 30.000 = 90.000. Total potongan = 80.000+30.000=110.00080.000 + 30.000 = 110.000 (55% dari awal), bukan 65%.

Jebakan: menjumlahkan diskon bertingkat menjadi satu persen (mis. 50% + 20% = 70%). Yang benar: tiap diskon berlaku berturut-turut pada harga setelah diskon sebelumnya, jadi totalnya selalu lebih kecil dari penjumlahan; hitung sebagai perkalian sisa (1โˆ’d1)(1โˆ’d2)(1 - d_1)(1 - d_2).

Jebakan: menghitung persen untung dari harga jual, bukan dari modal. Yang benar: persen untung = (untung / modal) ร— 100% โ€” modal selalu sebagai penyebut.

  • Untung = harga jual โˆ’ modal; rugi = modal โˆ’ harga jual; persentase selalu dari modal.
  • Harga setelah diskon = harga awal ร— (1 โˆ’ d/100); lebih cepat dan terhindar dua langkah.
  • Diskon bertingkat tidak dijumlah โ€” hitung perkalian sisa (1โˆ’d1)(1โˆ’d2)(1 - d_1)(1 - d_2).
  • Bruto = barang + kemasan; neto = bruto โˆ’ tara; tara = kemasan (bisa dalam persen bruto).
  • Jebakan klasik: menjumlah diskon bertingkat, atau salah ambil dasar persen untung.