Aritmetika Sosial: Untung-Rugi, Diskon, Bruto-Neto-Tara
Setelah ini kamu bisa menghitung untung-rugi, diskon bertingkat, dan bruto-neto-tara pada transaksi jual-beli sehari-hari.
Sebuah toko memberi diskon 50% lalu 20% untuk barang yang sama. Banyak orang menyebutnya โdiskon 70%โ. Tapi coba hitung: untuk barang Rp100.000, setelah diskon 50% jadi Rp50.000, lalu diskon 20% dari Rp50.000 hanya Rp10.000 โ total hemat Rp60.000, alias diskon 60%, bukan 70%. Diskon bertingkat tidak dijumlah begitu saja. Coba lihat sendiri di bawah.
Untung, rugi, dan persentase modal
Dalam jual-beli, harga beli adalah modal (harga kamu bayar), harga jual adalah hasil (harga kamu terima). Selisihnya disebut laba. Bila harga jual lebih besar dari modal, kamu untung; bila lebih kecil, kamu rugi.
Untung terjadi bila harga jual lebih besar dari harga beli (modal): . Rugi terjadi bila harga jual lebih kecil dari modal: .
Persentase untung atau rugi selalu dihitung dari modal, bukan dari harga jual. Inilah jangkar yang sering tertukar di soal cerita.
Arti tiap simbol: untung = selisih harga jual dengan modal; modal = harga beli. Persentase diukur relatif terhadap modal karena itulah dasar investasi.
Geser slider markup pada kurva di atas: markup 25% pada modal Rp80.000 memberi laba Rp20.000; markup โ20% berarti menjual di bawah modal, masuk zona rugi Rp16.000.
Diskon: potongan dari harga awal
Diskon adalah potongan harga, biasanya dinyatakan dalam persen dari harga awal. Harga setelah diskon dihitung dengan mengalikan harga awal dengan sisa persen (100% dikurangi diskon).
Arti tiap simbol: = harga sebelum diskon; = persen diskon. Mengalikan dengan lebih cepat dan terhindar dari kesalahan dua langkah.
Diskon bertingkat: tidak boleh dijumlah
Inilah jebakan besar. Bila toko memberi diskon 50% lalu 20%, keduanya berlaku berturut-turut pada harga setelah diskon sebelumnya, bukan dijumlah jadi 70%. Lihat kurva di bawah: dua diskon bertingkat selalu menghasilkan potongan total yang lebih kecil daripada penjumlahan keduanya.
Bayangkan diskon seperti potongan kue. Diskon 50% memotong kue jadi setengah. Diskon 20% berikutnya memotong setengah kue itu menjadi 80% dari setengah โ bukan memotong kue utuh. Makanya potongan totalnya 50% + 10% = 60%, bukan 70%.
Bruto, neto, dan tara
Pada perdagangan bahan curah (beras, gula, pupuk), barang ditimbang beserta kemasannya. Bruto adalah berat keseluruhan (barang + kemasan), neto adalah berat barang saja, dan tara adalah berat kemasan. Ketiganya saling berkaitan.
Bruto = berat total (barang + kemasan). Tara = berat kemasan. Neto = berat barang saja. Hubungannya: .
Tara sering dinyatakan dalam persen terhadap bruto. Misalnya tara 5% pada bruto 200 kg berarti kemasan 10 kg, sehingga neto 190 kg.
| Istilah | Arti | Rumus |
|---|---|---|
| Bruto | Berat total | barang + kemasan |
| Tara | Berat kemasan | bruto โ neto |
| Neto | Berat barang | bruto โ tara |
Berlatih kedua jenis soal ini dengan angka acak di bawah โ kerjakan di kertas dulu, lalu periksa.
Soal untung-rugi, diskon bertingkat, dan bruto-neto-tara adalah andalan Penalaran Matematika UTBK (domain data & ketidakpastian serta kontekstual kuantitatif). Kerangka TKA 045/H/AN/2025 juga memasukkan bilangan dan perhitungan kontekstual. Jebakan paling sering: menjumlahkan diskon bertingkat, atau menghitung persen untung dari harga jual alih-alih modal.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Sebuah toko sepatu memberi diskon 40% lalu 25% untuk sepatu berharga Rp200.000. Berapa harga akhir yang harus dibayar?
Diskon pertama 40% dari Rp200.000 = . Harga setelah diskon pertama = .
Diskon kedua 25% dihitung dari Rp120.000 (bukan Rp200.000) = .
Harga akhir = . Total potongan = (55% dari awal), bukan 65%.
Jebakan: menjumlahkan diskon bertingkat menjadi satu persen (mis. 50% + 20% = 70%). Yang benar: tiap diskon berlaku berturut-turut pada harga setelah diskon sebelumnya, jadi totalnya selalu lebih kecil dari penjumlahan; hitung sebagai perkalian sisa .
Jebakan: menghitung persen untung dari harga jual, bukan dari modal. Yang benar: persen untung = (untung / modal) ร 100% โ modal selalu sebagai penyebut.
- Untung = harga jual โ modal; rugi = modal โ harga jual; persentase selalu dari modal.
- Harga setelah diskon = harga awal ร (1 โ d/100); lebih cepat dan terhindar dua langkah.
- Diskon bertingkat tidak dijumlah โ hitung perkalian sisa .
- Bruto = barang + kemasan; neto = bruto โ tara; tara = kemasan (bisa dalam persen bruto).
- Jebakan klasik: menjumlah diskon bertingkat, atau salah ambil dasar persen untung.