Langsung ke isi
Lyra
Matematika ยท Kelas 11โ€“12 ยท Fase F ยท 8 menit baca TKA

Pembagian Polinomial & Skema Horner

Setelah ini kamu bisa membagi polinomial dengan pembagian bersusun dan dengan skema Horner, serta membandingkan kapan memakai keduanya.

Kamu sudah bisa membagi bilangan bersusun: 132รท5132 \div 5 menghasilkan hasil 26 sisa 2. Ternyata cara yang sama berlaku untuk polinomial โ€” kamu membagi suku demi suku, dari pangkat tertinggi. Tapi kalau pembaginya berbentuk (xโˆ’k)(x - k), ada jalan pintas yang jauh lebih cepat: skema Horner. Coba lihat sendiri di bawah.

Berlatihlah menghitung hasil bagi bersusun pada soal ber-parameter; tekan โ€œSoal baruโ€ untuk mengganti angka.

Pembagian bersusun: prinsipnya

Pembagian polinomial bersusun meniru pembagian bilangan bulat. Kamu menulis polinomial dibagi di dalam, pembagi di luar, lalu membagi suku berpangkat tertinggi berulang kali hingga derajat sisa lebih kecil dari derajat pembagi.

Hasil bagi dan sisa memenuhi hubungan P(x)=H(x)โ‹…D(x)+S(x)P(x) = H(x) \cdot D(x) + S(x), dengan D(x)D(x) pembagi, H(x)H(x) hasil bagi, dan S(x)S(x) sisa yang derajatnya lebih kecil dari derajat D(x)D(x).

Mulailah dengan membagi suku pangkat tertinggi PP dengan suku pangkat tertinggi DD; hasilnya menjadi suku pertama HH. Kalikan suku ini dengan seluruh DD, kurangkan dari PP, lalu ulangi pada sisa yang baru. Setiap langkah menurunkan derajat satu tingkat. Berhenti saat derajat sisa kurang dari derajat DD.

Bayangkan kamu sedang โ€œmembongkarโ€ polinomial lapis demi lapis, seperti mengupas bawang. Setiap pembagian suku tertinggi mengupas satu lapis pangkat, menyisakan polinomial yang derajatnya turun satu. Setelah lapis terakhir, yang tinggal adalah sisa yang tak bisa dikupas lagi.

Satu hal yang sering terlewat: selalu lengkapi suku-suku nol sebelum membagi. Misalnya, kalau P(x)=x4โˆ’5x2+3P(x) = x^4 - 5x^2 + 3, tulislah ia sebagai x4+0x3โˆ’5x2+0x+3x^4 + 0x^3 - 5x^2 + 0x + 3. Tanpa koefisien nol ini, kamu mudah keliru menempatkan suku hasil bagi.

Skema Horner: jalan pintas untuk pembagi (x โˆ’ k)

Skema Horner adalah cara ringkas membagi polinomial dengan pembagi linear (xโˆ’k)(x - k). Alih-alih menulis bersusun panjang, kamu cukup menyusun koefisien PP dalam satu baris, lalu mengalikan-menambah berurutan dari kiri ke kanan.

P(x)=(xโˆ’k)โ‹…H(x)+SP(x) = (x - k) \cdot H(x) + S

Arti tiap simbol: kk = konstanta pembagi linear (xโˆ’k)(x - k); H(x)H(x) = hasil bagi (derajat satu di bawah PP); SS = sisa berupa konstanta, sebab derajat sisa harus kurang dari derajat pembagi (yaitu satu).

Langkah Horner untuk P(x)=anxn+โ‹ฏ+a0P(x) = a_n x^n + \cdots + a_0 dibagi (xโˆ’k)(x - k): tulis barisan koefisien an,anโˆ’1,โ€ฆ,a0a_n, a_{n-1}, \ldots, a_0. Turunkan ana_n apa adanya. Lalu untuk tiap koefisien berikutnya, hitung baru = lama + (hasil sebelumnya ร— k). Baris terakhir yang muncul adalah sisa SS, sedangkan baris di atasnya (kecuali suku terakhir) adalah koefisien H(x)H(x).

Keuntungan utama Horner: lebih cepat, lebih sedikit penulisan, dan lebih kebal terhadap kesalahan tanda. Kerugiannya: ia hanya berlaku untuk pembagi linear. Untuk pembagi kuadrat atau lebih tinggi, kamu tetap perlu pembagian bersusun.

Latihan skema Horner

Perhatikan dari pembahasan di atas: sisa pembagian oleh (xโˆ’k)(x - k) selalu sama dengan P(k)P(k). Inilah jembatan menuju teorema sisa yang akan kamu pelajari di artikel lanjutan. Untuk saat ini, cukup ingat bahwa Horner memberi kamu sisa sekaligus koefisien hasil bagi dalam satu tabel ringkas.

Soal TKA Matematika Tingkat Lanjut kerap meminta kamu menentukan sisa pembagian atau memanfaatkan bahwa sebuah polinomial habis dibagi (xโˆ’k)(x - k). Skema Horner sangat hemat waktu di sini, terutama bila koefisien polinomialnya berupa bilangan bulat kecil. Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) memasukkan pembagian polinomial sebagai cakupan resmi jalur MTL.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Bagilah P(x)=2x3โˆ’3x2+xโˆ’5P(x) = 2x^3 - 3x^2 + x - 5 dengan (xโˆ’2)(x - 2) menggunakan skema Horner. Tentukan hasil bagi dan sisanya.

Pembaginya (xโˆ’2)(x - 2), jadi k=2k = 2. Koefisien PP dari pangkat tertinggi: 2,โˆ’3,1,โˆ’52, -3, 1, -5. Tuliskan keempatnya dalam satu baris, dengan k=2k = 2 di pinggir kiri.

Turunkan 22 apa adanya. Ini adalah koefisien berderajat tertinggi hasil bagi.

Hitung: 2ร—2+(โˆ’3)=12 \times 2 + (-3) = 1; lalu 1ร—2+1=31 \times 2 + 1 = 3; lalu 3ร—2+(โˆ’5)=13 \times 2 + (-5) = 1. Tiga angka teratas adalah koefisien H(x)H(x), sedangkan angka terakhir 11 adalah sisa. Jadi H(x)=2x2+x+3H(x) = 2x^2 + x + 3 dan sisanya S=1S = 1. Cek: P(2)=16โˆ’12+2โˆ’5=1P(2) = 16 - 12 + 2 - 5 = 1. Cocok.

Tantangan diri: sebut sisa pembagian sebuah polinomial oleh (xโˆ’k)(x - k) tanpa menulis seluruh tabel Horner. Karena sisa selalu sama dengan P(k)P(k), kamu bisa langsung substitusi.

Jebakan: memakai skema Horner untuk pembagi berbentuk kuadrat seperti (x2โˆ’4)(x^2 - 4). Yang benar: Horner hanya berlaku untuk pembagi linear (xโˆ’k)(x - k). Untuk pembagi kuadrat atau lebih tinggi, gunakan pembagian bersusun.

Jebakan: melupakan suku berkoefisien nol saat membagi bersusun, misalnya x4โˆ’5x2+3x^4 - 5x^2 + 3 ditulis tanpa 0x30x^3 dan 0x0x. Yang benar: lengkapi dulu menjadi x4+0x3โˆ’5x2+0x+3x^4 + 0x^3 - 5x^2 + 0x + 3 sebelum membagi, agar penempatan koefisien hasil bagi tidak geser.

Jebakan: menganggap sisa pembagian selalu nol bila hasil baginya bilangan bulat. Yang benar: sisa boleh bukan nol; nol hanya terjadi jika pembagi adalah faktor PP. Cek selalu dengan S=P(k)S = P(k).

  • Pembagian bersusun: bagi suku berpangkat tertinggi berulang hingga derajat sisa < derajat pembagi.
  • Hubungan dasar: P(x)=H(x)โ‹…D(x)+S(x)P(x) = H(x) \cdot D(x) + S(x), dengan derajat SS < derajat DD.
  • Skema Horner: jalan pintas untuk pembagi (xโˆ’k)(x - k), melalui kalikan-tambah koefisien.
  • Sisa pembagian oleh (xโˆ’k)(x - k) selalu sama dengan P(k)P(k).
  • Sebelum bersusun, lengkapi suku berkoefisien nol agar tidak salah tempat.