Determinan 2×2 & 3×3: Aturan Silang & Sarrus
Setelah ini kamu bisa menghitung determinan matriks dan dengan aturan silang dan Sarrus, serta membaca makna geometrinya.
Dua vektor membentuk sebuah jajargenjang; luasnya bisa nol saat kedua vektor sejajar, atau berubah tanda saat orientasinya terbalik. Ternyata angka ajaib yang mengukur semua itu adalah determinan — sebuah nilai tunggal yang dipasangkan ke setiap matriks persegi. Geser titik pada jajargenjang di bawah untuk melihat bagaimana luasnya berubah, dan coba lihat sendiri di bawah.
Determinan 2×2: aturan silang
Determinan adalah sebuah bilangan tunggal yang dipasangkan ke matriks persegi. Untuk matriks , rumusnya berupa perkalian silang: kurangi hasil kali diagonal utama dengan hasil kali diagonal samping.
Determinan matriks adalah . Determinan hanya terdefinisi untuk matriks persegi.
Sebagai contoh, untuk , . Tanda minus pada rumus penting: determinan bisa negatif bila diagonal samping lebih besar dari diagonal utama.
Arti tiap simbol: = elemen diagonal utama; = elemen diagonal samping. Hasilnya adalah bilangan real yang merepresentasikan luas bertanda jajargenjang yang dibangun dua kolom matriks.
Makna geometri: luas bertanda
Dua kolom matriks dapat dipandang sebagai dua vektor di bidang. Kedua vektor membentuk sebuah jajargenjang, dan luas jajargenjang itu sama dengan nilai mutlak determinan. Tanda determinan menunjukkan orientasi: positif bila perputaran dari kolom pertama ke kolom kedua berlawanan arah jarum jam, negatif bila sebaliknya.
Pikirkan determinan sebagai “faktor skala luas”. Matriks mengubah bidang; determinan mengukur berapa kali luas bertambah atau berkurang. Determinan 2 berarti setiap luas dilipatgandakan dua kali; determinan nol berarti seluruh bidang “diratakan” menjadi satu garis sehingga luasnya hilang.
Bila kedua kolom sejajar (saling merupakan kelipatan), jajargenjang berdegenerasi menjadi ruas garis dengan luas nol — itulah determinan nol.
Determinan 3×3: aturan Sarrus
Untuk matriks , ada jalan pintas bernama aturan Sarrus. Salin dua kolom pertama ke sebelah kanan matriks, lalu jumlahkan hasil kali tiga diagonal ke kanan-bawah, dan kurangi hasil kali tiga diagonal ke kanan-atas.
Sebagai contoh, untuk , aturan Sarrus memberi .
Aturan Sarrus hanya berlaku untuk matriks . Untuk ordo lebih tinggi, gunakan ekspansi kofaktor (di luar cakupan artikel ini).
Latihan determinan 3×3
Soal TKA Matematika Tingkat Lanjut membatasi determinan hingga ordo (kisi: ≤3×3). Trik cepat: hafalkan pola Sarrus sebagai dua himpunan tiga diagonal, lalu hitung dengan tanda plus-minut-plus-minus. Bila determinan nol, segera simpulkan matriks tidak punya invers. Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) memasukkan determinan ≤3×3 sebagai cakupan resmi jalur MTL.
Coba dulu di kertas, baru buka.
Soal. Hitunglah determinan dengan aturan silang.
Diagonal utama: , . Diagonal samping: , .
. Perhatikan tanda: , dan dikurangi menjadi .
Determinan 11 positif, berarti jajargenjang yang dibangun kolom dan memiliki luas 11 satuan, dengan orientasi positif (berlawanan jarum jam).
Tantangan diri: hitung determinan 2×2 tanpa menulis rumus, cukup dengan perkalian silang mental.
Jebakan: menjumlahkan hasil kali diagonal alih-alih mengurangi. Yang benar: , dengan tanda minus di antara dua perkalian silang. Tanda ini sumber kesalahan paling sering.
Jebakan: menerapkan aturan Sarrus pada matriks atau lebih besar. Yang benar: aturan Sarrus hanya berlaku untuk matriks . Untuk ordo lebih tinggi, gunakan ekspansi kofaktor.
Jebakan: menganggap determinan negatif berarti salah. Yang benar: determinan boleh negatif — tanda menunjukkan orientasi (arah putaran kolom). Yang harus nol adalah kasus khusus matriks tak terinvert, bukan determinan negatif.
- Determinan 2×2: (aturan silang).
- Determinan 3×3: pakai aturan Sarrus (tiga diagonal positif dikurangi tiga diagonal negatif).
- Makna geometri: = luas jajargenjang dua kolom; tanda = orientasi.
- Determinan nol: kolom segaris, matriks tak punya invers.
- Determinan hanya untuk matriks persegi; Sarrus khusus 3×3.