Langsung ke isi
Lyra
Matematika · Kelas 10 · Fase E · 8 menit baca TKAUTBKUTBK

Bentuk Umum & Grafik Parabola

Setelah ini kamu bisa mengenali bentuk grafik y=ax2+bx+cy = ax^2 + bx + c dan menjelaskan bagaimana tanda aa, besar aa, serta koefisien bb dan cc mengubah parabola.

Lemparkan bola ke atas, lalu lihat jalurnya. Melengkung, bukan? Lengkung itulah parabola, dan persamaan yang menggambarkannya selalu berbentuk y=ax2+bx+cy = ax^2 + bx + c. Tiga koefisien kecil itu menentukan apakah lengkungannya menghadap ke atas (bola naik lalu turun) atau ke bawah, seberapa tajam melengkungnya, dan dari mana lengkungan itu dimulai. Geser tiga slider di bawah, dan lihat sendiri bagaimana parabola menari mengikuti perintahmu.

Tiga slider mengatur nilai aa, bb, dan cc. Geser satu per satu sambil memperhatikan apa yang berubah.

Tanda aa: arah pembukaan parabola

Satu hal paling menentukan dari sebuah parabola adalah tanda koefisien aa. Kalau aa positif, parabola terbuka ke atas — seperti jalur bola yang dilempar ke atas lalu jatuh kembali. Kalau aa negatif, parabola terjungkal ke bawah — seperti lengkungan air mancur yang memancar lalu turun.

Fungsi kuadrat berbentuk y=ax2+bx+cy = ax^2 + bx + c dengan a≠0a \neq 0. Grafiknya disebut parabola. Koefisien aa disebut koefisien kuadrat dan menentukan arah parabola terbuka.

Coba geser slider aa melewati nol. Saat aa berubah dari positif ke negatif, parabola akan “terjungkal” — puncaknya yang tadinya di bawah kini berpindah ke atas, dan sebaliknya.

Bayangkan parabola sebagai mangkuk. Tanda aa positif berarti mangkuknya menadah ke atas (bisa menampung air); tanda aa negatif berarti mangkuknya terbalik menutup ke bawah (air akan tumpah).

Besarnya aa: curam atau melebar

Selain tanda, nilai mutlak aa (ditulis ∣a∣|a|) mengatur seberapa “sempit” parabola. Makin besar ∣a∣|a|, makin curam dan sempit parabolanya — bola yang dilempar dengan kuat melengkung tajam. Makin kecil ∣a∣|a| (mendekati nol), makin melebar dan landai parabolanya. Saat a=0a = 0, suku kuadrat hilang dan persamaan menjadi garis lurus.

Geser slider di bawah dan amati: saat ∣a∣|a| membesar, dua titik di x=1x = 1 dan x=−1x = -1 menjauh dari sumbu-x dengan cepat — itulah tanda parabola makin curam.

Koefisien cc: titik mulai parabola

Koefisien cc adalah satu-satunya yang mudah dikenali langsung dari grafik: nilainya sama dengan titik potong sumbu-y. Sebab saat x=0x = 0, suku ax2ax^2 dan bxbx keduanya nol, menyisakan y=cy = c. Inilah titik tempat parabola memotong sumbu tegak.

y=ax2+bx+cy = ax^2 + bx + c

Saat x=0x = 0: y=a(0)2+b(0)+c=cy = a(0)^2 + b(0) + c = c. Jadi titik potong sumbu-y adalah (0,c)(0, c).

Geser slider cc dan perhatikan parabola naik-turun sejajar tanpa berubah bentuk — kemiringan dan lebar parabola tidak terpengaruh, hanya posisinya yang bergeser.

Koefisien bb: geser puncak menyamping

Koefisien bb paling sulit dipahami karena efeknya tidak langsung. Mengubah bb tidak menggeser parabola lurus ke samping, melainkan menggeser puncaknya sepanjang parabola itu sendiri. Besar bb menentukan di mana titik puncak berada secara mendatar.

Geser slider bb sambil memperhatikan titik puncak (titik terendah karena a>0a > 0): titik itu bergerak ke kiri dan ke kanan, dan posisinya tegak juga ikut berubah. Hubungan tepatnya berupa xpuncak=−b2ax_{\text{puncak}} = -\frac{b}{2a}, yang akan dibahas tuntas di artikel titik puncak.

Merangkai tiga koefisien: tantangan cocokkan

Sekarang uji pemahamanmu. Di bawah ada parabola target (garis putus-putus) yang membeku, dan parabola milikmu (garis penuh) yang bisa kamu atur lewat tiga slider. Atur aa, bb, dan cc sampai parabola-mu menempel pada target — kalau berhasil, berarti kamu sudah bisa membaca tiga koefisien dari sebuah grafik.

Di TKA dan UTBK, soal parabola sering memberikan grafik dan meminta kamu menebak tanda aa, bb, atau cc. Triknya: lihat arah pembukaan untuk tanda aa, lihat titik potong sumbu-y untuk nilai cc, dan posisi puncak untuk perkiraan bb. Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) memasukkan persamaan dan fungsi kuadrat sebagai cakupan resmi, termasuk akar imajiner.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah parabola memotong sumbu-y di titik (0,3)(0, 3), terbuka ke bawah, dan puncaknya berada di sebelah kiri sumbu-y. Tentukan tanda aa, bb, dan cc beserta nilainya jika parabola melalui titik (1,0)(1, 0).

Parabola terbuka ke bawah, jadi koefisien aa harus negatif (a<0a < 0).

Parabola memotong sumbu-y di (0,3)(0, 3), dan kita tahu titik potong itu sama dengan cc. Jadi c=3c = 3.

Puncak berada di kiri sumbu-y, berarti xpuncak<0x_{\text{puncak}} < 0. Karena xpuncak=−b2ax_{\text{puncak}} = -\frac{b}{2a} dan a<0a < 0, maka penyebut 2a2a negatif. Agar xpuncakx_{\text{puncak}} negatif, pembilang −b-b harus positif, sehingga b<0b < 0. Jadi bb negatif.

Masukkan titik (1,0)(1, 0) ke y=ax2+bx+cy = ax^2 + bx + c: 0=a(1)2+b(1)+30 = a(1)^2 + b(1) + 3, jadi a+b=−3a + b = -3. Dengan aa dan bb keduanya negatif, satu kemungkinan adalah a=−1a = -1 dan b=−2b = -2 (memenuhi −1+(−2)=−3-1 + (-2) = -3). Persamaannya: y=−x2−2x+3y = -x^2 - 2x + 3.

Cocokkan jawabanmu di grafik: gunakan preset “Terjungkal ke bawah” lalu atur a=−1a = -1, b=−2b = -2, c=3c = 3.

Jebakan: mengira nilai cc memengaruhi arah atau kelengkungan parabola. Yang benar: cc hanya menggeser parabola naik-turun; arah dan kelengkungan sepenuhnya ditentukan oleh aa.

Jebakan: mengira bb menggeser parabola lurus ke samping seperti cc menggeser ke atas. Yang benar: bb mengubah posisi puncak sepanjang parabola, sehingga bentuknya “miring” — bukan geseran murni.

  • Fungsi kuadrat y=ax2+bx+cy = ax^2 + bx + c dengan a≠0a \neq 0 bergrafik parabola.
  • Tanda aa menentukan arah: positif terbuka ke atas, negatif terjungkal ke bawah.
  • Besar ∣a∣|a| mengatur kelengkungan: makin besar makin curam dan sempit.
  • Koefisien cc = titik potong sumbu-y, yaitu (0,c)(0, c).
  • Koefisien bb menggeser puncak menyamping dengan xpuncak=−b2ax_{\text{puncak}} = -\frac{b}{2a}.