Langsung ke isi
Lyra
Matematika · Kelas 10 · Fase E · 8 menit baca TKAUTBKUTBK

Fungsi Linear & Makna Gradien

Setelah ini kamu bisa membaca gradien dan titik potong garis sebagai laju perubahan dan nilai awal.

Pernah memesan ojek daring lalu penasaran kenapa dua aplikasi memasang harga berbeda untuk jarak yang sama? Jawabannya ada di dua angka: biaya awal yang muncul sebelum kamu jalan, dan tarif yang ditambahkan tiap kilometer. Dua angka itu persis gradien dan titik potong sebuah garis. Coba lihat sendiri di bawah.

Coba geser slider m dan c, lalu perhatikan bagaimana garis dan titik-titiknya berpindah.

Gradien: seberapa cepat garis naik

Fungsi linear selalu berbentuk garis lurus. Yang membedakan satu garis dari garis lain cuma dua hal: seberapa miring garisnya, dan dari mana ia mulai. Angka yang mengatur kemiringan disebut gradien, biasa dilambangkan mm.

Gradien menjawab satu pertanyaan sederhana: kalau xx bertambah satu langkah, yy naik berapa? Pada garis biaya ojek tadi, gradien adalah tarif per kilometer. Tiap 1 km jaraknya bertambah, biayanya naik sebesar mm.

Coba rasakan sendiri: geser slider mm, lalu perhatikan ketiga titik pada garis — tiap geser satu langkah ke kanan, naiknya selalu sebesar mm.

Gradien adalah ukuran kemiringan garis: berapa banyak yy berubah untuk setiap penambahan satu satuan pada xx.

m=ΔyΔx=y2−y1x2−x1m = \frac{\Delta y}{\Delta x} = \frac{y_2 - y_1}{x_2 - x_1}

Arti tiap simbol: mm = gradien, Δy\Delta y = perubahan nilai yy (naik atau turun), Δx\Delta x = perubahan xx ke kanan.

Rumus itu gampang dilihat sebagai segitiga: seret ujung panah di bawah, lalu baca komponen mendatarnya (Δx\Delta x) dan komponen tegaknya (Δy\Delta y) — gradien tinggal hasil bagi keduanya.

Bayangkan kamu menaiki tangga. Gradien itu seperti tinggi tiap anak tangga: makin tinggi tiap anak tangga, makin curam tangganya. Garis yang datar berarti gradien nol — kamu berjalan lurus tanpa naik sama sekali.

Titik potong: dari mana garis mulai

Angka kedua adalah titik potong sumbu-y, dilambangkan cc. Inilah nilai yy saat x=0x = 0, yaitu titik tempat garis memotong sumbu tegak. Pada konteks ojek, cc adalah biaya awal: tarif yang sudah tercatat bahkan sebelum motor bergerak sedikit pun.

y=mx+cy = mx + c

Arti tiap simbol: yy = nilai akhir, mm = gradien (laju perubahan), xx = variabel bebas, cc = titik potong sumbu-y (nilai awal saat x=0x = 0).

Dengan dua angka ini kamu bisa membaca cerita di balik garis mana pun. Nilai cc memberi tahu titik berangkatnya; nilai mm memberi tahu seberapa cepat nilainya berubah.

Sekarang kunci perhatianmu ke cc saja: geser slider di bawah dan lihat garis naik-turun sejajar — kemiringannya tidak pernah berubah.

Naik, turun, atau datar

Tanda gradien menentukan arah garis. Bagian ini yang paling sering tertukar, jadi perhatikan baik-baik.

Nilai gradienArah garisContoh nyata
m>0m > 0Naik ke kananBiaya ojek: makin jauh, makin mahal
m<0m < 0Turun ke kananSisa saldo: makin sering dipakai, makin sedikit
m=0m = 0DatarBiaya tetap berapa pun jaraknya

Buktikan sendiri tiga kasus di tabel: tekan tombolnya, atau geser slider mm pelan-pelan melewati nol dan tangkap momen garisnya berbalik arah.

Di TKA dan UTBK, fungsi linear sering muncul sebagai soal cerita: kamu diminta menyusun y=mx+cy = mx + c dari situasi nyata, lalu membaca makna mm atau cc. Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) memasukkan aljabar dan fungsi sebagai cakupan resmi. Jebakan yang paling sering muncul: tertukar mana tarif per satuan (gradien) dan mana biaya tetap (titik potong).

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah ojek daring memasang biaya awal Rp8.000 dan tarif Rp3.000 per kilometer. Tulis fungsi biayanya, lalu hitung biaya perjalanan 6 km dan jelaskan makna gradiennya. Supaya angkanya ringkas, pakai satuan ribu rupiah, jadi Rp8.000 kita tulis 8.

Biaya awal muncul saat jarak masih 0 km, jadi itu titik potong: c=8c = 8. Tarif per kilometer adalah tambahan biaya untuk tiap 1 km, jadi itu gradien: m=3m = 3.

Masukkan mm dan cc ke bentuk y=mx+cy = mx + c. Fungsinya menjadi y=3x+8y = 3x + 8, dengan xx = jarak dalam km dan yy = biaya dalam ribu rupiah.

Ganti xx dengan 6, lalu hitung: y=3(6)+8=18+8=26y = 3(6) + 8 = 18 + 8 = 26. Karena satuannya ribu rupiah, biaya perjalanan 6 km adalah Rp26.000.

Gradien m=3m = 3 berarti tiap jarak bertambah 1 km, biaya naik 3 ribu rupiah. Itulah tarif per kilometernya, sedangkan c=8c = 8 tetap sebagai biaya awal.

Cocokkan jawabanmu di grafik: geser slider jarak ke 6 km dan baca biayanya — harus ketemu 26.

Jebakan: mengira angka cc (biaya awal) adalah gradiennya. Yang benar: gradien adalah mm, angka yang menempel di depan xx; sedangkan cc hanyalah nilai awal saat x=0x = 0.

Jebakan: mengira gradien negatif berarti garis berada di bawah sumbu-x. Yang benar: gradien negatif berarti garis menurun dari kiri ke kanan — itu soal arah, bukan soal letaknya di atas atau di bawah sumbu.

  • Fungsi linear y=mx+cy = mx + c selalu berupa garis lurus dengan dua angka penentu.
  • Gradien mm adalah laju perubahan: yy naik berapa tiap xx bertambah satu.
  • Titik potong cc adalah nilai awal, yaitu yy saat x=0x = 0.
  • Gradien positif garis naik, negatif turun, dan nol datar.
  • Di tarif ojek: cc adalah biaya awal, mm adalah tarif per kilometer.