Langsung ke isi
Lyra
Matematika ยท Kelas 10 ยท Fase E ยท 8 menit baca UTBKTKA

Fungsi Eksponensial & Grafiknya

Setelah ini kamu bisa mengenali grafik y=aโ‹…bxy = a \cdot b^x, menjelaskan peran aa dan bb, serta menemukan asimtot datarnya.

Satu bakteri membelah jadi dua, lalu empat, lapan, enambelas โ€” populasi melonjak tajam. Sebaliknya, kafein dalam tubuh tinggal separuh tiap jam, lalu seperempat, seperdelapan โ€” semakin lama semakin menyusut. Kedua fenomena ini digambar oleh satu keluarga kurva: fungsi eksponensial y=aโ‹…bxy = a \cdot b^x. Satu kurva menanjak (pertumbuhan), satu kurva melandai (peluruhan), dan keduanya tak pernah benar-benar menyentuh nol. Geser slider di bawah, dan lihat sendiri bagaimana kurva menari.

Geser slider aa dan bb, lalu amati bagaimana kurva y=aโ‹…bxy = a \cdot b^x berubah bentuk dan arah.

Bentuk dasar fungsi eksponensial

Fungsi eksponensial berbentuk y=aโ‹…bxy = a \cdot b^x, di mana aa adalah konstanta awal dan bb adalah basis. Syaratnya: aโ‰ 0a \neq 0, b>0b > 0, dan bโ‰ 1b \neq 1. Variabel xx muncul di pangkat, bukan di basis โ€” inilah yang membedakannya dari fungsi polinomial. Karena pangkat bebas berjalan ke kiri dan kanan, kurvanya melengkung mulus tanpa belokan.

Fungsi eksponensial berbentuk y=aโ‹…bxy = a \cdot b^x dengan aโ‰ 0a \neq 0, b>0b > 0, bโ‰ 1b \neq 1. Grafiknya selalu melengkung mulus, monoton naik (bila b>1b > 1) atau monoton turun (bila 0<b<10 < b < 1), dan memiliki asimtot datar y=0y = 0.

Peran basis bb: tumbuh atau menyusut

Basis bb menentukan arah kurva. Bila b>1b > 1, kurva monoton naik โ€” pertumbuhan, populasi makin cepat membengkak. Makin besar bb, makin curam tanjakan. Bila 0<b<10 < b < 1, kurva monoton turun โ€” peluruhan, zat makin cepat menyusut. Bila b=1b = 1, kurva jadi garis datar y=ay = a, sehingga dilarang.

y=aโ‹…bx:b>1โ‡’ย naik;0<b<1โ‡’ย turuny = a \cdot b^x: \quad b > 1 \Rightarrow \text{ naik}; \quad 0 < b < 1 \Rightarrow \text{ turun}

Arti tiap simbol: aa konstanta awal (regangan), bb basis yang menentukan arah dan kecuraman.

Geser bb di bawah dan bandingkan tiga kurva: 1,5x1,5^x (landai naik), 2x2^x (curam naik), dan 0,5x0,5^x (menyusut). Perhatikan bagaimana kurva peluruhan 0,5x0,5^x adalah pencerminan 2x2^x terhadap sumbu-y.

Peran koefisien aa: regangan vertikal

Koefisien aa mengatur tinggi titik awal: di x=0x = 0, nilai y=aโ‹…b0=aโ‹…1=ay = a \cdot b^0 = a \cdot 1 = a. Jadi kurva selalu lewat titik (0,a)(0, a). Mengubah aa tidak mengubah arah atau kecuraman relatif, melainkan meregangkan (bila โˆฃaโˆฃ>1|a|>1) atau memipihkan (bila 0<โˆฃaโˆฃ<10<|a|<1) kurva secara vertikal. Bila aa negatif, kurva tercermin terhadap sumbu-x.

Geser aa di bawah dan amati kurva naik-turun sejajar menjauh atau mendekati sumbu-x, sementara titik awal (0,a)(0, a) bergerak di sepanjang sumbu-y.

Asimtot datar y=0y = 0

Salah satu ciri paling khas fungsi eksponensial adalah asimtot datar di y=0y = 0. Untuk pertumbuhan (b>1b > 1), saat xx makin negatif kurva makin dekat ke nol tetapi tak pernah mencapainya. Untuk peluruhan (0<b<10 < b < 1), saat xx makin positif kurva makin dekat ke nol juga tanpa menyentuh. Asimtot ini adalah โ€œbatas yang didekati tanpa dijamahโ€.

Asimtot seperti karet yang tak pernah putus: kurva โ€œmenciumโ€ garis y=0y = 0 tetapi selalu menyisih sedikit di atas (atau di bawah) โ€” sekecil apa pun, jarak itu tak pernah benar-benar nol.

Geser xx jauh ke kiri (atau ke kanan untuk peluruhan) lewat slider di bawah, dan amati nilai kurva makin mengecil mendekati nol โ€” tetapi kolom nilai tak pernah menunjukkan angka 00 persis.

Soal grafik fungsi eksponensial kerap muncul di UTBK Penalaran Matematika dan TKA Matematika Tingkat Lanjut: membaca persamaan dari grafik, membandingkan laju dua populasi, atau menebak asimtot. Triknya: titik potong sumbu-y memberi aa, arah (naik/turun) memberi petunjuk apakah b>1b > 1 atau 0<b<10 < b < 1. Kerangka TKA (Peraturan Ka. BSKAP 045/H/AN/2025) memasukkan persamaan dan fungsi eksponensial pada elemen Aljabar dan Fungsi.

Coba dulu di kertas, baru buka.

Soal. Sebuah grafik fungsi eksponensial y=aโ‹…bxy = a \cdot b^x melalui titik (0,3)(0, 3) dan (2,12)(2, 12). Tentukan nilai aa dan bb.

Substitusi x=0x = 0: 3=aโ‹…b0=aโ‹…13 = a \cdot b^0 = a \cdot 1, sehingga a=3a = 3.

Substitusi x=2x = 2: 12=3โ‹…b212 = 3 \cdot b^2, sehingga b2=4b^2 = 4, maka b=2b = 2 (diambil positif, sebab basis harus b>0b > 0).

Persamaannya y=3โ‹…2xy = 3 \cdot 2^x. Cek titik (2,12)(2, 12): 3โ‹…22=3โ‹…4=123 \cdot 2^2 = 3 \cdot 4 = 12, cocok.

Latihan berikut mengacak soal pembacaan grafik. Kerjakan dahulu di kertas, ketik nilai yy pada xx tertentu, lalu tekan Soal baru untuk ganti.

Jebakan: menganggap basis bb negatif membuat kurva โ€œterjungkalโ€ seperti pada parabola. Yang benar: basis bb harus positif (b>0b > 0); basis negatif tidak terdefinisi untuk pangkat pecah dan menghasilkan nilai yang berganti tanda โ€” bukan fungsi eksponensial.

Jebakan: mengira kurva eksponensial dapat memotong asimtot y=0y = 0. Yang benar: kurva mendekati y=0y = 0 sejauh apa pun xx dijlantir, tetapi tak pernah benar-benar menyentuh โ€” itulah inti asimtot.

  • Fungsi eksponensial y=aโ‹…bxy = a \cdot b^x dengan aโ‰ 0a \neq 0, b>0b > 0, bโ‰ 1b \neq 1; variabel ada di pangkat.
  • Basis b>1b > 1: kurva monoton naik (tumbuh); 0<b<10 < b < 1: monoton turun (menyusut).
  • Koefisien aa = regangan vertikal; kurva selalu lewat titik (0,a)(0, a).
  • Asimtot datar y=0y = 0: kurva mendekati, tetapi tak pernah menyentuh, garis itu.
  • Baca grafik: titik potong sumbu-y memberi aa, arah memberi petunjuk bb.